Tawon Ndas Makan Korban di Tuban, BPBD Musnahkan 2 Sarangnya

Kompas.com - 26/11/2019, 15:31 WIB
Petugas BPBD Tuban saat memusnahkan sarang tawon ndas, usai seorang warga meninggal dunia akibat serangan hewan tersebut. Dok. BPBD TubanPetugas BPBD Tuban saat memusnahkan sarang tawon ndas, usai seorang warga meninggal dunia akibat serangan hewan tersebut.

TUBAN, KOMPAS.com - Setelah mendapatkan kabar mengenai meninggalnya Japar (61), warga Desa Kenongosari, Kecamatan Soko, Tuban, Jawa Timur, usai terkena serangan dan sengatan tawon ndas atau Vespa affinis, langkah tanggap dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban sebagai upaya antisipasi agar tidak sampai kejadian serupa terulang.

Jajaran BPBD Tuban sempat menyayangkan, keterlambatan informasi yang diberikan oleh masyarakat terkait adanya kejadian serangan tawon ndas, yang kemudian berujung pada adanya korban meninggal dunia.

"Usai kejadian, BPBD melakukan evakuasi sarang tawon dan minta masyarakat segera melaporkan, bila ada sarang tawon yang dirasa membahayakan. Sehingga kami berharap, tidak sampai ada korban meninggal dunia lagi," ujar Plt Kepala BPBD Tuban, Emil Pancoro, saat dihubungi, Selasa (26/11/2019).

Baca juga: Lagi, Serangan Tawon Vespa Affinis Renggut Korban Jiwa, Kali Ini Petani di Tuban

Lebih detail, Kasi Tanggap Darurat BPBD Tuban Taufik menuturkan, pihaknya sudah memusnahkan dua sarang tawon yang berada tidak jauh dari lokasi korban Japar dikabarkan mendapat serangan tawon ndas, yang kemudian merenggut nyawa korban pada Minggu (24/11/2019) malam.

"Kemarin sore (25/11/2019) kami sudah musnahkan dua sarang tawon di dua titik lokasi, tidak jauh dari korban Japar dikabarkan pertama kali mendapat serangan tawon. Keduanya memang sarang tawon ndas, dan memang (ukuran) besar-besar," tutur Taufik.

Satu sarang tawon diduga menjadi 'kelompok' tawon yang sempat menyerang korban Japar, berada di pepohonan bambu yang berada di belakang perumahan warga menuju akses persawahan. Sementara satu lagi, berada di pohon salak tidak jauh dari lokasi.

"Untuk yang kemarin menyerang korban itu yang dari pohon bambu, tapi kami juga menemukan sarang tawon lain di pohon salak tak jauh dari situ, besar juga di ketinggian sekitar 3 meter," jelasnya.

Baca juga: Selama 11 Bulan, 183 Sarang Tawon Vespa Dimusnahkan di Solo

Seperti diberitakan sebelumnya, Japar meregang nyawa pada Minggu (24/11/2019) malam, usai mendapat serangan tawon ndas pada Senin (18/11/2019).

Korban sempat mendapat perawatan di Puskesmas Soko, namun saat itu hanya rawat jalan.

Imbas serangan tawon kembali kambuh, sehingga Japar dirujuk ke RSUD Dr Koesma, Tuban, tapi sayang nyawanya tidak dapat terselamatkan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Desa di Kepulauan Meranti Terendam Banjir akibat Kanal Meluap

4 Desa di Kepulauan Meranti Terendam Banjir akibat Kanal Meluap

Regional
Kenalan di Facebook, PNS di Riau Ditipu Tentara AS Gadungan Rp 271 Juta, Korban Janji Dinikahi

Kenalan di Facebook, PNS di Riau Ditipu Tentara AS Gadungan Rp 271 Juta, Korban Janji Dinikahi

Regional
ABK yang Lompat Saat Kapal Diserang Perompak di Sorong Ditemukan Tewas

ABK yang Lompat Saat Kapal Diserang Perompak di Sorong Ditemukan Tewas

Regional
Ridwan Kamil Sudah Peringatkan Wali Kota Cimahi Sebelum Ditangkap KPK

Ridwan Kamil Sudah Peringatkan Wali Kota Cimahi Sebelum Ditangkap KPK

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 28 November 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 28 November 2020

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 28 November 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 28 November 2020

Regional
Oknum Anggota DPRD Labuhanbatu Utara Tertangkap Kasus Narkoba di Medan

Oknum Anggota DPRD Labuhanbatu Utara Tertangkap Kasus Narkoba di Medan

Regional
Buntut Kerumunan Acara Rizieq Shihab, Keterisian RS Covid-19 di Bogor Meningkat dan PSBB Diperpanjang

Buntut Kerumunan Acara Rizieq Shihab, Keterisian RS Covid-19 di Bogor Meningkat dan PSBB Diperpanjang

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 November 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 November 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 28 November 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 28 November 2020

Regional
Beri Kejutan Istri, Crazy Rich Surabaya Pasang Baliho Ucapan Ulang Tahun di Perempatan Jalan

Beri Kejutan Istri, Crazy Rich Surabaya Pasang Baliho Ucapan Ulang Tahun di Perempatan Jalan

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 28 November 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 28 November 2020

Regional
Gubernur Erzaldi: Pandemi Jadi Peluang Inovasi Dunia Pendidikan untuk SDM Lebih Unggul

Gubernur Erzaldi: Pandemi Jadi Peluang Inovasi Dunia Pendidikan untuk SDM Lebih Unggul

Regional
Kisah Bocah 10 Tahun Tewas Tenggelam di Sungai, Jatuh dari Tebing Setinggi 20 Meter Saat Cari Tanaman

Kisah Bocah 10 Tahun Tewas Tenggelam di Sungai, Jatuh dari Tebing Setinggi 20 Meter Saat Cari Tanaman

Regional
Meski Bromo Zona Hijau, Satgas Tak Izinkan Jazz Gunung Digelar

Meski Bromo Zona Hijau, Satgas Tak Izinkan Jazz Gunung Digelar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X