APBD Banten Disahkan, Bantuan untuk Pesantren Dimunculkan Lagi

Kompas.com - 19/11/2019, 21:32 WIB
Rapat Paripurna DPRD Provinsi Banten digelar untuk pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2020 di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, Selasa (19/11/2019). KOMPAS.COM/ACEP NAZMUDINRapat Paripurna DPRD Provinsi Banten digelar untuk pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2020 di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, Selasa (19/11/2019).

SERANG, KOMPAS.com - Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Banten tahun 2020 resmi disahkan, Selasa (19/11/2019). Jumlah yang disepakati mencapai Rp 13,2 triliun.

Kesepakatan tersebut dicapai setelah melalui proses pembahasan yang panjang. Hingga akhirnya disetujui dalam rapat paripurna di gedung DPRD Provinsi Banten di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten, Kota Serang, Selasa (19/11/2019).

Persetujuan itu diperoleh dalam Rapat Paripurna Pengambilan Keputusan tentang Persetujuan DPRD terhadap Raperda APBD Provinsi Banten TA 2020 di gedung DPRD Provinsi Banten KP3B Curug Kota Serang, Selasa (19/11/2019).

Dalam struktur APBD Provinsi Banten yang dipublikasikan, rincian APBD terdiri dari Pendapatan Asli Daerah senilai Rp 8,7 triliun dan Dana Perimbangan Rp 4,4 triliun.

Baca juga: APBD Jateng 2020 Disahkan Sebesar Rp 28,3 Triliun

 

Sementara Belanja Tidak Langsung dan Langsung masing-masing mencapai Rp 8,3 triliun dan Rp 4,9 triliun.

Pada tahun ini, terdapat program tambahan yang dimasukkan ke APBD, yakni bantuan untuk pesantren. Dana bantuan pondok pesantren sebelumnya pernah ada pada 2018 silam, namun menghilang pada APBD 2019.

Jumlah yang disepakati pada tahun ini untuk masing-masing pondok pesantren mencapai Rp 30 juta, sementara total pesantren yang akan diberi bantuan, jika mengacu pada tahun 2018, mencapai sekitar 3.122 pondok pesantren.

"Besarannya Rp 30 juta untuk tahun depan, sementara jumlah pesantrennya masih diverifikasi. Karena syaratnya kan ponpes itu harus berbadan hukum untuk menerima bantuan," kata Gubernur Banten Wahidin Halim di gedung DPRD Provinsi Banten, Selasa (19/11/2019).

Sementara Ketua DPRD Provinsi Banten Andra Soni mengatakan, bantuan untuk pondok pesantren kembali dihadirkan untuk menunjukkan bahwa Pemerintah Provinsi Banten serius membantu perkembangan pesantren di Banten. 

Baca juga: APBD Depok 2020 Ditetapkan Sebesar Rp 2,9 Triliun

Kata dia, nilai bantuan tersebut diharapkan bisa untuk membangun sarana dan prasarana di pondok pesantren, terutama di daerah-daerah yang belum terjangkau bantuan.

"Bisa jadi sebuah kenangan, berupa barang, kelas dan lain sebagainya, angka tersebut memang kurang maksimal untuk sarana prasarana, tapi ke depannya kita upayakan lebih besar," kata dia. 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pandemi Covid-19, Kerawanan Pilkada di Kabupaten Semarang Meningkat

Pandemi Covid-19, Kerawanan Pilkada di Kabupaten Semarang Meningkat

Regional
Partai Nasdem dan Gerindra Dukung Danny Pomanto di Pilkada Makassar 2020

Partai Nasdem dan Gerindra Dukung Danny Pomanto di Pilkada Makassar 2020

Regional
Belajar dari Kasus Balita Rafadan, Orang Miskin Dilarang Sakit?

Belajar dari Kasus Balita Rafadan, Orang Miskin Dilarang Sakit?

Regional
8 Destinasi Wisata Non Pendakian di Gunung Rinjani Dibuka 7 Juli 2020

8 Destinasi Wisata Non Pendakian di Gunung Rinjani Dibuka 7 Juli 2020

Regional
Tak Lagi Kantongi Izin, 14 Tempat Karaoke di Kota Tegal Nekat Beroperasi

Tak Lagi Kantongi Izin, 14 Tempat Karaoke di Kota Tegal Nekat Beroperasi

Regional
Tekan Covid-19, Jam Malam Diberlakukan di Sidoarjo, Sejumlah Jalan Ditutup

Tekan Covid-19, Jam Malam Diberlakukan di Sidoarjo, Sejumlah Jalan Ditutup

Regional
Bawa Senjata Tajam, Ratusan Warga Bongkar Paksa Peti Jenazah Covid-19 di Jeneponto, Polisi Buru Provokotor

Bawa Senjata Tajam, Ratusan Warga Bongkar Paksa Peti Jenazah Covid-19 di Jeneponto, Polisi Buru Provokotor

Regional
Pekan Depan, Polisi Periksa Legislator Penjamin Jenazah Covid-19 di Makassar

Pekan Depan, Polisi Periksa Legislator Penjamin Jenazah Covid-19 di Makassar

Regional
8 Pasien Positif di Grobogan Sembuh, 6 di Antaranya Warga Gubug

8 Pasien Positif di Grobogan Sembuh, 6 di Antaranya Warga Gubug

Regional
Suami Bunuh Pemuda yang Baru Dikenalnya Ternyata Residivis Kasus yang Sama

Suami Bunuh Pemuda yang Baru Dikenalnya Ternyata Residivis Kasus yang Sama

Regional
Puluhan Warga Datangi RS Minta Pasien Positif Corona Dipulangkan

Puluhan Warga Datangi RS Minta Pasien Positif Corona Dipulangkan

Regional
Satgas Covid-19 Diusir Saat Jemput Pasien Positif yang Kabur di Sumenep

Satgas Covid-19 Diusir Saat Jemput Pasien Positif yang Kabur di Sumenep

Regional
Mobil dengan Kaca Pecah Ditinggal Kabur Hebohkan Warga Jember

Mobil dengan Kaca Pecah Ditinggal Kabur Hebohkan Warga Jember

Regional
Kang Emil Optimis Kegiatan Keagamaan dan Pendidikan di Jabar Pulih dengan Cepat

Kang Emil Optimis Kegiatan Keagamaan dan Pendidikan di Jabar Pulih dengan Cepat

Regional
Usut Kasus Pengambilan Jenazah Covid-19 di Makassar, Polisi Telah Periksa 11 Saksi

Usut Kasus Pengambilan Jenazah Covid-19 di Makassar, Polisi Telah Periksa 11 Saksi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X