Kompas.com - 27/12/2019, 07:01 WIB
Dandim 0608 Cianjur, Letkol Inf Rendra Dwi Ardhani menyematkan pin kepada seorang relawan tanggap bencana dalam apel siaga bencana di Makodim Cianjur, Kamis (26/12/2019) Dok: Kodim 0608/CianjurDandim 0608 Cianjur, Letkol Inf Rendra Dwi Ardhani menyematkan pin kepada seorang relawan tanggap bencana dalam apel siaga bencana di Makodim Cianjur, Kamis (26/12/2019)

CIANJUR, KOMPAS.com – Ratusan personel gabungan TNI/Polri, BPBD, Damkar dan relawan disiagakan untuk menghadapi ancaman bencana, sejurus cuaca ektrem yang tengah melanda wilayah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Komandan Kodim 0608/Cianjur, Letkol Inf Rendra Dwi Ardhani mengatakan, kewaspadaan harus ditingkatkan mengingat intensitas bencana di Cianjur meningkat dalam beberapa pekan terakhir ini.

“Ada 500 personel gabungan kita siagakan. Kita juga terus jalin komitmen dan sinergitas dengan semua elemen termasuk dengan stakeholder yang ada,” kata Rendra di Cianjur, Kamis (26/12/2019).

Sejauh ini, sejumlah bencana seperti banjir, tanah longsor dan angin puting beliung telah merusak fasilitas dan rumah-rumah warga.

Baca juga: Libur Nataru, Jumlah Penumpang KA di Cianjur Melonjak hingga 40 Persen

“Banyak rumah warga terdampak, dan tercatat ada satu korban jiwa akibat bencana ini,” ucapnya.

Rendra pun meminta masyarakat untuk mengurangi aktivitas di zona-zona merah (rawan bencana), guna menghindari jatuhnya korban apabila terjadi bencana.

“Mitigasi bencana dan keterlibatan semua pihak menjadi hal yang mutlak dalam menghadapi ancaman bencana ini,” ujar dia.

Baca juga: 5 Fakta Teror Kobra di Cianjur, Bersarang di Tumpukan Genteng hingga Damkar Terjunkan Tim Khusus

Aneka kasus bencana alam di Cianjur 

Sementara, data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur menunjukkan, sepanjang 2019 terjadi 99 bencana alam, terdiri dari longsor dan pergerakan tanah sebanyak 43 kasus, banjir 26 kasus, puting beliung 17 kasus, kebakaran hutan dan lahan 12 kasus, serta satu kali gempa.

Sekretaris BPBD Kabupaten Cianjur, M. Irfan Sofyan menyebutkan, Kabupaten Cianjur masuk kategori wilayah dengan indeks risiko bencana tertinggi di Indonesia. Persebarannya merata di seluruh wilayah.

”Semua potensi bencana ada di sini, sehingga bencana bisa terjadi setiap waktu. Karena itu, menjadi tugas yang serius juga untuk kami, terutama dalam pencegahan supaya dampak bencana bisa diminimalkan,” katanya.

Baca juga: Pemotor Tabrak Penyebrang Jalan di Cianjur hingga Tewas

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.