Lagi, 3 Kapal Perang Indonesia Usir Kapal China Keluar dari Natuna

Kompas.com - 13/01/2020, 07:48 WIB
Kapal Coast Guard China-5202 dan Coast Guard China-5403 membayangi KRI Usman Harun-359 saat melaksanakan patroli mendekati kapal nelayan pukat China yang melakukan penangkapan ikan di ZEE Indonesia Utara Pulau Natuna, Sabtu (11/1/2020). Dalam patroli tersebut KRI Usman Harun-359 bersama KRI Jhon Lie-358 dan KRI Karel Satsuitubun-356 melakukan patroli dan bertemu enam kapal Coast Guard China, satu kapal pengawas perikanan China, dan 49 kapal nelayan pukat asing. ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYATKapal Coast Guard China-5202 dan Coast Guard China-5403 membayangi KRI Usman Harun-359 saat melaksanakan patroli mendekati kapal nelayan pukat China yang melakukan penangkapan ikan di ZEE Indonesia Utara Pulau Natuna, Sabtu (11/1/2020). Dalam patroli tersebut KRI Usman Harun-359 bersama KRI Jhon Lie-358 dan KRI Karel Satsuitubun-356 melakukan patroli dan bertemu enam kapal Coast Guard China, satu kapal pengawas perikanan China, dan 49 kapal nelayan pukat asing.

NATUNA, KOMPAS.com - Tiga kapal perang Republik Indonesia (KRI), yakni KRI Karel Satsuit Tubun (356), KRI Usman Harun (USH) 359, dan KRI Jhon Lie 358, kembali mengusir kapal ikan asing milik China saat mencari ikan di perairan Natuna, Kepulauan Riau ( Kepri).

Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Pangkogabwilhan I) Laksdya TNI Yudo Morgono mengatakan, pengusiran kapal China tersebut hasil operasi yang dilakukan pesawat intai maritim Boeing 737 AL-7301 milik TNI AU yang melakukan pengawasan di perairan utara Natuna dan sekitarnya.

Baca juga: Pengamat: Buat China, Persoalan Natuna Ini Kecil, Kita Sampai Harus Level Presiden yang Turun

Dari hasil operasi tersebut, terlihat 30 kapal ikan China bersama kapal coast guard-nya  memasuki perairan utara Laut Natuna.

"Meski agak sedikit membandel, namun kapal-kapal China tersebut akhirnya mau meninggalkan perairan utara Laut Natuna hingga keluar dari ZEE Indonesia," kata Yudo, Senin (13/1/2020).

Yudo mengaku, dalam melakukan operasi pengusiran tersebut, ketiga KRI berhasil mengusir kapal ikan asing China yang sedang menebar jaring di perairan utara Laut Natuna.

"Kami juga tidak mau gara-gara KIA asal China yang melakukan pencurian ikan di Laut Natuna bagian utara dan sekitarnya, membuat hubungan pemerintah Indonesia-China terganggu," jelas Yudo.

Meski demikian, Yudo menegaskan, apabila kapal China kembali maka pihaknya akan mengambil langkah tegas.

"Sesuai perintah Presiden Joko Widodo, kapal-kapal tersebut akan ditangkap dan diproses secara hukum," ujarnya.

Baca juga: Ini Alasan Nelayan Natuna Tolak Kedatangan Nelayan Pantura

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Motif Pria di Palembang Aniaya Istri hingga Nyaris Tewas

Ini Motif Pria di Palembang Aniaya Istri hingga Nyaris Tewas

Regional
Serahkan APD dan Vitamin ke Pemkot Solo, Gibran: Semoga Bermanfaat

Serahkan APD dan Vitamin ke Pemkot Solo, Gibran: Semoga Bermanfaat

Regional
Rapid Test Corona Saat Periksa Ruam Kulit ke Puskesmas, Ibu Hamil di Ngawi Terindikasi Positif

Rapid Test Corona Saat Periksa Ruam Kulit ke Puskesmas, Ibu Hamil di Ngawi Terindikasi Positif

Regional
Kebakaran di CPP Gundih Blora Padam dalam Satu Jam

Kebakaran di CPP Gundih Blora Padam dalam Satu Jam

Regional
Gara-gara Saling Melotot, Seorang Kakek di Muara Enim Tebas Tetangga dengan Parang

Gara-gara Saling Melotot, Seorang Kakek di Muara Enim Tebas Tetangga dengan Parang

Regional
Kabidpropam Polda NTT: Anggota Polisi yang Tidak Pakai Masker Saya Proses

Kabidpropam Polda NTT: Anggota Polisi yang Tidak Pakai Masker Saya Proses

Regional
Sosialisasi Cegah Corona Berujung Selfie, Bupati Lombok Barat: Saya Tidak Enak Menolak

Sosialisasi Cegah Corona Berujung Selfie, Bupati Lombok Barat: Saya Tidak Enak Menolak

Regional
Setelah Berbulan-bulan Lowong, Wakil Bupati Kulon Progo Akhirnya Terpilih

Setelah Berbulan-bulan Lowong, Wakil Bupati Kulon Progo Akhirnya Terpilih

Regional
Perjuangan Jurnalis di Pedalaman NTT Tempuh Jarak 10 Km Cari Sinyal untuk Kirim Berita

Perjuangan Jurnalis di Pedalaman NTT Tempuh Jarak 10 Km Cari Sinyal untuk Kirim Berita

Regional
Cerita Bupati Lombok Barat, Niat Sosialisasi Jaga Jarak untuk Cegah Corona Malah Diajak Selfie Warga

Cerita Bupati Lombok Barat, Niat Sosialisasi Jaga Jarak untuk Cegah Corona Malah Diajak Selfie Warga

Regional
UGM Berikan Bantuan Makanan dan Vitamin untuk Mahasiswa yang Tinggal di Indekos

UGM Berikan Bantuan Makanan dan Vitamin untuk Mahasiswa yang Tinggal di Indekos

Regional
Pekerja yang Terkena PHK di Salatiga Bakal Beralih Jadi Driver Ojol

Pekerja yang Terkena PHK di Salatiga Bakal Beralih Jadi Driver Ojol

Regional
Cegah Penyebaran Covid-19,  Shalat Tarawih Selama Ramadhan di Riau Ditiadakan

Cegah Penyebaran Covid-19, Shalat Tarawih Selama Ramadhan di Riau Ditiadakan

Regional
Kronologi Penemuan Jenazah Remaja Terkubur Setengah Badan di Kebun Karet, Berawal Dilaporkan Hilang 4 Hari

Kronologi Penemuan Jenazah Remaja Terkubur Setengah Badan di Kebun Karet, Berawal Dilaporkan Hilang 4 Hari

Regional
Cerita Ira, Pasien Sembuh Covid-19 Asal Sumbar: Berpikir Positif, Jika Berpikir Negatif Bisa Kurangi Imun...

Cerita Ira, Pasien Sembuh Covid-19 Asal Sumbar: Berpikir Positif, Jika Berpikir Negatif Bisa Kurangi Imun...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X