Geng Donki, Pelajar Pelaku Begal Pamitnya Belajar Kelompok

Kompas.com - 26/01/2020, 17:56 WIB
Ilustrasi thawornnurakIlustrasi
Editor Setyo Puji

KOMPAS.com - 14 pelajar anggota Geng Donki ditangkap polisi terkait kasus pembegalan yang terjadi di Denpasar, Bali.

Sebelum melakukan aksi pembegalan, para pelaku yang usianya rata-rata masih di bawah umur itu mengaku pamit belajar kelompok kepada orangtuanya.

"Sebelum beraksi mereka mengaku ke orangtuanya, pergi untuk mengerjakan tugas kelompok. Padahal pergi untuk melakukan aksi kejahatan jalanan atau begal," kata Kapolresta Denpasar Kombes Pol Ruddi Setiawan seperti dilansir dari Tribunnews.com, Jumat (24/1/2020).

Kasus pembegalan yang dilakukan anak di bawah umur itu berhasil diungkap polisi setelah ada laporan dari masyarakat.

Baca juga: 6 Bulan Jadi Begal, 14 Anak Bawah Umur di Bali Kantongi Rp 35 Juta

Menurut Ruddi, salah satu korban pembegalan yang melapor ke polisi mengaku dihadang oleh para pelaku. Korban juga sempat dianiaya anggota Geng Donki tersebit karena tidak mau menyerahkan barang berharganya.

Setelah mendapat laporan itu, polisi langsung memburu pelaku.

Pada Senin (20/1/2020), pukul 22.00 WITA, polisi berhasil mengamankan satu orang anggota geng tersebut.

Setelah diinterogasi, kemudian polisi mendapat petunjuk keberadaan pelaku lainnya.

Sehingga 14 remaja yang menjadi anggota Geng Donki berhasil diamankan polisi saat mereka berkumpul di kawasan Kesambi, Badung, Bali.

Baca juga: Geng Donki Jadi Pelaku Begal di Bali, Hasil Rampasan Dibagi-bagi

Dalam penangkapan itu, polisi juga mengamankan barang bukti berupa 7 ponsel dari hasil membegal.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X