Kompas.com - 23/12/2019, 06:33 WIB
Sebanyak tiga ekor Penyu hijau dilepasliarkan diperairan Donggala, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Minggu (22/12/2019) istimewaSebanyak tiga ekor Penyu hijau dilepasliarkan diperairan Donggala, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Minggu (22/12/2019)

DONGGALA, KOMPAS.com -  Sebanyak tiga ekor penyu hijau (Chelonia mydas) yang diamankan oleh petugas pengawas perikanan Dinas Kelautan Perikanan Provinsi Sulawesi Tengah (DKP Sulteng) dilepasliarkan di Tanjung Karang, Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah, Minggu (22/12/2019).

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan  Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Tengah Agus Sudaryanto, Minggu. 

Ia mengatakan, penyu yang dilepasliarkan ini merupakan penyu yang diamankan oleh petugas pengawas perikanan di pelabuhan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Pagimana, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Jumat (20/12/2019) lalu.

"Sudah  banyak regulasi yang mengatur pelarangan penangkapan dan pemanfaatan penyu dan semua bagian tubuhnya. Namun masih saja sebagian kecil masyarakat yang belum mematuhi aturan tersebut," kata Agus, Minggu.

Baca juga: 4 Penyu yang Mati Dekat PLTU Dibawa ke Kantor Gubernur Bengkulu

Menurut Agus, kronologi dari penangkapan hewan dilindungi ini berawal adanya laporan masyarakat terkait penyu hijau yang akan dijual. Laporan masyarakat kemudian ditindaklanjuti.

Petugas pengawas perikanan kemudian memeriksa kapal nelayan  yang sudah menjadi target.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dan benar, tiga ekor penyu hijau berada di atas kapal nelayan tersebut dan siap untuk diperdagangkan.

Sebelumnya, sebanyak 21 ekor penyu sisik  (Eretmochelys imbricata) dilepasliarkan di wilayah perairan laut Donggala pada 11 Desember 2019 lalu.

Baca juga: Penyu Terdampar Terlilit Jaring dan Berlumur Minyak Hitam di Pantai Lagoi Bintan

Daging penyu berbahaya utuk dikonsumsi 

Berdasarkan penelitian para ahli, daging penyu sangat berbahaya dikonsumsi manusia sebab daging penyu sangat tinggi kadar logam beratnya.

"Bukan  hanya daging, telur penyu juga mengandung kadar kolesterol yang sangat tinggi," lanjut Agus.

"Di samping tertimbunnya bakteri, parasit dan racun (di daging penyu) akibat pola hidup penyu yang mengkonsumsi tumbuhan, spons karang beracun serta logam berat yang ada di dalam perairan," jelas Agus.

Untuk itu DKP Sulteng dan Jajaran Dinas Perikanan Kabupaten Donggala serta aparat penegak hukum di laut, tidak bosan  memberikan pengarahan dan penyuluhan kepada masyarakat serta penegakan hukum bagi yang melanggar.

Baca juga: Polisi Amankan 400 Kg Daging Penyu di Kuta Bali



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X