Fakta Ibu Jadikan Bayi Jaminan karena Tak Bisa Bayar Utang, Mengaku Diculik hingga Bikin Video

Kompas.com - 19/01/2020, 11:04 WIB
Ilustrasi bayi menangis. Ilustrasi bayi menangis.

KOMPAS.com- Seorang ibu asal Pasuruan, Jawa Timur ES menyerahkan bayinya pada rekannya, MH sebagai jaminan utang. Sebelumnya diketahui, MH meminjamkan sejumlah uang pada ES.

Lantaran tidak mampu membayar utang dan bunganya, ES menjadikan anaknya jaminan utang.

ES pun mengarang cerita bayinya telah diculik. Hal itu ia lakukan karena takut dimarahi oleh suaminya.

Pinjam Rp1 Juta

ilustrasi uang dalam amplop.Thinkstock ilustrasi uang dalam amplop.
Peristiwa bermula saat ES meminjam uang sebesar Rp1 juta kepada MH. ES berjanji akan melunasi utangnya satu bulan setelah peminjaman.

Setelah waktu yang ditetapkan, ES mengaku tidak dapat membayar utang. Sebab ia diharuskan membayar Rp2 juta, beserta dengan bunganya.

"Saya pinjam uang untuk bayar utang. Jadi sebelumnya, saya pinjam uang ke MH, saya sudah punya utang. Nah, sekarang waktunya membayar, saya bingung tidak punya uang. Seharusnya saya bayar Rp 2 juta karena ada bunga," jelasnya.

Pada saat itu, MH yang kebetulan belum memiliki anak memberikan opsi agar ES menyerahkan bayinya sebagai jaminan.

Baca juga: Selamatkan Nyawa Bayi yang Tercebur di Laut, Brigpol Aldi Terima Penghargaan

Berniat menebus

ilustrasi bayiPexel ilustrasi bayi

Lantaran kepepet, ES pun menyetujui permintaan MH.

Ia mengaku MH serius dan ikhlas merawat anaknya. Tak hanya itu, MH juga mengatakan bayi itu sebagai pancingan agar keluarga MH segera memiliki momongan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X