Ayah Bobol Rumah, Anak Tiri Mengawasi, Hasil Curian Dijual untuk Beli Sabu dan Miras

Kompas.com - 13/01/2020, 12:40 WIB
Ilustrasi pencurian barang di mobil blog.auntyacid.comIlustrasi pencurian barang di mobil

MAKASSAR, KOMPAS.com - Muhammad Asri (24), seorang buruh bangunan di Makassar ditangkap polisi setelah buron selama setahun lebih atas kasus pencurian dengan pemberatan di Jalan Deppasawi, Kelurahan Maccini Sombala, Kecamatan Tamalate, Jumat (23/11/2018).

Kabag Humas Polrestabes Makassar Kompol Supriady mengatakan, Asri ditangkap di kediamannya di Jalan Kandea III, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, Sabtu (11/1/2019).

Sewaktu melakukan pencurian, Asri bersama anak tirinya, Anang (18).

"Dari hasil interogasi, pelaku telah beraksi di dua tempat sejak September 2016, yakni Kabupaten Gowa dan Kota Makassar," kata Supriady melalui pesan WhatsApp, Senin (13/1/2020).

Baca juga: Istri Pengen Punya Mobil, Alasan Pria Surabaya Curi Honda Jazz

Kanit Reskrim Polsek Tamalate mengatakan. sewaktu mencuri, Asri bertindak sebagai eksekutor. Sementara anaknya berjaga di depan untuk memantau situasi. 

Saat membobol rumah warga, Asri dan Anang mengambil barang elektronik dan barang berharga lainnya.

Hasil curiannya lalu digunakan untuk beli minuman keras serta sabu-sabu.

"Setelah itu hasil kejahatannya itu dia pakai foya-foya sama anak tirinya. Pakai minuman keras, beli nakorba, iya sabu juga. Karena inikan spesialis, curat juga handphone sama laptop kalau yang dua TKP itu," tutur Ramli. 

Hasil curian Asri telah disita penyidik saat menangkap Anang terlebih dahulu.

Asri disangkakan Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara. 

"Yah sudah duluan dia (Anang) diadili. Barang buktinya mengikut sama anak tirinya itu yang duluan ditangkap itu sama barang bukti curianya," tutur Ramli.

Baca juga: Mobil Innova Dilempari Batu karena Pengemudi Curi 15 Sabun Muka di Supermarket

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cegah Corona, Akses Keluar Masuk Kota Kendari Bakal Diperketat

Cegah Corona, Akses Keluar Masuk Kota Kendari Bakal Diperketat

Regional
Diduga Depresi, Turis Asing Berjalan Telanjang Bulat di Bali

Diduga Depresi, Turis Asing Berjalan Telanjang Bulat di Bali

Regional
Seorang Polisi di Medan Diduga Tewas Tertembak Rekannya, Ada Luka di Kepala

Seorang Polisi di Medan Diduga Tewas Tertembak Rekannya, Ada Luka di Kepala

Regional
Kala Warga Berikan Semangat untuk Pasien Positif Virus Corona yang Dijemput dari Rumahnya

Kala Warga Berikan Semangat untuk Pasien Positif Virus Corona yang Dijemput dari Rumahnya

Regional
Cegah Corona, Warga Sikka yang Keluar Malam Didenda Rp 1 Juta

Cegah Corona, Warga Sikka yang Keluar Malam Didenda Rp 1 Juta

Regional
Menantu Cabuli Ibu Mertua, Simpan Banyak Foto Perempuan Lansia di Ponsel

Menantu Cabuli Ibu Mertua, Simpan Banyak Foto Perempuan Lansia di Ponsel

Regional
Cegah Covid-19, Objek Wisata Malino Ditutup untuk Umum

Cegah Covid-19, Objek Wisata Malino Ditutup untuk Umum

Regional
Pemkot Bandung Akan Bagikan 22.000 Paket Sembako untuk Warga Terdampak Corona

Pemkot Bandung Akan Bagikan 22.000 Paket Sembako untuk Warga Terdampak Corona

Regional
Dua Pemudik dari Jakarta Demam Tinggi Setiba di Salatiga, Diminta Karantina Diri

Dua Pemudik dari Jakarta Demam Tinggi Setiba di Salatiga, Diminta Karantina Diri

Regional
Kisah Pilu Jenazah Positif Corona di Tasikmalaya: Ditolak Warga, 24 Jam Tertahan di Ambulans

Kisah Pilu Jenazah Positif Corona di Tasikmalaya: Ditolak Warga, 24 Jam Tertahan di Ambulans

Regional
UPDATE: Pasien Positif 02 di Lampung Meninggal

UPDATE: Pasien Positif 02 di Lampung Meninggal

Regional
Satu Pasien PDP Corona Asal Bangladesh Meninggal di Babel

Satu Pasien PDP Corona Asal Bangladesh Meninggal di Babel

Regional
Wali Kota Bandung Tak Lakukan 'Local Lockdown', tapi Pertimbangkan Karantina Lokal

Wali Kota Bandung Tak Lakukan "Local Lockdown", tapi Pertimbangkan Karantina Lokal

Regional
'Kami Siap Bertempur di Garda Depan, tetapi kalau Tidak Ada APD, Kami Mati'

"Kami Siap Bertempur di Garda Depan, tetapi kalau Tidak Ada APD, Kami Mati"

Regional
Gubernur Sumsel Putuskan Tidak 'Lockdown', Pemudik Diminta Jangan Pulang Kampung

Gubernur Sumsel Putuskan Tidak "Lockdown", Pemudik Diminta Jangan Pulang Kampung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X