Peneliti Sebut Tanah di Semarang Turun hingga 15 Sentimeter Tiap Tahun

Kompas.com - 31/01/2020, 20:05 WIB
Suasana gedung bekas kantor pusat NISM, Lawang Sewu, di Semarang pada Juli 2019 lalu. J OsdarSuasana gedung bekas kantor pusat NISM, Lawang Sewu, di Semarang pada Juli 2019 lalu.

SEMARANG, KOMPAS.com- Eksploitasi air tanah di Kota Semarang, Jawa Tengah, yang berlebihan kini mulai dirasakan dampaknya.

Hal itu terlihat dari banyaknya wilayah di Kota Semarang seperti Semarang bagian utara dan timur yang mengalami penurunan tanah berkisar 10 sentimeter sampai 15 sentimeter tiap tahunnya.

Temuan itu diungkap kelompok peneliti dari University of Amsterdam dan IHE-Delft Institute for Water Education, Universitas Gadjah Mada, Universitas Diponegoro, dan Unika Soegijapranata, Amarta Institute for Water Literacy dan Koalisi Rakyat untuk Hak atas Air (KRuHA).

"Ekstraksi air tanah di Semarang mengalami peningkatan drastis pada periode tahun 1980 sampai tahun 2000-an yang semulanya 0.4 juta kubik tiap tahun dan sekarang mencapai 38 juta kubik tiap tahun," ujar Amalinda Savirani koordinator peneliti tersebut, Jumat (31/1/2020).

Baca juga: 3 Lokasi di Jakarta Barat Jadi Proyek Awal Atasi Penurunan Tanah

Amalinda menyebut ada warga yang tiap lima tahun sekali selalu meninggikan rumahnya agar tidak tenggelam akibat banjir rob karena permukaan tanah sudah lebih rendah dibandingkan permukaan air laut.

"Selain berdampak amblas, masalah lainnya adalah abrasi. Hal itu akibat dari tanah yang lebih rendah dibandingkan permukaan air laut. Tercatat dari tahun 1972 sampai 2019 seluas 4.274 hektar lahan Semarang dan Demak hilang akibat air abrasi ini," tuturnya.

Sementara itu, peneliti dari Unika Soegijapranata Wijayanto Hadipuro berharap dari penelitian ini akan mempengaruhi kebijakan yang dilaksanakan oleh pemerintah.

Baca juga: Jatuhnya Crane LRT Palembang Diduga Efek Penurunan Tanah

Dia khawatir akan munculnya disaster capitalism akibat proyek-proyek yang dikerjakan oleh manusia.

"Jadi jangan sampai proyek menimbulkan bencana sehingga dalam penanganan bencana muncul bencana lainnya dan seterusnya," pungkasnya. (dap)

Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Penggunaan Air Tanah Berlebihan, Penurunan Tanah di Kota Semarang Capai 15 Cm Tiap Tahun.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X