Gubernur Sulsel Ajak Semua Pihak Kaji Rencana Penghapusan Eselon III dan IV

Kompas.com - 29/11/2019, 19:22 WIB
Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah (tengah) saat memimpin High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sulawesi Selatan dan Kabupaten Kota Se-Sulawesi Selatan, di Kantor Gubernur Sulsel, Jumat (15/11/2019). Dok. Humas Pemprov SulselGubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah (tengah) saat memimpin High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sulawesi Selatan dan Kabupaten Kota Se-Sulawesi Selatan, di Kantor Gubernur Sulsel, Jumat (15/11/2019).

MAKASSAR, KOMPAS.com - Presiden Jokowi mengulang rencana penghapusan eselon III dan IV untuk memotong panjangnya rantai pengambilan keputusan dalam birokrasi pemerintahan.

Jokowi pun menyampaikan rencana itu secara tertulis yang dibacakan oleh semua kepala daerah di Indonesia.

Sambutan tertulis Presiden Jokowi pun dibacakan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah pada upacara HUT ke-48 Korpri yang digelar di rumah jabatan Gubernur Sulsel Jalan Jendral Sudirman, Makassar, Jumat (29/11/2019).

Baca juga: Rencana Jokowi Pangkas Eselon III dan IV, Khofifah Minta ASN Tak Galau

Dalam sambutan yang dibacakan Nurdin, Presiden Jokowi mempunyai alasan di balik rencana penghapusan eselon III dan IV.

Salah satunya, panjangnya rantai pengambilan keputusan yang harus bisa dipotong, dipercepat dengan cara penerapan teknologi.

"Saya sudah meminta eselon III dan IV untuk ditiadakan sehingga pengambil keputusan bisa lebih cepat," kata Presiden Jokowi yang dibacakan Prof Nurdin Abdullah di hadapan seluruh aparatur sipil negara (ASN) lingkup Pemprov Sulsel.

Penghapusan eselon III dan IV tersebut, menurut Presiden Jokowi, hal pahit yang harus dilakukan.

Sebab, di era persaingan antara negara yang semakin sengit seperti saat ini, jika lambat pasti tertinggal.

Baca juga: Gubernur Kalbar Setuju Pemangkasan Eselon III dan IV, Kasi Dinas PU Dihilangkan

Gubernur Sulsel angkat bicara terkait rencana penghapusan eselon III dan IV di seluruh Indonesia. Ia pun meminta semua stakeholder agar tidak membuat penafsiran berbeda-beda.

 “Bapak Presiden menyampaikan ini karena beliau merasa birokrasi yang terlalu panjang, membuat negara kita susah berkembang. Oleh karena itu, penghapusan eselon III dan IV ini masih dalam kajian, tentu tidak semua.  Harapan kita pada ASN, supaya kinerjanya juga bisa lebih ditingkatkan,” katanya.

Nurdin mengajak seluruh elemen untuk mengkaji bersama gagasan Presiden Jokowi untuk menyederhanakan proses di pemerintahan ini, khususnya untuk ASN lingkup Pemprov Sulsel.

 “Kita kaji bersama walaupun Presiden sudah memberikan sinyal itu, kita harus kaji. Ya tentukan, masa camat harus dihapus, lurah harus dihapus, nah bagaimana statusnya itu? Makanya, Presiden meminta kita untuk mengkaji. Kalau kementerian oke, tapi di daerah?  Ya, makanya masukan itu sangat dibutuhkan oleh Bapak Presiden,” katanya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Pedagang Pasar Ciranjang, seperti Mimpi 2 Kali Jadi Korban Kebakaran

Cerita Pedagang Pasar Ciranjang, seperti Mimpi 2 Kali Jadi Korban Kebakaran

Regional
Menengok Bekas Tambang di Bangka yang Disulap Jadi Lokasi Agrowisata

Menengok Bekas Tambang di Bangka yang Disulap Jadi Lokasi Agrowisata

Regional
Jaringan Telkomsel di Sumatera Kembali Normal Pasca Kebakaran

Jaringan Telkomsel di Sumatera Kembali Normal Pasca Kebakaran

Regional
Warga Enggan Pinjamkan Cangkul karena Takut Tertular, Makam Pasien Covid-19 Ditutup Pakai Tangan

Warga Enggan Pinjamkan Cangkul karena Takut Tertular, Makam Pasien Covid-19 Ditutup Pakai Tangan

Regional
Seorang Istri di Bengkulu Tengah Merekayasa Kasus Pembunuhan Suaminya

Seorang Istri di Bengkulu Tengah Merekayasa Kasus Pembunuhan Suaminya

Regional
Kronologi Avanza Terbakar di Tol Bawen, Polisi Kejar Truk yang Diduga Kabur

Kronologi Avanza Terbakar di Tol Bawen, Polisi Kejar Truk yang Diduga Kabur

Regional
Kisah Agus, Penyandang Tunanetra Dirikan Rumah Belajar Gratis Bagi Anak Berkebutuhan Khusus

Kisah Agus, Penyandang Tunanetra Dirikan Rumah Belajar Gratis Bagi Anak Berkebutuhan Khusus

Regional
Kasus Pembubaran Paksa Acara Midodareni di Solo, Kapolda Jateng: Kita Kejar Pelaku Lainnya

Kasus Pembubaran Paksa Acara Midodareni di Solo, Kapolda Jateng: Kita Kejar Pelaku Lainnya

Regional
2 Staf Sekwan DPRD Kabupaten Bogor Dinyatakan Positif Covid-19

2 Staf Sekwan DPRD Kabupaten Bogor Dinyatakan Positif Covid-19

Regional
Polisi Mulai Selidiki Kasus Kebakaran Lahan di Ogan Ilir

Polisi Mulai Selidiki Kasus Kebakaran Lahan di Ogan Ilir

Regional
'Pak Ganjar, Saya Ingin Kaki Saya Sembuh, Saya Ingin Sekolah...'

"Pak Ganjar, Saya Ingin Kaki Saya Sembuh, Saya Ingin Sekolah..."

Regional
Polemik Potret Nyonya Meneer di Kemasan Minyak Telon, Ini Kata Saksi Ahli dalam Sidang

Polemik Potret Nyonya Meneer di Kemasan Minyak Telon, Ini Kata Saksi Ahli dalam Sidang

Regional
Fakta Gedung Telkom di Pekanbaru Terbakar, Toko Kartu Perdana Laris Manis hingga Keluhan Warga

Fakta Gedung Telkom di Pekanbaru Terbakar, Toko Kartu Perdana Laris Manis hingga Keluhan Warga

Regional
[POPULER NUSANTARA] Anak Gugat Ibu agar Harta Warisan Dibagikan | Kesaksian Warga Melihat Awan Tsunami

[POPULER NUSANTARA] Anak Gugat Ibu agar Harta Warisan Dibagikan | Kesaksian Warga Melihat Awan Tsunami

Regional
Anggota DPRD Ketapang Positif Corona Usai Kembali dari Kunker ke Jakarta

Anggota DPRD Ketapang Positif Corona Usai Kembali dari Kunker ke Jakarta

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X