Tahun 2020, Aceh Masih Berpotensi Dilanda Gempa Besar di Atas Magnitudo 5

Kompas.com - 07/01/2020, 16:47 WIB
Ilustrasi gempa bodnarchukIlustrasi gempa

KOMPAS.com- Gempa berkekuatan besar masih berpotensi melanda Aceh pada tahun 2020.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Mata' Ie Banda Aceh mencatat adanya peningkatan intensitas gempa selama dua bulan terakhir.

Peningkatan intensitas gempa terjadi di Kepulauan Nikobar, India.

Peningkatan tersebut mempengaruhi patahan aktif di Aceh yang berjarak 244 kilometer.

Di antaranya, segmen Aceh, segmen Selimun, segmen Bate dan segmen Lhoksumawe.

“Ternyata di sana ada lebih dari 40 kejadian gempa bumi. Dan setelah April ada penurunan. Bulan November dan akhir Desember untuk wilayah Sabang ada peningkatan. Dan kebanyakan gempa dirasakan di Sabang atau Nikobar," ungkap Kepala Stasiun BMKG Mata' Ie Banda Aceh, Djati Cipto Kuncoro, seperti dilansir dari Antaranews.com.

Baca juga: Pasca Gempa, Aktivitas Perkantoran di Simeulue Kembali Normal

Diminta waspada

Ilustrasi gempa, gempa BantenShutterstock Ilustrasi gempa, gempa Banten

Sepanjang tahun 2019, BMKG Stasiun Geofisika Mata' Ie Banda Aceh mencatat Aceh dilanda gempa sebanyak 216 kali.

Dari ratusan gempa tersebut, 16 di antaranya merupakan gempa berkekuatan besar dengan magnitudo lebih dari 5.

Meski diperkirakan tidak berpotensi tsunami, masyarakat Aceh diminta waspada jika gempa terjadi tahun 2020.

Masyarakat diharapkan mempersiapkan diri dan mencari lokasi aman jika gempa terjadi.

Sebagi bentuk antisipasi, BMKG Stasiun Mata' Ie Aceh membangun sensor-sensor gempa di beberapa titik di Aceh.

Baca juga: Gempa Aceh, Warga Diimbau Tetap Tenang

Gempa Magnitudo 6,4

Ilustrasi gempa bumiShutterstock Ilustrasi gempa bumi

Kejadian terbaru, gempa mengguncang Kabupaten Simeulue Aceh berkekuatan magnitudo 6,4 sekitar pukul 13.05 WIB.

Melansir data BMKG, pusat gempa yakni di 2.29 LU, 96.24 BT atau 24 km Barat Daya Sinabang, Aceh dengan kedalaman 13 km.

Kepala BPBD Kabupaten Simeulu Ali Hasmi mengungkapkan, gempa membuat warga panik dan berhamburan keluar.

"Warga panik selama berlangsungnya guncangan gempa, setelah itu sudah normal,” lanjutnya.

Gempa yang berpusat di Kabupaten Simeulu dirasakan hingga 1 menit.

Gempa juga dirasakan hingga ke Kabupaten Aceh Selatan, Singkil, Nias Utara, Gunung Sitoli, medan, Nias Barat dan Meulaboh.

Sementara, menurut BPBD setempat, belum ada laporan korban jiwa maupun kerusakan bangunan.

Sumber: Kompas.com (Penulis: Kontributor Kompas TV Aceh, Raja Umar | Editor Aprillia Ika), Antaranews.com



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Debat Pilkada Karawang Soal Atasi Kemiskinan, Ada Paslon yang Mau Bangun 'Silicon Valley' hingga Tawarkan Kartu Kewirausahaan

Debat Pilkada Karawang Soal Atasi Kemiskinan, Ada Paslon yang Mau Bangun "Silicon Valley" hingga Tawarkan Kartu Kewirausahaan

Regional
25 Petugas Sortir dan Lipat Surat Suara di Solo Diupah Rp 225.000

25 Petugas Sortir dan Lipat Surat Suara di Solo Diupah Rp 225.000

Regional
Kadisdik Jatim Belum Cuti meski Istrinya Maju Pilkada, Inspektorat: Gubernur Sudah Mengingatkan

Kadisdik Jatim Belum Cuti meski Istrinya Maju Pilkada, Inspektorat: Gubernur Sudah Mengingatkan

Regional
Ribuan Buruh Cianjur Unjuk Rasa Tuntut Kenaikan UMK 2021

Ribuan Buruh Cianjur Unjuk Rasa Tuntut Kenaikan UMK 2021

Regional
Nenek Rasiti Rela Serahkan Naskah hingga Tongkat Kuno Warisan Keluarganya ke Pemerintah

Nenek Rasiti Rela Serahkan Naskah hingga Tongkat Kuno Warisan Keluarganya ke Pemerintah

Regional
Hendak Melaut, 2 Nelayan Ini Tersambar Petir, Satu Tewas

Hendak Melaut, 2 Nelayan Ini Tersambar Petir, Satu Tewas

Regional
Cerita Guru Honorer di Bulukumba, Mengabdi 7 Tahun tapi Gaji Tak Cukup Beli Bensin

Cerita Guru Honorer di Bulukumba, Mengabdi 7 Tahun tapi Gaji Tak Cukup Beli Bensin

Regional
Diperiksa KPK Terkait Kasus Zumi Zola, Bupati Muaro Jambi Mengaku Cuma Jadi Saksi

Diperiksa KPK Terkait Kasus Zumi Zola, Bupati Muaro Jambi Mengaku Cuma Jadi Saksi

Regional
Polisi Bongkar Investasi Bodong Bermodus Jual Beli Uang Asing

Polisi Bongkar Investasi Bodong Bermodus Jual Beli Uang Asing

Regional
Viral Video Seorang Ibu Balik Marahi Polisi Saat Ditegur Tak Pakai Helm, lalu Kabur

Viral Video Seorang Ibu Balik Marahi Polisi Saat Ditegur Tak Pakai Helm, lalu Kabur

Regional
Raih Gelar Sarjana di Usia 78 Tahun, Chamimah: Mahasiswa Lain Memotivasi Saya...

Raih Gelar Sarjana di Usia 78 Tahun, Chamimah: Mahasiswa Lain Memotivasi Saya...

Regional
Debat Pilkada Karawang, KPU: Paslon Beda Pendapat Saat Debat, tapi Silaturahmi Tetap Terawat

Debat Pilkada Karawang, KPU: Paslon Beda Pendapat Saat Debat, tapi Silaturahmi Tetap Terawat

Regional
Wali Kota Samarinda Sjaharie Jaang Positif Covid-19

Wali Kota Samarinda Sjaharie Jaang Positif Covid-19

Regional
7 Pegawai di Kantor Gubernur NTT Positif Corona

7 Pegawai di Kantor Gubernur NTT Positif Corona

Regional
Jika Menang Pilkada Solo, Bajo Bangun Jalan Layang hingga Sungai Bawah Tanah

Jika Menang Pilkada Solo, Bajo Bangun Jalan Layang hingga Sungai Bawah Tanah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X