Korupsi Pengadaan Alat Olahraga SD, PNS Divonis 6 Tahun Penjara

Kompas.com - 18/11/2019, 16:57 WIB
Terdakwa Yusmardi, PNS Dinas Pendidikan Lampung Selatan saat mengikuti sidang vonis di Pengadilan Tipikor Tanjung Karang, Senin (18/11/2019). Yusmardi divonis selama enam tahun penjara karena menerima suap dalam pengadaan alat olahraga SD tahun 2016. KOMPAS.com/TRI PURNA JAYATerdakwa Yusmardi, PNS Dinas Pendidikan Lampung Selatan saat mengikuti sidang vonis di Pengadilan Tipikor Tanjung Karang, Senin (18/11/2019). Yusmardi divonis selama enam tahun penjara karena menerima suap dalam pengadaan alat olahraga SD tahun 2016.

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com – Dinyatakan terbukti mengkorupsi pengadaan peralatan olahraga SD di Dinas Pendidikan Lampung Selatan tahun 2016, seorang PNS Pemkab Lampung Selatan, Yusmardi divonis enam tahun penjara.

Vonis yang dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Tipikor Tanjung Karang ini lebih tinggi satu tahun dibandingkan tuntutan Jaksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Kalianda yang menuntut terdakwa selama lima tahun penjara.

Yusmardi dinyatakan terbukti secara sah dan bersalah atas Pasal 18 ayat (1) huruf b, ayat (3) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

"Menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa 1, Yusmardi selama enam tahun penjara dan denda pidana sebesar Rp 240 juta subsider 6 bulan kurungan penjara. Selain itu, terdakwa wajib membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp460 juta subsider dua tahun penjara,” kata Hakim Ketua Syamsudin, Senin (18/11/2019).

Baca juga: Marak Korupsi di Desa, ICW Minta Pemerintah Usut Tuntas Kasus Desa Fiktif

Dua terdakwa lain dalam kasus ini (masing-masing berkas terpisah), Nur Muhammad dan Zulkifri yang merupakan rekanan divonis berbeda.

Nur Muhammad divonis pidana selama empat tahun dan enam bulan penjara, denda Rp 200 juta subsider enam bulan penjara.

“Terdakwa juga diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp 408 juta, jika tidak bisa membayar, hartanya dilelang dan jika tidak mencukupi diganti hukuman satu tahun dan enam bulan penjara,” kata Syamsudin.

Sedangkan terdakwa Zulfikri dijatuhi hukuman empat tahun penjara dan denda pidana sebesar Rp 200 juta subsider enam bulan kurungan penjara.

Majelis hakim juga menghukum terdakwa membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 82 juta.

Baca juga: 8 Tahun Jadi Buron Kasus Korupsi, Mantan Dirut PT Iglas Ditangkap di Jakarta

Kasus korupsi yang menggegerkan publik Lampung Selatan terungkap saat Ditkrimum Polda Lampung menemukan kejanggalan dalam pengadaan alat olahraga tahun anggaran 2016 yang nilainya mencapai Rp 2,3 miliar.

Yusmardi melakukan korupsi dengan modus menerima uang setoran sebesar Rp 460 juta dari Zulkifri. Uang itu diterima sebelum proses lelang.

Setelah menerima setoran, ketiga terdakwa mengatur proses lelang agar dimenangkan oleh Nur Muhammad. Dari audit BPKP, negara mengalami kerugian mencapai Rp 1,8 miliar.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tidak Benar, Isu yang Menyebut WN China di Surabaya Terjangkit Virus Corona

Tidak Benar, Isu yang Menyebut WN China di Surabaya Terjangkit Virus Corona

Regional
Seorang Ibu di Jepara Tewas Terseret Banjir Saat Kendarai Sepeda Motor

Seorang Ibu di Jepara Tewas Terseret Banjir Saat Kendarai Sepeda Motor

Regional
Hujan Deras Disertai Angin Kencang Rusak Tiga Rumah di Cirebon

Hujan Deras Disertai Angin Kencang Rusak Tiga Rumah di Cirebon

Regional
Pilkada Surabaya, 5 Partai Deklarasi Dukung Mantan Kapolda Jatim

Pilkada Surabaya, 5 Partai Deklarasi Dukung Mantan Kapolda Jatim

Regional
12 Mahasiswa Aceh di Wuhan Butuh Stok Makanan dan Masker Khusus

12 Mahasiswa Aceh di Wuhan Butuh Stok Makanan dan Masker Khusus

Regional
Longsor di Sumedang, Dua Orang Tewas dan Dua Lainnya Kritis

Longsor di Sumedang, Dua Orang Tewas dan Dua Lainnya Kritis

Regional
Sunda Empire Dilaporkan Roy Suryo, Ki Ageng Rangga: Maling Teriak Maling

Sunda Empire Dilaporkan Roy Suryo, Ki Ageng Rangga: Maling Teriak Maling

Regional
RSUP Sanglah Pulangkan 2 Turis China yang Sempat Diduga Terinfeksi Virus Corona

RSUP Sanglah Pulangkan 2 Turis China yang Sempat Diduga Terinfeksi Virus Corona

Regional
4 Fakta Warga Jambi Diduga Terjangkit Corona, Pulang dari China hingga Kini Diisolasi

4 Fakta Warga Jambi Diduga Terjangkit Corona, Pulang dari China hingga Kini Diisolasi

Regional
RSUP Wahidin Makassar Periksa Pasien yang Baru Pulang dari China, Hasilnya Negatif Virus Corona

RSUP Wahidin Makassar Periksa Pasien yang Baru Pulang dari China, Hasilnya Negatif Virus Corona

Regional
Hindari Virus Corona, 12 Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya di Wuhan Diisolasi

Hindari Virus Corona, 12 Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya di Wuhan Diisolasi

Regional
Wabah Virus Corona, 150 Turis China Tetap Diterima di Sumbar

Wabah Virus Corona, 150 Turis China Tetap Diterima di Sumbar

Regional
Geng Donki, Pelajar Pelaku Begal Pamitnya Belajar Kelompok

Geng Donki, Pelajar Pelaku Begal Pamitnya Belajar Kelompok

Regional
Gara-gara Bakar Lahan, Seorang ASN di Riau Ditahan

Gara-gara Bakar Lahan, Seorang ASN di Riau Ditahan

Regional
Ini Tanggapan Petinggi Sunda Empire Setelah Dilaporkan Roy Suryo ke Polisi

Ini Tanggapan Petinggi Sunda Empire Setelah Dilaporkan Roy Suryo ke Polisi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X