Dua Pria di Gresik Mengaku Polisi dan Memeras Warga

Kompas.com - 12/12/2019, 16:17 WIB
Kedua pelaku pemerasan dengan mengaku sebagai polisi, saat dihadirkan dalam rilis pengungkapan kasus di Mapolres Gresik, Kamis (12/12/2019). KOMPAS.COM/HAMZAH ARFAHKedua pelaku pemerasan dengan mengaku sebagai polisi, saat dihadirkan dalam rilis pengungkapan kasus di Mapolres Gresik, Kamis (12/12/2019).

GRESIK, KOMPAS.com - Agus Widodo (45) dan Musrizal (53), diamankan pihak kepolisian usai coba memeras Tri Kurniawati (38), warga Desa Boboh, Kecamatan Menganti, Gresik, Jawa Timur.

Agus dan Musrizal ditangkap saat memeras korban dengan mengaku sebagai anggota kepolisian di Polda Jawa Timur.

Agus tercatat sebagai warga Kelurahan Banyu Urip, Kecamatan Sawahan, Surabaya.

Sementara, Musrizal tercatat sebagai warga Kelurahan Manukan Wetan, Kecamatan Tandes, Surabaya.

Agus dan Musrizal menakuti korban dengan mengancam akan dibawa ke kantor polisi, lantaran menjual obat-obatan tanpa disertai resep dokter.

Baca juga: Mengaku Polisi, Pria Ini Lakukan Pemerasan Seks Online, Korbannya Ibu Rumah Tangga

Saat korban mulai ketakutan, kedua pelaku meminta sejumlah uang kepada korban.

"Mereka transaksi dengan korban untuk membeli obat-obatan yang tidak dilengkapi dengan resep dokter. Kemudian mereka menjelaskan, jika obat yang dijual tanpa resep dokter adalah perbuatan salah," ujar Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo dalam konferensi pers di Mapolres Gresik, Kamis (12/12/2019).

Merasa khawatir akan dipenjara, korban kemudian ketakutan dan bersedia untuk membayar uang yang mereka minta.

Namun, pada saat kejadian, korban mengatakan tidak memiliki uang senilai Rp20 juta seperti yang diminta Agus dan rekannya.

"Korban menyampaikan di dompetnya hanya ada Rp 2 juta. Tapi tersangka tidak mau dan tetap meminta Rp 20 juta," tutur Kusworo.

Tri kemudian memohon kepada para tersangka untuk menelpon suaminya, guna meminta uang yang dikehendaki.

Suami korban kemudian datang bersama dengan pihak kepolisian yang kemudian langsung menangkap para pelaku.

"Atas perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 333 KUHP (tentang) merampas kemerdekaan hak, Pasal 358 pemerasan, dan Pasal 335 perbuatan tidak menyenangkan," kata Kusworo.

Barang bukti yang berhasil diamankan polisi terdiri atas satu mobil Daihatsu Xenia yang digunakan pelaku, uang tunai Rp 2 juta, obat, serta sebuah ponsel.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Usai Gelar Dangdutan, Wakil Ketua DPRD Kota Tegal dan Keluarga Jalani Tes Usap Covid-19

Usai Gelar Dangdutan, Wakil Ketua DPRD Kota Tegal dan Keluarga Jalani Tes Usap Covid-19

Regional
Plt Bupati Cianjur Kecewa Ada Beras Campur Biji Plastik

Plt Bupati Cianjur Kecewa Ada Beras Campur Biji Plastik

Regional
Pegawainya Meninggal karena Covid-19, Dispendukcapil Kabupaten Semarang Hentikan Layanan Tatap Muka

Pegawainya Meninggal karena Covid-19, Dispendukcapil Kabupaten Semarang Hentikan Layanan Tatap Muka

Regional
Usai Ziarah ke Kebumen, 15 Warga Banyumas Positif Covid-19

Usai Ziarah ke Kebumen, 15 Warga Banyumas Positif Covid-19

Regional
'Tak Kuat Menahan Siksaan, Ku Iyakan Semua Tuduhan Polisi'

"Tak Kuat Menahan Siksaan, Ku Iyakan Semua Tuduhan Polisi"

Regional
Nekat Gelar Konser Dangdut, Polisi Periksa Wakil Ketua DPRD Kota Tegal

Nekat Gelar Konser Dangdut, Polisi Periksa Wakil Ketua DPRD Kota Tegal

Regional
'Kami Senang Sudah Ada Bensin yang Dijual Murah Sama Seperti di Jawa'

"Kami Senang Sudah Ada Bensin yang Dijual Murah Sama Seperti di Jawa"

Regional
Wakil Ketua DPRD Tegal Meminta Maaf, Akui Lalai Gelar Dangdutan Saat Pandemi

Wakil Ketua DPRD Tegal Meminta Maaf, Akui Lalai Gelar Dangdutan Saat Pandemi

Regional
Banyak ASN Pensiun, Wagub Babel: Hindari Cicilan Utang

Banyak ASN Pensiun, Wagub Babel: Hindari Cicilan Utang

Regional
Suami Perawat Positif Covid–19, Puskesmas Lumpue Parepare Tutup 2 Hari

Suami Perawat Positif Covid–19, Puskesmas Lumpue Parepare Tutup 2 Hari

Regional
Mayat Sekretaris yang Hamil Ditemukan di Bawah Tumpukan Pelepah Sawit

Mayat Sekretaris yang Hamil Ditemukan di Bawah Tumpukan Pelepah Sawit

Regional
Pamerkan Alat Kelamin ke Istri Orang Lewat Facebook, Seorang Oknum Kades Dilaporkan ke Polisi

Pamerkan Alat Kelamin ke Istri Orang Lewat Facebook, Seorang Oknum Kades Dilaporkan ke Polisi

Regional
Bos MeMiles Divonis Bebas

Bos MeMiles Divonis Bebas

Regional
Masjid Ini Sediakan Wifi Gratis untuk Siswa Belajar Online, Tapi Ada Syaratnya

Masjid Ini Sediakan Wifi Gratis untuk Siswa Belajar Online, Tapi Ada Syaratnya

Regional
KKB Pilih Intan Jaya Sebagai Wilayah Perang Terbuka dengan TNI-Polri, Ini Alasannya

KKB Pilih Intan Jaya Sebagai Wilayah Perang Terbuka dengan TNI-Polri, Ini Alasannya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X