Dibantu Tentara, Warga Madina Tangkap Buaya Sepanjang 3 Meter yang Meresahkan

Kompas.com - 04/01/2020, 17:26 WIB
Buaya sepanjang tiga meter yang berhasil ditangkap warga bersama tentara di Desa Sinunukan V, Natal, Mandailing Natal, Jumat (3/1/2019). Penangkapan buaya dilakukan karena sering muncul dan membuat takut warga. DOK. KODIM 0212/TAPANULI SELATANBuaya sepanjang tiga meter yang berhasil ditangkap warga bersama tentara di Desa Sinunukan V, Natal, Mandailing Natal, Jumat (3/1/2019). Penangkapan buaya dilakukan karena sering muncul dan membuat takut warga.

MANDAILING NATAL, KOMPAS.com - Satu ekor buaya sepanjang tiga meter berhasil ditangkap warga dibantu tentara, di Desa Sinunukan V, Kecamatan Natal, Mandailing Natal ( Madina), Jumat (3/1/2020).

Penangkapan tersebut dilakukan, karena buaya sering terlihat muncul dan membuat takut warga sekitar.

Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 17/Natal Kodim 0212/Tapanuli Selatan Serka Habib Husin Lubis mengatakan, sebelum dilakukan penangkapan dia sering menerima laporan dari warga soal adanya kemunculan buaya di anak sungai Dusun Bubu Desa Sinunukan V, Natal, Madina.

Penampakan buaya tersebut, kata Serka Habib membuat cemas dan takut bagi warga sekitar.

Baca juga: Dianggap Mengancam, Buaya Sepanjang 5 Meter Ditangkap Warga

 

Apalagi, banyak masyarakat yang menggunakan sungai sebagai sumber kehidupan dan kebutuhan sehari-hari.

"Kemunculan buaya membuat banyak warga jadi takut dan resah. Makanya kita lakukan upaya penangkapan dengan membuat jerat," katanya.

Kemudian, Jumat (3/1/2020) siang, jerat yang dipasangnya bersama warga rupanya berbuah hasil.

Buaya yang diduga sering muncul di sungai itu berhasil ditangkap.

"Bersama warga setempat kami melakukan pengkapan Buaya dengan cara menggunakan alat jerat peralatan seadanya, hingga akhirnya buaya sepanjang 3 meter ini berhasil ditangkap," ungkap Serka Habib.

Baca juga: 4 Konflik Buaya dengan Manusia, Hilang Saat Cari Ikan hingga Tubuh Ditemukan Tak Utuh

Warga diimbau berhati-hati beraktivitas di sungai

Buaya sepanjang tiga meter yang berhasil ditangkap warga bersama tentara di Desa Sinunukan V, Natal, Mandailing Natal, Jumat (3/1/2019). Penangkapan buaya dilakukan karena sering muncul dan membuat takut warga.DOK. KODIM 0212/TAPANULI SELATAN Buaya sepanjang tiga meter yang berhasil ditangkap warga bersama tentara di Desa Sinunukan V, Natal, Mandailing Natal, Jumat (3/1/2019). Penangkapan buaya dilakukan karena sering muncul dan membuat takut warga.
Sementara, Komandan Koramil 17/Natal Kapten Inf Robert Sinaga mengatakan, saat ini buaya tersebut sudah diamankan di tempat warga.

Dan selanjutnya, akan dikomunikasikannya dengan pihak BBKSDA agar tidak membahayakan warga.

Kapten Robert juga menghimbau masyarakat agar lebih berhati-hati ketika melakukan kegiatan di sekitar sungai.

Dan segara melaporkan kepada aparat apabila di pemukimannya ada buaya lainnya yang masuk.

"Lokasinya berada di daerah pesisir pantai dan banyak anak-anak sungai. Dan tidak menutup kemungkinan akan muncul buaya yang lainnya yang diketahui tidak hanya berjumlah satu ekor," ujar Kapten Robert.

Baca juga: Buaya Terkam Warga di Purbalingga, Korban Alami 26 Jahitan

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Satu Jemaah Tabligh Asal Lampung Positif Covid-19 di Bengkulu

Satu Jemaah Tabligh Asal Lampung Positif Covid-19 di Bengkulu

Regional
Seorang Pria di Kupang Cabuli Calon Anak Tirinya, Kepergok Ibu Korban

Seorang Pria di Kupang Cabuli Calon Anak Tirinya, Kepergok Ibu Korban

Regional
Upaya Pemkot Balikpapan Cegah Corona, Penutupan Ruas Jalan hingga Penerapan Jam Malam

Upaya Pemkot Balikpapan Cegah Corona, Penutupan Ruas Jalan hingga Penerapan Jam Malam

Regional
Rumah Zakat Kirim Paket Makanan ke Warga Terdampak Corona, Dibeli dari Warung Kecil dan Diantar Ojek Online

Rumah Zakat Kirim Paket Makanan ke Warga Terdampak Corona, Dibeli dari Warung Kecil dan Diantar Ojek Online

Regional
Fakta Karantina Wilayah Surabaya, Akses Khusus Pelat L, Orang yang Masuk Disterilkan

Fakta Karantina Wilayah Surabaya, Akses Khusus Pelat L, Orang yang Masuk Disterilkan

Regional
Khawatir Terjangkit Corona, Puluhan Warga Manggarai Timur Memilih Tinggal di Kebun

Khawatir Terjangkit Corona, Puluhan Warga Manggarai Timur Memilih Tinggal di Kebun

Regional
UPDATE: 1 PDP Corona di Batam Meninggal, Pasien Punya Riwayat Pergi ke Malaysia

UPDATE: 1 PDP Corona di Batam Meninggal, Pasien Punya Riwayat Pergi ke Malaysia

Regional
40 Akses Masuk ke Trenggalek Ditutup, Bupati Sebut Bukan 'Lockdown'

40 Akses Masuk ke Trenggalek Ditutup, Bupati Sebut Bukan "Lockdown"

Regional
Polres Salatiga Patroli Siber Buru Penyebar Hoaks Corona

Polres Salatiga Patroli Siber Buru Penyebar Hoaks Corona

Regional
TKI Berpotensi Menumpuk di Kepri jika Daerah Lain 'Lockdown' Lokal, Gubernur: Pak Menteri Kami Mohon Solusi

TKI Berpotensi Menumpuk di Kepri jika Daerah Lain "Lockdown" Lokal, Gubernur: Pak Menteri Kami Mohon Solusi

Regional
Cegah Penyebaran Corona, 19 Pintu Masuk ke Surabaya Dipekerkat

Cegah Penyebaran Corona, 19 Pintu Masuk ke Surabaya Dipekerkat

Regional
Ini Kriteria Kendaraan yang Boleh Masuk ke Surabaya Saat Karantina Wilayah Diterapkan

Ini Kriteria Kendaraan yang Boleh Masuk ke Surabaya Saat Karantina Wilayah Diterapkan

Regional
Wali Kota: Hingga Hari Ini, Tidak Ada Warga Sukabumi Positif Covid-19

Wali Kota: Hingga Hari Ini, Tidak Ada Warga Sukabumi Positif Covid-19

Regional
Surabaya Segera Karantina Wilayah, 19 Pintu Masuk Dijaga, Pengendara Di-screening

Surabaya Segera Karantina Wilayah, 19 Pintu Masuk Dijaga, Pengendara Di-screening

Regional
Cerita Wabup soal Profesor Terjangkit Corona hingga Pemakaman Ditolak Warga

Cerita Wabup soal Profesor Terjangkit Corona hingga Pemakaman Ditolak Warga

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X