Kompas.com - 10/01/2020, 16:27 WIB
Komplotan rampok spesialis gudang kopi ditangkap aparat Polres Salatiga. KOMPAS.com/DIAN ADE PERMANAKomplotan rampok spesialis gudang kopi ditangkap aparat Polres Salatiga.

SALATIGA, KOMPAS.com - Polisi menangkap 11 orang komplotan perampok spesialis gudang yang biasa beraksi di Kota Semarang, Kota Salatiga, dan Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.

Kapolres Salatiga AKBP Gatot Hendro Hartono mengatakan, perampok ini bekerjasama dengan sekuriti gudang untuk memuluskan aksinya.

"Mereka mendapat informasi dan situasi gudang dari sekuriti dan mantan sekuriti sebelum beraksi," ujar Gatot saat pengungkapan kasus di Mapolres Salatiga, Jumat (10/1/2020).

Baca juga: Kisah Seorang Ibu Terobos Kobaran Api Coba Selamatkan Putrinya, Keduanya Tak Selamat

Gatot mengatakan, komplotan ini terhitung sopan.

"Mereka ini perampok sopan. Karena meski ada kesempatan mengambil truk, malah dikembalikan dan hanya mengambil kopi saset yang ada dalam truk," ujar dia.

Hal ini karena penadah hanya menerima kopi hasil rampokan.

Dikatakannya, komplotan yang dipimpin Pono dan Haris ini awalnya beraksi di gudang kopi milik PT Fastrata Buana, di Jalan Arimbi Kampung Brajan, Noborejo, Kecamatan Argomulyo, Minggu (5/1/2020) sekira pukul 02.30.

Sebanyak 11 pelaku berbagi peran, mulai dari menjadi sopir, pembuka gerbang, penyekap satpam, pembongkar muatan, hingga melarikan barang ke penadah.

Perampok yang tertangkap di Salatiga adalah Muliyono (35) dan Abdul Wakhid (25), keduanya warga Kendal.

Sementara pelaku yang berasal dari Semarang adalah Irfan Krisniawan (24), Gita Prasetya (22), Dadang Aji Laksono (31), Imam Susanto (32), Endro Nurdiantoro (27).

"Jadi mereka mendapat informasi dari Pono, bahwa akan ada bongkar muat barang. Kebiasaan di gudang tersebut, sebelum dikirim esok hari, malamnya barang disusun di truk," ungkap Gatot.

Setelah ada informasi tersebut, komplotan ini menyewa mobil rental dan bergegas ke Salatiga.

Mereka membuka gerbang dan langsung mengancam sekuriti menggunakan golok.

Sekuriti disekap dan dibekap dengan lakban selama tujuh jam.

Setelah masuk ke gudang, truk yang sudah berisi kopi saset dibawa keluar dan barang-barang dipindah ke truk yang dibawa.

"Kemudian truk dikembalikan lagi ke gudang dan mereka melarikan diri," ujar dia.

Petugas yang mendapat laporan melakukan pengejaran terhadap para pelaku.

Ada kejanggalan dalam kasus ini sehingga cepat terungkap.

Mereka sudah beraksi tiga kali, di gudang milik perusahaan yang sama di Kendal dan Semarang.

Uang hasil rampokan dibagi antara Rp 1 juta hingga Rp 7 juta per orang. 

Kasat Reskrim Polres Salatiga AKP Akhwan Nadzirin mengatakan, para tersangka ditangkap secara terpisah di Boyolali, Kendal, dan Semarang.

Baca juga: Kisah Tarmuji, Berjualan Roti Keliling Sambil Gendong Putrinya yang Lumpuh Layuh

 

Tersangka Abdul Wakhid dan Dadang Aji ditembak karena berupaya melarikan diri saat ditangkap.

Barang bukti yang diamankan dari komplotan ini adalah 2 parang, 3 selempang untuk mengikat sekuriti serta lakban, 2 truk boks, dan 2 truk Hino.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.