Kapal yang Karam di Selat Malaka Bawa TKI Ilegal, 2 Pelaku Diamankan

Kompas.com - 24/01/2020, 22:18 WIB
Tim Basarnas Pekanbaru melakuan pencarian korban kapal tenggelam di selat malaka, Kabupaten Bengkalis, Riau, Kamis (23/1/2020). Kapal tersebut mengangkut 20 orang TKI tujuan Malaysia. Dok. Basarnas PekanbaruTim Basarnas Pekanbaru melakuan pencarian korban kapal tenggelam di selat malaka, Kabupaten Bengkalis, Riau, Kamis (23/1/2020). Kapal tersebut mengangkut 20 orang TKI tujuan Malaysia.

PEKANBARU, KOMPAS.com - Di balik tenggelamnya sebuah kapal pompong di perairan Selat Malaka, Kabupaten Bengkalis, Riau, polisi mengungkap bahwa kapal tersebut mengangkut TKI ilegal tujuan Malaysia.

Hal itu disampaikan Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto dalam keterangan tertulis kepada Kompas.com, Jumat (24/1/2020).

Sunarto menyebutkan, saat ini dua orang pelaku sudah diidentifikasi, yakni berinisial MZ (39) dan JF (52). Keduanya merupakan warga Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis.

"Kedua pelaku berperan sebagai penampung dan penyalur TKI ilegal ke Malaysia," kata Sunarto.

Baca juga: Kapal Pengangkut TKI ke Malaysia Tenggelam di Riau, 10 Orang Hilang

Terungkapnya pengangkutan TKI ilegal tersebut, lanjut Sunarto, setelah kepolisian di Bengkalis meminta keterangan para korban yang selamat.

Dua orang di antaranya, yakni SY dan JF, diketahui terlibat dalam kasus penyaluran TKI ilegal.

"SY ini adalah suami dari pelaku MZ. Dia pernah ditahan atas kasus penyaluran TKI ilegal sekitar dua bulan yang lalu. Sedangkan JF berperan sebagai penampung dan menyalurkan TKI ilegal sebanyak tujuh orang yang berangkat pada kapal yang tenggelam kemarin," sebut Sunarto.

Selain itu, sambung dia, masih ada pelaku lain, salah satunya diketahui berinisial RI, yang berperan sebagai penampung dan menyalurkan tujuh TKI ilegal.

Sedangkan empat orang TKI ilegal saat ini belum diketahui siapa yang menyalurkannya, karena mereka datang sendiri ke tempat speedboat yang akan digunakan pelaku.

"Kita masih menyelidiki pelaku lainnya yang menampung dan menyalurkan TKI ilegal ke Malaysia," kata Sunarto.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Pasang Kepala Daerah di Kalsel Akan Dilantik secara Tatap Muka

5 Pasang Kepala Daerah di Kalsel Akan Dilantik secara Tatap Muka

Regional
Vaksinasi Tahap Kedua Digelar Awal Maret, Kadinkes Ambon: Kita Prioritaskan Lansia

Vaksinasi Tahap Kedua Digelar Awal Maret, Kadinkes Ambon: Kita Prioritaskan Lansia

Regional
Ancaman Erupsi Gunung Merapi Berubah, Obyek Wisata Ketep Pass Kembali Dibuka

Ancaman Erupsi Gunung Merapi Berubah, Obyek Wisata Ketep Pass Kembali Dibuka

Regional
Jelang Pelantikan, Bupati dan Wabup Terpilih Gunungkidul Jalani Swab Antigen

Jelang Pelantikan, Bupati dan Wabup Terpilih Gunungkidul Jalani Swab Antigen

Regional
Jelang Pelantikan, Gibran: Siapa Bilang Hari Pertama Senin, Besok Langsung Gas

Jelang Pelantikan, Gibran: Siapa Bilang Hari Pertama Senin, Besok Langsung Gas

Regional
Vaksinasi Covid-19 untuk Guru, Ganjar: Bagaimana Siswanya, Ikut Divaksin Tidak?

Vaksinasi Covid-19 untuk Guru, Ganjar: Bagaimana Siswanya, Ikut Divaksin Tidak?

Regional
Pakai APBD Senilai Rp 1,8 M, Pemkot Denpasar Lanjutkan Sewa Hotel untuk Pusat Karantina

Pakai APBD Senilai Rp 1,8 M, Pemkot Denpasar Lanjutkan Sewa Hotel untuk Pusat Karantina

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 25 Februari 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 25 Februari 2021

Regional
Demi Tutupi Hubungan Terlarang, Bayi 9 Bulan Dibunuh Ibu dan Selingkuhan

Demi Tutupi Hubungan Terlarang, Bayi 9 Bulan Dibunuh Ibu dan Selingkuhan

Regional
Ini Kegiatan yang Dilakukan Eri Cahyadi Jelang Dilantik Jadi Wali Kota Surabaya

Ini Kegiatan yang Dilakukan Eri Cahyadi Jelang Dilantik Jadi Wali Kota Surabaya

Regional
Geledah Rumah Tersangka Korupsi Migas Blok Mahakam, Kejati Kaltim Sita 3 Mobil Mewah

Geledah Rumah Tersangka Korupsi Migas Blok Mahakam, Kejati Kaltim Sita 3 Mobil Mewah

Regional
Seusai Mengantar Pacar, Pria di Palembang Ini Ditodong Pistol Mainan

Seusai Mengantar Pacar, Pria di Palembang Ini Ditodong Pistol Mainan

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 25 Februari 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 25 Februari 2021

Regional
Takut Temukan Hiu Berwajah Manusia, Nelayan Ini Sempat Membuangnya, Begini Kronologi dan Penjelasan Ahli

Takut Temukan Hiu Berwajah Manusia, Nelayan Ini Sempat Membuangnya, Begini Kronologi dan Penjelasan Ahli

Regional
Salatiga Ditetapkan sebagai Kota Paling Toleran 2020 versi Setara Institute

Salatiga Ditetapkan sebagai Kota Paling Toleran 2020 versi Setara Institute

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X