Edhy Prabowo Sampaikan 2 Pesan Jokowi pada Nelayan di Bangka

Kompas.com - 17/11/2019, 10:15 WIB
Menteri KKP Edhy Prabowo dan Gubernur Erzaldi Rosman di TPI Ketapang Pangkal Pinang. KOMPAS.com/HERU DAHNURMenteri KKP Edhy Prabowo dan Gubernur Erzaldi Rosman di TPI Ketapang Pangkal Pinang.

BANGKA, KOMPAS.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menyerap aspirasi dan menyampaikan pandangan Presiden Joko Widodo saat menemui masyarakat nelayan di Sungailiat, Bangka, Kepulauan Bangka Belitung.

"Kalau melihat persoalan itu langsung kepada masyarakat sebagai pelakunya. Bahkan kalau mau marah-marah silakan, persoalannya harus ada komunikasi langsung," kata Edhy yang didampingi Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman, Sabtu (16/11/2019).

Selain komunikasi langsung, presiden, kata Edhy, juga meminta dibangun sentra budidaya perikanan untuk daerah kepulauan. Bangka Belitung sendiri masuk daerah prioritas karena luas perairannya mencapai 80 persen, sementara daratan 20 persen.

Baca juga: Beda Kebijakan Edhy Prabowo dengan Susi Pudjiastuti...

Menteri dari perwakilan Gerindra itu menambahkan, konsep kerja Kementerian Kelautan dan Perikanan mengacu pada luasan perairan suatu wilayah. Beberapa wilayah yang juga jadi perhatian seperti Kepri, Maluku Utara dan Papua.

"Jadi kami ke sini ingin mendengarkan langsung dan nantinya ada kajian untuk diputuskan dalam program pembangunan," ujar Edhy.

Dalam pertemuan itu, masyarakat nelayan meminta adanya perluasan dan pendalaman alur muara Air Kantung. Selama ini sering terjadi pendangkalan sehingga menghambat aktivitas pelayaran.

Setelah mengunjungi nelayan Sungailiat, Edhy juga mengunjungi Jembatan Emas dan cool storage Kurau Bangka Tengah.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wanita Ini Jual Rumah dan Siap Dinikahi Pembelinya

Wanita Ini Jual Rumah dan Siap Dinikahi Pembelinya

Regional
Ibu-ibu Bawa Anaknya Demo Tuntut Sekolah Dibuka, Ini Tanggapan Disdik Pamekasan

Ibu-ibu Bawa Anaknya Demo Tuntut Sekolah Dibuka, Ini Tanggapan Disdik Pamekasan

Regional
Positif Corona, Sekda Grobogan: Keluhan Saya Tidak Bisa Tidur Nyenyak

Positif Corona, Sekda Grobogan: Keluhan Saya Tidak Bisa Tidur Nyenyak

Regional
Mahasiswanya Gantung Diri Diduga Depresi Skripsi Sering Ditolak Dosen, Ini Penjelasan Universitas

Mahasiswanya Gantung Diri Diduga Depresi Skripsi Sering Ditolak Dosen, Ini Penjelasan Universitas

Regional
2 Pasien Covid-19 di Riau Merasa Nyeri di Perut dan Ulu Hati

2 Pasien Covid-19 di Riau Merasa Nyeri di Perut dan Ulu Hati

Regional
Menkes Terawan Akan Pimpin Langsung Penanganan Covid-19 di Jawa Timur

Menkes Terawan Akan Pimpin Langsung Penanganan Covid-19 di Jawa Timur

Regional
Viral, Video Ibu-ibu Unjuk Rasa di Depan SD, Tuntut Sekolah Dibuka Kembali

Viral, Video Ibu-ibu Unjuk Rasa di Depan SD, Tuntut Sekolah Dibuka Kembali

Regional
Pejabat Desa Perkosa Bocah SD Yatim Berkali-kali, Ketahuan Saat Coba Lamar Korban

Pejabat Desa Perkosa Bocah SD Yatim Berkali-kali, Ketahuan Saat Coba Lamar Korban

Regional
19 Tenaga Medis di Samarinda Positif Corona karena Transmisi Lokal

19 Tenaga Medis di Samarinda Positif Corona karena Transmisi Lokal

Regional
Dekan UNS Surakarta: 25 Mahasiswa PPDS Positif Covid-19 Belum Ada yang Diwisuda

Dekan UNS Surakarta: 25 Mahasiswa PPDS Positif Covid-19 Belum Ada yang Diwisuda

Regional
Kasus Covid-19 di Jatim Tinggi, Menkes Terawan Berkantor di Surabaya Setiap Akhir Pekan

Kasus Covid-19 di Jatim Tinggi, Menkes Terawan Berkantor di Surabaya Setiap Akhir Pekan

Regional
Duka di Masamba, 13 Orang Tewas dan 46 Orang Hilang akibat Diterjang Banjir Bandang

Duka di Masamba, 13 Orang Tewas dan 46 Orang Hilang akibat Diterjang Banjir Bandang

Regional
Adaptasi Kebiasaan Baru, ASN Pemprov Papua Barat 'Ngantor' Mulai 15 Juli

Adaptasi Kebiasaan Baru, ASN Pemprov Papua Barat "Ngantor" Mulai 15 Juli

Regional
Serahkan Diri ke Polisi, Petugas P2TP2A yang Cabuli Korban Pemerkosaan Didampingi Keluarga

Serahkan Diri ke Polisi, Petugas P2TP2A yang Cabuli Korban Pemerkosaan Didampingi Keluarga

Regional
Bikin Resah, Pasien Covid-19 Tolak Karantina, Malah Santai Keluyuran dan Beli Sayuran

Bikin Resah, Pasien Covid-19 Tolak Karantina, Malah Santai Keluyuran dan Beli Sayuran

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X