Kompas.com - 07/01/2020, 10:53 WIB
Jasad almarhum Taufik Hidayat dievakuasi ke mobil jenazah di RSUD R Syamsudin, Sukabumi, Jawa Barat, Senin (6/1/2020). KOMPAS.COM/BUDIYANTOJasad almarhum Taufik Hidayat dievakuasi ke mobil jenazah di RSUD R Syamsudin, Sukabumi, Jawa Barat, Senin (6/1/2020).

 

SUKABUMI, KOMPAS.com - Kepolisian Resor (Polres) Sukabumi Kota masih menyelidiki kasus tewasnya pengemudi ojek online (driver ojol), Taufik Hidayat (49) di Jalan Raya Sukabumi-Bogor, Kampung Cibolang, Desa Cibatu, Kecamatan Cisaat, Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (5/1/2020) malam.

Hingga Senin (6/1/2020) petang, untuk sementara pihak kepolisian telah mengumpulkan bahan keterangan dari para saksi untuk didalami.

Selain itu pihak kepolisian juga telah melaksanakan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan sejumlah barang bukti.

Hal itu disampaikan Kepala Satuan Reskrim Polres Sukabumi AKP Maolana saat memberikan keterangan resmi kepada wartawan mewakili Kepala Polres Sukabumi Kota AKBP Wisnu Prabowo di Polres Sukabumi Kota, Senin petang.

''Saat ini kami masih menyelidiki perkaranya, dan sudah meminta keterangan empat saksi, juga sempat menginterogasi pihak keluarga,'' kata Maolana, Senin. 

Maolana menuturkan untuk proses penyidikan pihaknya juga sudah melaksanakan otopsi jenazah oleh dokter spesialis forensik di RSUD R Syamsudin pada Senin siang hingga sore.

Namun pihaknya belum menerima laporan resmi dari hasil otopsi.

''Otopsi baru tadi dilaksanakan. Untuk hasilnya paling lambat seminggu atau bisa lebih,'' tutur dia.

Baca juga: Pasca-bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Seluruh Driver Ojol yang Masuk ke Mapolresta Samarinda Diperiksa

Kata-kata terakhir korban

Terkait kronologinya, Maolana menjelaskan perkara dugaan penganiayaan hingga mengakibatkan driver ojol meninggal dunia ini berawal dari seorang saksi yang mendengar suara keributan di depan rumah atau di TKP.

Lalu saksi keluar rumah dan melihat ada seorang yang perlu pertolongan.

''Saksi lalu menolong korban dan membawanya ke dalam rumah. Lalu kepada saksi, korban sempat mengaku kena timpuk lalu menyebutkan kena tusuk. Akhirnya saksi membawa korban ke rumah sakit (RS Betha Medika) terdekat,'' jelas Maolana.

Menurut Maolana sebelum meninggal dunia, korban sempat mendapatkan penanganan tim medis RS Betha Medika sekitar setengah jam.

Lokasi RS Betha Medika ini tidak jauh dari TKP. Setelah itu, jenazah dibawa ke RSUD R Syamsudin Kota Sukabumi untuk otopsi.

Baca juga: Kisah Driver Ojol Lawan Begal: Sempat Kena Tusuk hingga Terlibat Adu Tarik Stang Motor

Pengakuan dibegal masih didalami

Saat ditanya bahwa korban sempat mengucapkan dibegal kepada saksi, Maolana mengatakan masih mendalaminya. Karena benar atau tidaknya kurang jelas juga. 

''Karena saat itu, saksi hanya ingin menolong dan membawa korban ke rumah sakit,'' jawab dia.

Hasil penyelidikan sementara mengenai barang-barang milik korban seperti sepeda motor masih ada atau tidak hilang, begitu juga tas dan dompet masih ada. 

''Sudah konfirmasi kepada keluarganya, untuk handphone (jenis Samsung J5) saja yang tidak ditemukan,'' tutur Maolana.

Diberitakan sebelumnya seorang pengemudi ojek online (diver ojol) bernama Taufik Hidayat (49) meninggal dunia setelah ditusuk orang tidak dikenal di Jalan Raya Sukabumi-Bogor, Kampung Cibolang, Desa Cibatu, Kecamatan Cisaat, Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (5/1/2020) malam. 

Handphone milik korban dilaporkan hilang dalam peristiwa yang berlangsung sekitar pukul 19:30 - 19:45 WIB.

Sedangkan sepeda motor matic yang dikendarainya masih utuh di tempat kejadian perkara (TKP). 

Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, warga Jalan Suryakancana RT 1 RW 6 Desa Sukamanah, Cisaat ini sempat mendapatkan penanganan tim medis di Rumah Sakit Betha Medika, Cisaat. 

Korban diselamatkan warga di sekitar TKP.

Baca juga: Driver Ojol Tewas Ditusuk di Jalan Raya Sukabumi-Bogor, HP Hilang, Motor Utuh



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Regional
Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X