Aturan Bikin Sekolah Seolah Penjara, Guru Tak Berdaya, Siswa Pun Tak Bahagia

Kompas.com - 14/11/2019, 15:42 WIB
Puluhan guru mengikuti Class Series Jabar Masagi di Dinas Pendidikan Jawa Barat, Rabu (13/11/2019). KOMPAS.com/RENI SUSANTIPuluhan guru mengikuti Class Series Jabar Masagi di Dinas Pendidikan Jawa Barat, Rabu (13/11/2019).

“(Pelatihan) ini sangat berguna. Karena selama ini di lapangan, kita mendidik anak untuk memiliki karakter baik tapi pengetahuan kita belum sesuai. Bagaimana mendampingi siswa sesuai dengan potensinya, keberagaman, dan keunikannya,” tuturnya.

Baca juga: Surat dari Pedalaman Papua untuk Menteri Nadiem: Ibu Guru, Kami Takut Meja Patah

 

Tantangan: siswa bahagia lahir dari guru yang bahagia

Koordinator Komunitas Guru Jabar Masagi Wita Roswita mengatakan, tantangan untuk guru saat ini adalah ketidakmerdekaan.

Mereka merasa tidak punya cukup daya untuk membuat perubahan di lapangan.

“Misal pendidikan karakter atau program apapun yang diinisiasi pemerintah ataupun non pemerintah, kadang selalu dihayati sebagai beban tambahan. Karena sehari-hari saja sudah dibebani beban administrasi, tuntutan untuk meloloskan anak dengan nilai ujian tinggi,” ungkapnya.

Untuk itulah, kelas-kelas seperti ini diadakan, selain pelatihan yang secara khusus diberikan pada 21 sekolah terpilih di Jabar.

Baca juga: Kebutuhan Guru di Surabaya Mendesak, Risma: Kalau Enggak Dapat Aku yang Ngajar

Lewat kelas ini, pihaknya ingin membangun keberdayaan guru. Guru tidak merasa hopeless, mempraktekkan isi dari pelatihan tersebut, dan melakukan perubahan sekecil apapun.

“Kami berharap dari kelas-kelas ini terbentuk komunitas guru yang saling menguatkan (support system) menuju pendidikan karakter yang lebih baik,” imbuhnya.

Sebab siswa yang bahagia akan lahir dari guru yang bahagia. Itulah yang saat ini terus diperjuangkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pendidikan dan Jabar Masagi.

“Hasilnya di luar ekspektasi. Banyak guru yang daftar kelas ini dari berbagai daerah, meski harus mengeluarkan biaya sendiri,” pungkasnya.

Baca juga: Kisah Inspiratif, Sriyono Guru PAUD Penyandang Disabilitas dari Blora

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Guru Honorer David Berdayakan Lansia untuk Buat Pot Sabut Kelapa: Gaji Minus Tak Masalah

Cerita Guru Honorer David Berdayakan Lansia untuk Buat Pot Sabut Kelapa: Gaji Minus Tak Masalah

Regional
Bahar bin Smith Menolak Diperiksa Polisi, Ini Kata Pengacara

Bahar bin Smith Menolak Diperiksa Polisi, Ini Kata Pengacara

Regional
Seorang Pria Tembak Kepala Ayah Teman Anaknya hingga Tewas

Seorang Pria Tembak Kepala Ayah Teman Anaknya hingga Tewas

Regional
5 Fakta Bocah 8 Tahun Kleptomania di Nunukan, Dicekoki Susu Campur Sabu hingga Ibu Pernah Ditahan di Malaysia

5 Fakta Bocah 8 Tahun Kleptomania di Nunukan, Dicekoki Susu Campur Sabu hingga Ibu Pernah Ditahan di Malaysia

Regional
Kabupaten Cianjur Terancam Zona Merah Covid-19

Kabupaten Cianjur Terancam Zona Merah Covid-19

Regional
Gara-gara Pasien Covid-19 Menolak Diisolasi, Satu Kawasan Dikarantina

Gara-gara Pasien Covid-19 Menolak Diisolasi, Satu Kawasan Dikarantina

Regional
Ketua FPI Pekanbaru dan Seorang Anggotanya Jadi Tersangka

Ketua FPI Pekanbaru dan Seorang Anggotanya Jadi Tersangka

Regional
Suami Bupati dan 36 Pegawai Pemkab Brebes Positif Covid-19 Usai Tur ke Bromo, Ganjar: Kurangi Piknik

Suami Bupati dan 36 Pegawai Pemkab Brebes Positif Covid-19 Usai Tur ke Bromo, Ganjar: Kurangi Piknik

Regional
Gentar, Guru Asli Orang Rimba yang Tak Ingin Lagi Warga Pedalaman Ditipu

Gentar, Guru Asli Orang Rimba yang Tak Ingin Lagi Warga Pedalaman Ditipu

Regional
Ayah Angkat Ceritakan Kelamnya Masa Kecil Bocah Diduga Kleptomania

Ayah Angkat Ceritakan Kelamnya Masa Kecil Bocah Diduga Kleptomania

Regional
Aksara Bali di Proyek Rp 22 Miliar Alun-alun Gianyar Keliru

Aksara Bali di Proyek Rp 22 Miliar Alun-alun Gianyar Keliru

Regional
Cerita Dimas, Sukses Kembangkan Budidaya Tanaman Bonsai Kelapa Beromzet Jutaan Rupiah

Cerita Dimas, Sukses Kembangkan Budidaya Tanaman Bonsai Kelapa Beromzet Jutaan Rupiah

Regional
Menyoal Penularan Covid-19 Saat Sekolah Tatap Muka di Gunungkidul, Siswa Terpapar dari Guru Positif Corona

Menyoal Penularan Covid-19 Saat Sekolah Tatap Muka di Gunungkidul, Siswa Terpapar dari Guru Positif Corona

Regional
Ganjar Pertimbangkan Sekolah Tatap Muka Tak Digelar Serentak

Ganjar Pertimbangkan Sekolah Tatap Muka Tak Digelar Serentak

Regional
Fotonya Bersama Ganjar Disalahgunakan untuk Kampanye Calon Bupati Purbalingga, Kader PDI P Lapor Bawaslu

Fotonya Bersama Ganjar Disalahgunakan untuk Kampanye Calon Bupati Purbalingga, Kader PDI P Lapor Bawaslu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X