Eksekusi Gedung Astranawa Ricuh, 3 Orang Diamankan

Kompas.com - 13/11/2019, 13:39 WIB
Gedung Astranawa di Kecamatan Gayungan, Surabaya, Jawa Timur. KOMPAS.com/ACHMAD FAIZALGedung Astranawa di Kecamatan Gayungan, Surabaya, Jawa Timur.

SURABAYA, KOMPAS.com - Eksekusi gedung Astranawa di Jalan Gayungsari Timur Surabaya, Jawa Timur, diwarnai kericuhan. Pihak yang mengaku pemilik sah menghalangi petugas saat melakukan pengosongan.

"Ketiga orang tadi hanya terbawa emosi, jadi diamankan," ujar Wakapolrestabes Surabaya, AKBP Leonardus Simamarta, Rabu (13/11/2019).

Baca juga: Gedung Astranawa Surabaya Dieksekusi, 1.000 Personil TNI-Polri Dikerahkan


Pengosongan dilakukan usai juru sita Pengadilan Negeri Surabaya, Joko Subagyo, membacakan amar putusan.

Meski sempat dihadang, namun pengosongan berjalan lancar, dan pihak penggugat berhasil mengeluarkan barang?barang dari dalam gedung.

Massa beratribut Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) melantunkan salawat, saat juru sita berhasil masuk ke halaman gedung dan mulai mengosongkan gedung.

Eksekusi tersebut merupakan sengketa aset hibah antara pengurus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Timur dengan Khoirul Anam, mantan Ketua PKB Jawa Timur Era Gus Dur.

Akhir cerita, Mahkamah Agung (MA) telah memutuskan DPW PKB Jatim sebagai pemenang atas sengketa Gedung Astranawa.

Atas putusan ini, Pengadilan Negeri (PN) Surabaya melalui surat bahkan telah menyampaikan pemberitahuan eksekusi pada 13 November.

"Perkara ini sudah memiliki kekuatan hukum dan gedung tersebut milik PKB Jatim," kata Wakil Ketua DPW PKB Jawa Timur Anik Maslachah.

Baca juga: Polisi Sebut Provokator Demo Menyamar Pakai Seragam SMA untuk Buat Kericuhan

Terpisah, mantan Ketua PKB Jawa Timur, Choirul Anam membantah aset tersebut milik PKB Jawa Timur.

"Saya mendapat hibah dari seseorang bernama Ramelan pada 1997. Sementara PKB lahir pada 1998. Bagaimana mungkin itu milik PKB?" ujarnya.

Menurut dia, dasar surat persetujuan hibah oleh Soenarto Soemoprawiro selaku Ketua Dewan Pembina Yayasan Kas Pembangunan Kota Surabaya itu menjelaskan bahwa tanah yang dihibahkan itu di Kelurahan Menanggal, Kecamatan Rungkut, bukan di Kecamatan Gayungan.

"Saat ini kami sedang berupaya hukum menggugat ketetapan eksekusi atas Gedung Astranawa," jelasnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X