Fakta 3 Saudara Sekandung di Belawan Terduga Teroris Bom Medan: Nyuruh Ngaji Bagus-bagus, Kok kayak Gini...

Kompas.com - 16/11/2019, 07:17 WIB
Sebuah gubuk terpantul di air parit tambak di Jalan Tambak Lingkungan 20, Kelurahan Sicanang (Canang Kering), Kecamatan Medan Belawan. Gubuk tersebut masih jaga petugas dan diberi garis polisi. Awak media yang hendak mengambil gambar disuruh me jauh oleh petugas pada Jumat (15/11/2019). KOMPAS.COM/DEWANTOROSebuah gubuk terpantul di air parit tambak di Jalan Tambak Lingkungan 20, Kelurahan Sicanang (Canang Kering), Kecamatan Medan Belawan. Gubuk tersebut masih jaga petugas dan diberi garis polisi. Awak media yang hendak mengambil gambar disuruh me jauh oleh petugas pada Jumat (15/11/2019).
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Rabu (13/11/2019) sekitar pukul 15.00 WIB, Rudi Suharto (52), warga Kecamatan Belawan, Kota Medan, melihat tayangan televisi yang menyiarkan teror bom di Mapolrestabes Medan.

Walaupun layar televisi goyang-goyang dan pandangan matanya kurang jelas, Rudi mengenali pelaku bom bunuh diri sebagai teman anak-anaknya.

Rudi bercerita bahwa pria yang disebut pelaku bom bunuh diri itu sering datang ke rumahnya dalam tiga bulan terakhir.

"Saya tahulah orangnya. Kenal di jalanlah saya. Sering ke sini dia, sekitar tiga bulanan terakhirlah. Dia datangnya siang. Dia dibawa kemungkinan karena satu pengajianlah," katanya.

Baca juga: Tiga Anaknya Jadi Terduga Teroris Bom Medan, Ini Ungkapan Hati Sang Ayah

Rudi mengaku memiliki gubuk di tambak yang ia jaga. Tambak itu untuk budidaya kepiting dan ikan.

Gubuk tersebut berada di ujung kampung dan berbatasan langsung dengan laut. Namun, jalannya sudah terbuat dari semen.

Jarak lokasi tersebut dengan Kota Medan sekitar 30 km. Untuk menuju ke gubuk tersebut, harus melewati jalan-jalan kecil dan tambak milik warga.

Tiga anaknya, yaitu Aris (28), Andri (25), dan Fadli (23), serta rekan-rekannya sering duduk-duduk di gubuk tersebut.

Polisi menyebutkan, gubuk tersebut digunakan untuk merakit bom bunuh diri yang meledak di Mapolrestabes Medan.

Baca juga: Cerita Tetangga Terduga Teroris Medan: Syafri Enggan Hormat Bendera, Ikut Pengajian Eksklusif

 

"Kalau tak salah ya jangan dihukumlah"

Rudi Suharto (52) merasa sedih tiga anaknya terkait bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan pada Rabu pagi (13/11/2019). Ketiganya yakni Aris (28), Andri (25) dan Fadli (23). Saat ini Andri melarikan diri.KOMPAS.com/DEWANTORO Rudi Suharto (52) merasa sedih tiga anaknya terkait bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan pada Rabu pagi (13/11/2019). Ketiganya yakni Aris (28), Andri (25) dan Fadli (23). Saat ini Andri melarikan diri.
Kamis (14/11/2019) malam, Rudi membawa dua anaknya, Aris (28) dan Fadli (23), ke rumah Kepala Ligkungan (Kepling) Jehadun Bahar (52).

Ia melakukan itu setelah melihat tayangan televisi dan Kepling mencari informasi tentang anaknya.

"Saya ajak ke rumah Kepling karena kepling yang cari informasi. Cemana lah kok sampai kek gini kalian," katanya.

Rudi mengatakan kepada dua anaknya bahwa mereka harus bertanggung jawab dan menahan mereka agar tidak melarikan diri.

Sekitar 20 menit di rumah Kepling, polisi datang kemudian membawa Aris dan Fadli.

Baca juga: Polisi Jadi Target Teroris, Pengamat Nilai Ada Dendam

"Memang tak saya kasih lari mereka. Harus kalian tanggung jawab karena walaupun lari kalian, pasti akan dicari lagi. Waktu saya bilang gitu (Aris dan Fadli) diam saja," katanya.

Sementara Andri (25), anak keduanya, diduga melarikan diri pada Rabu malam. Saat itu Rudi yang ada di belakang rumah melihat Andi mengambil baju dan pergi. Ia mengira Andri pergi ke tambak.

"Rencananya mau saya bilangin. Tapi tak lama dia pigi keluar. Habis itu tak pulang-pulang. Kalau si abang masih di kolam. Kawannya pun datang, kemungkinan mau ngajak lari karena dia lari juga," katanya.

Baca juga: Selidiki Kasus Bom Medan, Polisi 5 Jam Geledah 3 Rumah di Belawan, Ini Hasilnya

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sayangkan Penyelundupan Anemon, Gubernur NTT: Masyarakat Harus Jaga Kekayaan Laut

Sayangkan Penyelundupan Anemon, Gubernur NTT: Masyarakat Harus Jaga Kekayaan Laut

Regional
Komplotan Pembuat KTP Palsu Mengaku Bisa Urus KTP dalam Sehari, Biayanya Rp 1,5 Juta

Komplotan Pembuat KTP Palsu Mengaku Bisa Urus KTP dalam Sehari, Biayanya Rp 1,5 Juta

Regional
Ridwan Kamil: Inpres Soal Denda Tak Pakai Masker Sedang Disiapkan

Ridwan Kamil: Inpres Soal Denda Tak Pakai Masker Sedang Disiapkan

Regional
Selama Penerapan PSBB, Angka Kecelakaan Lalu Lintas di Kota Tegal Menurun

Selama Penerapan PSBB, Angka Kecelakaan Lalu Lintas di Kota Tegal Menurun

Regional
Kasus Covid-19 di Ponorogo Tembus 114 Orang, Terbanyak dari Klaster Pondok Gontor

Kasus Covid-19 di Ponorogo Tembus 114 Orang, Terbanyak dari Klaster Pondok Gontor

Regional
Update Banjir Bandang Luwu Utara, Korban Bertambah Jadi 32 Orang

Update Banjir Bandang Luwu Utara, Korban Bertambah Jadi 32 Orang

Regional
Kapolda Banten Larang Pengumpulan Warga Saat Pembagian Daging Kurban

Kapolda Banten Larang Pengumpulan Warga Saat Pembagian Daging Kurban

Regional
Bali Gelar Donor Plasma Darah untuk Terapi Lawan Corona

Bali Gelar Donor Plasma Darah untuk Terapi Lawan Corona

Regional
12 Tahanan di Polres Kudus Positif Virus Corona, Tertular Tahanan Judi

12 Tahanan di Polres Kudus Positif Virus Corona, Tertular Tahanan Judi

Regional
Bawaslu Jateng Keluhkan KPU Kurang Transparan soal Data Pemilih

Bawaslu Jateng Keluhkan KPU Kurang Transparan soal Data Pemilih

Regional
Ada Tamu Positif Covid-19, Dua Hotel di Solo Ditutup 7 Hari

Ada Tamu Positif Covid-19, Dua Hotel di Solo Ditutup 7 Hari

Regional
Tambah 15, Total 38 Santri Pondok Gontor Dinyatakan Positif Covid-19

Tambah 15, Total 38 Santri Pondok Gontor Dinyatakan Positif Covid-19

Regional
Ini Imbauan Risma kepada Takmir Masjid dan Petugas Pemotong Hewan Kurban

Ini Imbauan Risma kepada Takmir Masjid dan Petugas Pemotong Hewan Kurban

Regional
Pengumuman Rekomendasi Calon Wali Kota Solo dari PDI-P Diumumkan Besok, Gibran: Mohon Doanya Agar Dilancarkan

Pengumuman Rekomendasi Calon Wali Kota Solo dari PDI-P Diumumkan Besok, Gibran: Mohon Doanya Agar Dilancarkan

Regional
Ridwan Kamil Akui Pandemi Covid-19 Ganjal Realisasi Janji Kampanyenya

Ridwan Kamil Akui Pandemi Covid-19 Ganjal Realisasi Janji Kampanyenya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X