Kompas.com - 23/11/2019, 12:53 WIB
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko-Polhukam), Mahfud MD,  memberikan keterangan di Kantor Kemenko-Polhukam, Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (20/11/2019). Dian Erika/KOMPAS.comMenteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko-Polhukam), Mahfud MD, memberikan keterangan di Kantor Kemenko-Polhukam, Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (20/11/2019).

JOMBANG, KOMPAS.com — Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan M Mahfud MD mengatakan, pemerintah akan menempuh langkah diplomatik jika ada suporter Indonesia yang ditahan di Malaysia.

Menurut Mahfud, pemerintah masih mendalami informasi yang beredar terkait adanya penahanan terhadap sejumlah suporter timnas sepak bola Indonesia oleh Polisi Diraja Malaysia (PDRM).

"Langkah diplomatik. Tetapi hari ini saya mendapatkan (informasi), katanya informasinya tidak akurat, tidak ada suporter yang ditahan, apalagi diduga teroris," kata Mahfud seusai berziarah ke makam presiden keempat RI Abdurrahman Wahid di Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Sabtu (23/11/2019).

Baca juga: Suporter Indonesia Ditangkap di Malaysia, Minta Doa ke Istri hingga Disebut Hapus Akun Facebook

Dia menjelaskan, insiden yang terjadi di Malaysia beberapa hari lalu sudah menyangkut urusan antarnegara.

Sebagai negara yang sama-sama berdaulat, menurut Mahfud, ada aturan hubungan internasional yang harus dihormati antara Indonesia dan Malaysia.

Apabila ada warga Indonesia yang menghadapi perkara di luar negeri, Indonesia harus tunduk pada aturan internasional.

"Nanti kita lihat perkembangannya. Tentu langkah diplomatik yang bisa dilakukan karena ini menyangkut warga negara Indonesia di negara orang lain. Maka, harusnya langkah diplomatik dan itu sedang ditempuh," kata dia.

Mahfud MD mengatakan, sikap dan kebijakan yang akan diambil tidak bisa terburu-buru dan tetap harus tetap berada pada koridor aturan internasional.

Baca juga: Menpora Malaysia Sebut Video Pengeroyokan Suporter Indonesia Hoaks

Dilansir dari situs resmi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), lembaga tersebut sudah melaporkan semua insiden yang terkait dengan pertandingan sepak bola Indonesia vs Malaysia saat laga kualifikasi Piala Dunia 2022 di Stadion Bukit Jalil, Malaysia.

PSSI telah berkoordinasi dengan Atase Kepolisian Indonesia di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Malaysia terkait insiden pemukulan yang terjadi pada 18 November 2019.

PSSI juga sudah menerima laporan dan berkoordinasi soal tiga suporter yang ditahan dan diperiksa karena dituduh menyebar berita bohong terkait isu terorisme.

KBRI akan mengajukan permohonan akses konsuler untuk dapat menemui dan mendampingi ketiga orang tersebut.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ganjar Targetkan Genjot Vaksinasi di Jateng Mulai Juli-Desember 2021

Ganjar Targetkan Genjot Vaksinasi di Jateng Mulai Juli-Desember 2021

Regional
Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Regional
Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X