PDI-P Belum Tentukan Pengganti Risma di Pilkada Surabaya 2020

Kompas.com - 05/02/2020, 11:49 WIB
Ketua DPC PDIP Surabaya Adi Sutarwijono (berdiri) 
memimpin konsolidasi di PAC Tenggilis Mejoyo, Senin (25/11/2019) KOMPAS.COM/A. FAIZALKetua DPC PDIP Surabaya Adi Sutarwijono (berdiri) memimpin konsolidasi di PAC Tenggilis Mejoyo, Senin (25/11/2019)

SURABAYA, KOMPAS.com - PDI Perjuangan (PDI-P) belum menentukan pasangan calon yang bakal diusung dalam Pilkada Surabaya 2020. 

Berdasarkan aturan, PDI-P yang memiliki 15 kursi di DPRD Kota Surabaya bisa mengusung calon wali kota dan wakil wali kota tanpa berkoalisi dengan partai lain.

Tapi hingga tiga bulan jelang pendaftaran, partai berlambang banteng itu belum mendeklarasikan pengganti Tri Rismaharini dan Wisnu Sakti Buana.

Sementara, lima partai politik lain telah mendeklarasikan jagoan mereka untuk Pilkada Surabaya 2020.

Ketua DPC PDI-P Kota Surabaya Adi Sutarwijono mengatakan, pihaknya masih menunggu rekomendasi dari DPP PDI-P.

PDI-P, kata dia, tetap menjadikan Surabaya sebagai 'kandang banteng'.

Baca juga: Mantan Kapolda Jatim Beri 2 Syarat untuk Calon Wakilnya di Pilkada Surabaya

"PDI-P sudah menang tiga kali pilkada di Surabaya. Di pilkada tahun ini, PDI-P menarget menang untuk keempat kalinya," kata Ketua DPRD Kota Surabaya ini, Selasa (4/2/2020).

Meski bisa mengusung pasangan calon sendiri, Adi tak menutup kemungkinan berkoalisi dengan partai lain. 

"Komunikasi politik dengan partai-partai lain tetap kami lakukan," kata dia.

Sembari menunggu rekomendasi, PDI-P Surabaya membangun struktur pemenangan hingga tingkat anak ranting atau rukun warga.

"Selain itu, kita juga terus mendukung program-program pembangunan Surabaya yang disusun Wali Kota Risma," jelasnya.

DPC PDI-P Surabaya telah menerima pendaftaran 18 calon wali kota dan wakil wali kota Surabaya.

Para pendaftar berasal dari kader PDI-P, pengusaha, seniman, dan aktivis.

Belasan nama itu telah berada di DPP PDI-P. 

Ke-18 nama pendaftar tersebut yakni, Dyah Katarina (anggota DPRD Surabaya), Armuji (anggota DPRD Jatim), Anugerah Ariyadi (mantan anggota DPRD Surabaya), Mega Djadja Agustjandra (pengusaha), Sutjipto Joe Angga (pengusaha), dan Chrisman Hadi (seniman).

Selanjutnya, Sri Setyo Pertiwi (pengusaha), Laksda TNI (Purn) Untung Suropati, Fandi Utomo (mantan anggota DPR RI), Warsito (mantan anggota DPRD Surabaya), Gunawan (pengusaha), Dwi Astutik (Muslimat NU), Haries Purwoko (pengusaha), Lia Istifhama (fatayat NU), Achmad Wahyuddin (pengusaha), Whisnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Ony Setiawan (aktivis), dan Edy Tarmidy (politisi PDI-P).

Baca juga: Ramai soal Klithih, Ini Geng-Geng Lain yang Mendahuluinya

Sementara itu, Partai Gerindra, PAN, PKB, PPP, dan Partai Demokrat, terus menyusun kekuatan memenangkan mantan Kapolda Jatim Machfud Arifin.

Ketua DPC PKB Surabaya Musyafak Rouf menyebut, ada partai lain yang bakal menyatakan dukungan.

"Ada beberapa partai yang siap bergabung dalam waktu dekat, sekarang sedang proses akhir komunikasi politik," kata Musyafak Rouf, Ketua DPC PKB Surabaya.

Selain PDI-P, partai yang belum menunjukkan dukungan terhadap calon wali kota dan wakil wali kota Surabaya adalah Partai Golkar (5 kursi) Partai Nasdem (3 kursi), PKS (5 kursi) dan PSI (4 kursi).



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rahvana Sveta di Atas Panggung Gedung Wayang Orang Sriwedari, Memukau...

Rahvana Sveta di Atas Panggung Gedung Wayang Orang Sriwedari, Memukau...

Regional
Banjir Surut, Arus Lalin di Bawah Jembatan Tol Kaligawe Bisa Dilewati Kendaraan

Banjir Surut, Arus Lalin di Bawah Jembatan Tol Kaligawe Bisa Dilewati Kendaraan

Regional
Fakta Seputar Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Kelainan Genetik dan Sempat Buat Takut Nelayan

Fakta Seputar Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Kelainan Genetik dan Sempat Buat Takut Nelayan

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

Regional
Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Regional
Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Regional
Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Regional
Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Regional
Perjuangan Driver Ojol di Semarang Terobos Banjir Demi Antar Makanan ke Pelanggan

Perjuangan Driver Ojol di Semarang Terobos Banjir Demi Antar Makanan ke Pelanggan

Regional
16.909 Guru dan Tenaga Kependidikan di DIY Bakal Divaksin Covid-19 Tahap 2

16.909 Guru dan Tenaga Kependidikan di DIY Bakal Divaksin Covid-19 Tahap 2

Regional
DPRD Sumbar Minta BPK Audit Dana Penanganan Covid-19 Rp 49 Miliar

DPRD Sumbar Minta BPK Audit Dana Penanganan Covid-19 Rp 49 Miliar

Regional
Relokasi Korban Longsor Nganjuk Harus Pertimbangkan Aspek Sosial-Budaya

Relokasi Korban Longsor Nganjuk Harus Pertimbangkan Aspek Sosial-Budaya

Regional
BCA Bantah Laporkan Ardi Soal Kasus Salah Transfer Rp 51 Juta: Itu Mantan Karyawan

BCA Bantah Laporkan Ardi Soal Kasus Salah Transfer Rp 51 Juta: Itu Mantan Karyawan

Regional
Asal-usul Tegal, dari Pelaut Portugis hingga Cerita Ki Gede Sebayu

Asal-usul Tegal, dari Pelaut Portugis hingga Cerita Ki Gede Sebayu

Regional
Tradisi Sarapan Para Raja di Keraton Yogyakarta, dari Teh, Susu Cokelat hingga Gudeg

Tradisi Sarapan Para Raja di Keraton Yogyakarta, dari Teh, Susu Cokelat hingga Gudeg

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X