87 TKW asal NTB Batal ke Timur Tengah, Dipulangkan karena Ilegal

Kompas.com - 16/01/2020, 11:48 WIB
TKW asal NTB yang dipulangkan karena tak berdokumen, menjadi TKW di Timur Tengah adalah pilihan paling mereka minati. FITRI R/dokumen kompas.comTKW asal NTB yang dipulangkan karena tak berdokumen, menjadi TKW di Timur Tengah adalah pilihan paling mereka minati.

MATARAM, KOMPAS.com - Sebanyak 87 orang TKW asal Nusa Tenggara Barat ( NTB), yang rencanaya akan diberangkatkan ke Timur Tengah (Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Oman dan Bahrain) sebagai pekerja rumah tangga, dibatalkan Kementrian Ketenagakerjaan RI, 27 Desember 2019 lalu.

"Mereka akan dipulangkan ke NTB dan tiba di Bandara Internasional Lombok, siang ini, setelah diamankan dari tempat penampungan di Jakarta Timur," terang Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTB, Agus Patria, saat dihubungi, Kamis (16/1/2020).

Para TKW itu diselamatkan setelah Kementrian Ketenagakerjaan melakukan sidak di sebuah rumah penampungan di Jakarta.

Mereka berjumlah 120 orang dari berbagai daerah dan 87 di antaranya berasal dari NTB.

Baca juga: 45 Calon TKW Ilegal Asal Jatim Gagal Berangkat ke Arab Saudi

Tindakan itu dilajukan berdasarkan surat keputusan Menakertrans nomor 260/2015 tentang penghentian dan pelarangan Tenaga Kerja Indonesia pada penguna perseorangan di negara-negara terlarang untuk Pekerja Mingran Indonesia (PMI).

"Mereka dipulangkan karena tidak berdokumen berangkat secara unprosedural atau ilegal," kata Agus.

Berdasarkan data yang dihimpun dari surat Kementrian Ketenagakerjaan pada Gubernur NTB, para TKW yang akan dikirim ke Timur Tengah itu, diamankan dari rumah penampungan ilegal ke Rumah Penampungan dan Trauma Center (RPTC) Kementrian Sosial, di Bambu Apus, Jakarta Timur, untuk didata dan dimintai keterangannya oleh pengawas ketenagakerjaan.

Dari keterangan para TKW, mereka direkrut oleh calo atau sponsor dengan diberikan imbalan Rp 3 juta hingga Rp 10 juta, dan TKW tidak mengetahui perusahaan mana akan menempatkan mereka.

87 TKW yang berhasil diselamatkan 3 di antaranya tetap bersikeras untuk bekerja di luar negeri, dan akan mengurus dokumen secara resmi sesuai prosedural penempatan oleh Deputi Perlindungan, dan sesuai dengan job order negara tujuan.

Sementara 84 di antaranya memilih pulang ke kampung halaman.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Takut Diputus Pacar, Pria Ini Rekam Hubungan Intim dan Menyebarkannya

Takut Diputus Pacar, Pria Ini Rekam Hubungan Intim dan Menyebarkannya

Regional
Diguyur Hujan Sejak Kemarin, 5 Kecamatan di Karawang Masih Terendam Banjir

Diguyur Hujan Sejak Kemarin, 5 Kecamatan di Karawang Masih Terendam Banjir

Regional
Kades Gelapkan Dana Desa Rp 325 Juta untuk Bayar Utang dan Pergi ke Malaysia

Kades Gelapkan Dana Desa Rp 325 Juta untuk Bayar Utang dan Pergi ke Malaysia

Regional
Cegah Virus Corona, WNA yang Masuk Batam Wajib Isi Health Alert Card

Cegah Virus Corona, WNA yang Masuk Batam Wajib Isi Health Alert Card

Regional
Si Jago Merah Hanguskan 4 Rumah di Solok, Seorang Guru SMK Tewas Terbakar

Si Jago Merah Hanguskan 4 Rumah di Solok, Seorang Guru SMK Tewas Terbakar

Regional
Danny Pomanto Yakin Golkar Dukung Dirinya di Pilkada Makassar

Danny Pomanto Yakin Golkar Dukung Dirinya di Pilkada Makassar

Regional
Tragedi Susur Sungai, Guru Olahraga yang Merangkap Pembina Ditahan

Tragedi Susur Sungai, Guru Olahraga yang Merangkap Pembina Ditahan

Regional
Maju Jalur Independen, Bupati Jember Klaim Dapat 246 Ribu Dukungan

Maju Jalur Independen, Bupati Jember Klaim Dapat 246 Ribu Dukungan

Regional
Bawa Lari Anak 12 Tahun Tanpa Izin Orangtua, Guru SD Ditangkap

Bawa Lari Anak 12 Tahun Tanpa Izin Orangtua, Guru SD Ditangkap

Regional
Meski Banjir, Warga Karawang Antusias Mencoblos di Pilkades Serentak

Meski Banjir, Warga Karawang Antusias Mencoblos di Pilkades Serentak

Regional
Hanya karena Tak Minta Izin Kerja di Kafe, Perempuan Ini Tewas Ditusuk Teman Dekat

Hanya karena Tak Minta Izin Kerja di Kafe, Perempuan Ini Tewas Ditusuk Teman Dekat

Regional
Tragedi Susur Sungai, Mensos: Saya Dengar Tidak Pakai Helm dan Pelampung, Lalai Sekali

Tragedi Susur Sungai, Mensos: Saya Dengar Tidak Pakai Helm dan Pelampung, Lalai Sekali

Regional
Prank Ultah Tewaskan 2 Pelajar di Underpass, Lurah: Harus Berapa Banyak Lagi Korban?

Prank Ultah Tewaskan 2 Pelajar di Underpass, Lurah: Harus Berapa Banyak Lagi Korban?

Regional
Gelapkan Dana Desa hingga Rp 325 Juta, Kepala Desa di Aceh Utara Diamankan Polisi

Gelapkan Dana Desa hingga Rp 325 Juta, Kepala Desa di Aceh Utara Diamankan Polisi

Regional
Sungai Citanduy Meluap, Ratusan Makam hingga Puskesmas di Tasikmalaya Terendam Banjir

Sungai Citanduy Meluap, Ratusan Makam hingga Puskesmas di Tasikmalaya Terendam Banjir

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X