PKB Jaring Calon Pemimpin Terbaik untuk Pilkada 2020

Kompas.com - 19/11/2019, 20:49 WIB
Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda KOMPAS.COM/PUTRA PRIMA PERDANAKetua Komisi X DPR RI Syaiful Huda

BANDUNG, KOMPAS.com - Menjelang pelaksanan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020, DPP (Dewan Pimpinan Pusat) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) membentuk Gugus Tugas Pilkada.

Gugus tugas ini siap menjaring calon-calon pemimpin terbaik untuk berkompetisi dalam pesta demokrasi yang bakal digelar serentak di 270 daerah seluruh Indonesia tersebut.

“Kami siap memunculkan calon pemimpin terbaik dalam Pilkada 2020 sehingga nantinya masyarakat mendapatkan para kepala daerah terbaik di wilayah masing-masing,” ujar Juru Bicara DPP PKB Syaiful Huda, dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (19/11/2019).

Baca juga: KPU: 270 Daerah Telah Sepakati Anggaran Pilkada 2020


Huda menambahkan, Gugus Tugas Pilkada DPP PKB akan melakukan penjaringan, pemilihan hingga pemenangan calon atau pasangan calon yang akan diusung PKB dalam Pilkada Serentak 2020 bekerja sama dengan jajaran pengurus DPW, DPC, hingga Pengurus Ranting PKB di seluruh Indonesia untuk menjaring calon terbaik.

“Selain itu kami juga akan melakukan konsultasi politik dengan jajaran pengurus NU dari pusat hingga cabang untuk mendapatkan masukan siapa yang layak kami usung sebagai calon maupun pasangan calon,” tuturnya.

Gugus tugas Pilkada PKB nantinya akan berjumlah tujuh orang yang terdiri satu orang ketua, satu orang sekretaris, dan lima orang anggota.

Huda menjelaskan, untuk jabatan ketua dan sekretaris Gugus Tugas Pilkada, DPP PKB menunjuk Faisol Reza dan Anggia Erma Rini.

Sedangkan untuk anggota diisi oleh Abdul Halim Iskandar, Bambang Susanto, Syaiful Huda, Yanuar Prihatin, dan Ahmad Iman Syukri.

“Para anggota ini akan menjadi koordinator zona yang akan mengkoordinasikan proses penjaringan hingga pemenangan di wilayah-wilayah tertentu,” katanya.

Ketua Komisi X DPR RI ini mengatakan, dalam bekerja, Desk Pilkada akan mengedepankan pendekatan politik ilmiah (scientific politics) untuk memetakan kekuatan politik di masing-masing wilayah.

Dengan pendekatan tersebut, lanjut Huda, maka kekuatan partai politik, karakteristik pemilih, hingga potensi masing-masing calon kepala daerah bisa tergambar dengan baik.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X