Ini Motif Pembina Pramuka Cabuli Anak Didiknya di Gunungkidul

Kompas.com - 14/01/2020, 11:46 WIB
Kasat Reskrim polres Gunungkidul AKP Anak Agung Putra Dwipayana (Tengah) menunjukkan Barang bukti pencabulan di Mapolres Gunungkidul Selasa (14/1/2020) KOMPAS.COM/MARKUS YUWONOKasat Reskrim polres Gunungkidul AKP Anak Agung Putra Dwipayana (Tengah) menunjukkan Barang bukti pencabulan di Mapolres Gunungkidul Selasa (14/1/2020)

YOGYAKARTA,KOMPAS.com- Pembina Pramuka di SMP Gedangsari, Gunungkidul, Yogyakarta, EP (39) (sebelumnya ditulis ED) yang menjadi tersangka pencabulan terhadap para siswinya mengaku mencium pipi dan bibir para korban.

Ada 8 orang yang melaporkan kasus pencabulan ini kepada pihak kepolisian. 

Kasat Reskrim Polres Gunungkidul, AKP Anak Agung Putra Dwipayana mengatakan, pengungkapan kasus ini bermula dari mediasi antara pelaku dan keluarga para korban gagal dilakukan pihak sekolah pada Kamis (9/1/2020).

Baca juga: Pembina Pramuka yang Cabuli Sejumlah Siswi SMP di Gunungkidul Jadi Tersangka

Setelah gagal, pelaku dibawa ke Polsek Gedangsari, namun karena banyaknya massa yang datang akhirnya pelaku dibawa ke Polres Gunungkidul. 

Perbuatan EP ini dilakukan dari Desember 2019 sampai Januari 2020, dengan total korban 8 orang siswa SMP di Gedangsari.

Modus yang dilakukan pelaku yakni ketika di sekolah, para korbannya itu dipanggil satu-satu masuk ke dalam ruang guru. EP kemudian menciumnya di pipi dan bibir.

"Pelaku modusnya (korban) dipanggil satu persatu ke ruangan tidak dipantau oleh orang lain. Mencuri kesempatan mencium pipi dan bibir korban. Di ruangan guru sebagian, sebagian di tempat perkemahan," kata Anak Agung saat di Mapolres Gunungkidul Selasa (14/1/2020). 

Menurut pelaku, perbuatan ini dilakukan karena rasa bentuk kasih sayang antara kakak dengan adik. Namun setelah diselidiki, ternyata lebih dominan untuk memuaskan nafsu biologisnya.

"Motif pelaku biologis, jadi pelaku ini alasannya kasih sayang tetapi unsur biologis paling dominan menurut kami," ucap Anak Agung. 

Baca juga: Sejumlah Siswi SMP Dicabuli Pembina Pramuka di Gunungkidul, Disdikpora Lakukan Pendampingan

Anak Agung menyebut, pelaku sempat akan memberi uang Rp 50.000 kepada sebagian korban agar tidak melaporkan kasus ini.

Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ridwan Kamil Diminta Lebih Empati kepada Korban Banjir

Ridwan Kamil Diminta Lebih Empati kepada Korban Banjir

Regional
Rumah Kos di Bandung Digerebek,  Produksi Tembakau Gorila Dalam Kemasan Kacang

Rumah Kos di Bandung Digerebek, Produksi Tembakau Gorila Dalam Kemasan Kacang

Regional
Remaja Putri di Makassar Jadi Korban Teror Sperma

Remaja Putri di Makassar Jadi Korban Teror Sperma

Regional
Mabuk Berat, Turis Meksiko Tabrakan Diri ke Mobil

Mabuk Berat, Turis Meksiko Tabrakan Diri ke Mobil

Regional
5 Fakta Puluhan Siswa Disodori Kotoran Manusia oleh Kakak Kelas, Terbongkar Setelah Siswa Kabur dari Sekolah

5 Fakta Puluhan Siswa Disodori Kotoran Manusia oleh Kakak Kelas, Terbongkar Setelah Siswa Kabur dari Sekolah

Regional
Telusuri Sejarah Banten, Pemprov Kirim Utusan ke Belanda

Telusuri Sejarah Banten, Pemprov Kirim Utusan ke Belanda

Regional
Dianggap Berkah, Kurma yang Dipanen di Halaman Masjid Jadi Rebutan Warga Tasikmalaya

Dianggap Berkah, Kurma yang Dipanen di Halaman Masjid Jadi Rebutan Warga Tasikmalaya

Regional
Banjir 1 Bulan Menggenangi 2 Desa di Sidoarjo

Banjir 1 Bulan Menggenangi 2 Desa di Sidoarjo

Regional
Gara-gara Mi Instan, 2 Siswa SMP Berkelahi dan 1 Orang Dilarikan ke RS

Gara-gara Mi Instan, 2 Siswa SMP Berkelahi dan 1 Orang Dilarikan ke RS

Regional
Santri di Sukabumi Tewas di Areal Persawahan, 1 Orang Keracunan Obat

Santri di Sukabumi Tewas di Areal Persawahan, 1 Orang Keracunan Obat

Regional
Kronologi Kepala Dusun di Bulukumba Rusak Mata dan Potong Kemaluan Warganya hingga Tewas

Kronologi Kepala Dusun di Bulukumba Rusak Mata dan Potong Kemaluan Warganya hingga Tewas

Regional
Gara-gara Suara Knalpot, Dua Pria Dikeroyok di Denpasar

Gara-gara Suara Knalpot, Dua Pria Dikeroyok di Denpasar

Regional
Korban Tabrak Lari Pengendara Rush yang Diduga Stress Bertambah, di Antaranya Anak-anak

Korban Tabrak Lari Pengendara Rush yang Diduga Stress Bertambah, di Antaranya Anak-anak

Regional
22 Hari Penemuan Mayat di Senggigi, Jenazah Belum Dikubur

22 Hari Penemuan Mayat di Senggigi, Jenazah Belum Dikubur

Regional
Kepala Dusun di Bulukumba Potong Kemaluan dan Rusak Mata Warganya karena Masalah Penyemprot Padi

Kepala Dusun di Bulukumba Potong Kemaluan dan Rusak Mata Warganya karena Masalah Penyemprot Padi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X