Cemburu, Alasan Suami Tusuk Istrinya yang Sedang Hamil 5 Bulan

Kompas.com - 13/11/2019, 13:38 WIB
Ketua P2TP2A Garut Diah Kurniasari Gunawan saat menengok ibu hamil korban penusukan suaminya sendiri, Rabu (13/11/2019) KOMPAS.COM/ARI MAULANA KARANGKetua P2TP2A Garut Diah Kurniasari Gunawan saat menengok ibu hamil korban penusukan suaminya sendiri, Rabu (13/11/2019)

 

GARUT, KOMPAS.com - Kasus penusukan seorang ibu yang tengah hamil lima bulan di Leuwigoong Garut oleh suaminya sendiri, diduga didasari perasaan cemburu.

E, suami dari R cemburu pada istrinya.

R, korban penusukan mengungkapkan, malam sebelum penusukan, mantan suaminya sempat datang ke rumahnya untuk menjemput anaknya yang berusia 8 tahun.

Karena, saat itu kebetulan anaknya memang sengaja dibawa oleh R ke rumah karena libur sekolah.

"Malam itu suami saya sudah bawa-bawa tongkat mau mukul mantan suami saya yang mau jemput anak," kata R saat ditemui di ruang perawatan RSU sr Slamet Garut, Rabu (13/11/2019).

Baca juga: Ibu Hamil Lima Bulan Ditusuk Suaminya Sendiri, Kondisinya Kritis

Melihat hal itu, R pun malam itu sembunyi di rumah bibinya yang tidak jauh dari rumah orangtuanya yang ditinggalinya bersama E suaminya.

R sudah menduga suaminya akan mencarinya, makanya dia bersembunyi dirumah bibinya.

"Jam 1 malam, dia datang gedor-gedor ke rumah nyari saya, orangtua saya kasih tahu saya ada di rumah bibi, padahal saya pengennya jangan dikasih tahu," katanya.

Setelah mengetahui E ada di rumah bibinya, E pun langsung mendatanginya. Awalnya, E enggan menemui suaminya.

Namun suaminya terus berdiri di depan rumah hingga lebih dari setengah jam.

Hingga, dirinya pun menghampiri suaminya. E dan R pun akhirnya duduk bersama.

"Saat duduk dia ngelus-ngelus perut, kemudian meluk dan nyiumin saya, terus dia bilang "Kamu mau lihat saya mati," katanya.

R sendiri saat itu sudah merasa curiga pada suaminya. Karena, gelagatnya berbeda. E tampak gelisah.

Hingga, saat dirinya lengah, E langsung menusukkan pisau ke perutnya yang tengah hamil.

"Dia mengincar perut saya, saya terus berusaha melindungi perut saya sambil teriak minta tolong, makanya saya kena tusuk di kaki, tangan dan punggung, banyak luka," katanya.

Baca juga: Usai Tusuk Istrinya yang Hamil 5 Bulan, Suami Ini Lalu Coba Bunuh Diri

R menuturkan, saat berusaha menusuk perutnya, suaminya begitu membabi buta. Hingga akhirnya datang saudara R dan E pun pergi.

"Saya udah lemas karena banyak luka, saya enggak melihat dia menusuk dirinya sendiri," jelas E.

R mengaku, baru menikah dengan E sekitar 6 bulan. R sendiri, saat menikah dengan E berstatus janda beranak satu yang berusia 8 tahun. Anak R tinggal bersama mantan suami R.

R mengaku, selama menikah dirinya memang sering cekcok dengan suaminya. Terakhir, dirinya meminta suaminya untuk mencari kerja. Namun, E menolak.

"Sehari-harinya cuma tiduran, makanya saya minta dia cari kerja," katanya.

Setiap kali cekcok, menurut R, suaminya selalu mengancam dirinya daripada pisah lebih baik mati. Sebab, sang suami tidak mau kehilangan dirinya.

Setelah kejadian ini, R meminta aparat penegak hukum bisa menghukum R seberat-beratnya dan dirinya pun akan menuntut cerai suaminya. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mari Bantu Balita 4 Tahun yang Dianiaya secara Sadis oleh Paman dan Bibi

Mari Bantu Balita 4 Tahun yang Dianiaya secara Sadis oleh Paman dan Bibi

Regional
Perjalanan Kasus Yaidah, Dipingpong Urus Akta Kematian Anak dari Surabaya ke Jakarta hingga Tuai Reaksi Dirjen Dukcapil

Perjalanan Kasus Yaidah, Dipingpong Urus Akta Kematian Anak dari Surabaya ke Jakarta hingga Tuai Reaksi Dirjen Dukcapil

Regional
Berulang Tahun, Ganjar Dapat Kado Spesial dari Eks Napi Teroris, Isinya...

Berulang Tahun, Ganjar Dapat Kado Spesial dari Eks Napi Teroris, Isinya...

Regional
BPBD Cianjur: Jika Hujan Deras 2 Jam, Warga Dekat DAS Siap-siap Mengungsi

BPBD Cianjur: Jika Hujan Deras 2 Jam, Warga Dekat DAS Siap-siap Mengungsi

Regional
Uang Rp 1 Miliar Hilang Misterius, Nasabah Ungkap Keanehan yang Dilakukan Bank

Uang Rp 1 Miliar Hilang Misterius, Nasabah Ungkap Keanehan yang Dilakukan Bank

Regional
Waspadai, Titik Rawan Kemacetan di Puncak Bogor Selama Libur Panjang

Waspadai, Titik Rawan Kemacetan di Puncak Bogor Selama Libur Panjang

Regional
[POPULER NUSANTARA] Bahar bin Smith Kembali Jadi Tersangka | IRT Gugat Gugus Tugas dan RSUD

[POPULER NUSANTARA] Bahar bin Smith Kembali Jadi Tersangka | IRT Gugat Gugus Tugas dan RSUD

Regional
Menyoal Sindikat Penyelundupan 99 Orang Rohingya di Aceh, Kapal Rusak Saat Dijemput di Tengah Laut

Menyoal Sindikat Penyelundupan 99 Orang Rohingya di Aceh, Kapal Rusak Saat Dijemput di Tengah Laut

Regional
Misteri Mayat Lelaki di Tumpukan Sampah, Tangan Terikat ke Belakang, Ditemukan Pemulung

Misteri Mayat Lelaki di Tumpukan Sampah, Tangan Terikat ke Belakang, Ditemukan Pemulung

Regional
Uang Kiriman Orangtua Menipis, Lulusan SMK Ini Malah Begal Sopir Taksi 'Online'

Uang Kiriman Orangtua Menipis, Lulusan SMK Ini Malah Begal Sopir Taksi "Online"

Regional
Buron Selama 8 Bulan, Pembunuh Wanita Pemandu Lagu Tertangkap

Buron Selama 8 Bulan, Pembunuh Wanita Pemandu Lagu Tertangkap

Regional
Dua Kakak Kandung Pembunuh Gadis 16 Tahun di Bantaeng Dituntut 12 Tahun dan 6 Tahun Penjara

Dua Kakak Kandung Pembunuh Gadis 16 Tahun di Bantaeng Dituntut 12 Tahun dan 6 Tahun Penjara

Regional
Pria Paruh Baya Ditemukan Tewas di Jalan Raya, Diduga Korban Tabrak Lari

Pria Paruh Baya Ditemukan Tewas di Jalan Raya, Diduga Korban Tabrak Lari

Regional
Jalan Ambles Terjadi di Lintas Penghubung Riau dan Sumbar

Jalan Ambles Terjadi di Lintas Penghubung Riau dan Sumbar

Regional
Pengibaran 1000 Bendera Merah Putih di Hari Sumpah Pemuda, Merawat Perbedaan

Pengibaran 1000 Bendera Merah Putih di Hari Sumpah Pemuda, Merawat Perbedaan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X