Mari Bantu Dela Puspita, Balita Penderita Tumor Ganas di Mata

Kompas.com - 11/11/2019, 20:07 WIB
Dela Puspita (4) warga Desa Petir, Kecamatan Dramaga, Bogor, Jawa Barat, menderita penyakit tumor ganas sejak usia 3 tahun.
Bocah berusia empat tahun ini merasakan kesakitan yang amat luar biasa akibat tumor yang kian membesar. KOMPAS.COM/AFDHALUL IKHSANDela Puspita (4) warga Desa Petir, Kecamatan Dramaga, Bogor, Jawa Barat, menderita penyakit tumor ganas sejak usia 3 tahun. Bocah berusia empat tahun ini merasakan kesakitan yang amat luar biasa akibat tumor yang kian membesar.

KABUPATEN BOGOR, KOMPAS.com - Saat berusia 3 tahun, mata Dela Puspita, memerah dan berair. 

Namun, hari berganti hari, perlahan mulai terlihat membengkak dan mengeluarkan nanah dan darah.

Tak jarang, sang ibu, Yanah, membersihkan nanah dan darah tersebut mengunakan kain basah.

"Kayak ada nanah gitu, kuning di sebelah mata hitamnya dan akhirnya pada tanya orang sini itu kenapa (Dela) coba cek takutnya katarak," kata Yanah, Minggu (10/11/2019).

Baca juga: Balita 4 Tahun yang Menderita Tumor Ganas Ini Butuh Uluran Tangan

Bocah malang ini pun hanya bisa meringis kesakitan ketika benjolan itu mulai kambuh sakitnya.

Berbagai cara pengobatan dilakukan, mulai membawa Dela ke RS UMI, namun karena peralatannya tidak lengkap, akhirnya mendapat surat rujukan ke RS Ciawi.

Oleh pihak RS Ciawi, Dela diminta untuk dibawa ke spesialis mata. Dela pada akhirnya dibawa ke RS Cipto untuk mendapat penanganan yang lebih intensif.

Setelah cek laboratorium, ternyata Dela menderita tumor mata kucing stadium tiga.

Sejak satu tahun terakhir, bocah berusia empat tahun ini merasakan kesakitan yang amat luar biasa akibat tumor yang terus membesar.

Rasa sakit di mata sebelah kiri itu akan kian menjadi-jadi ketika malam hari. Bahkan, sakitnya bisa menjalar ke bagian kepala sampai kaki.

Di RS Cipto, mata Dela dioperasi pada April 2019. Dela akhirnya harus menggunakan mata palsu.

Derita seakan tak ada habisnya bagi gadis kecil ini, mata palsu yang dipasang itu tiba-tiba saja copot.

Akibatnya, anak dari pasangan Yudi dan Yanah itu hanya merintih sakit karena tidak bisa tidur pada malam hari.

Alih-alih memasang kembali mata palsu tersebut, pihak keluarga hanya bisa pasrah lantaran tak punya cukup biaya, meskipun keluarga Dela mempunyai kartu BPJS BPI.

Opsi lain, Dela seharusnya menjalani kemoterapi secara berskala agar penyakit yang dideritanya tidak menjalar.

Namun, lagi-lagi faktor ekonomi yang menjadi hambatan. Alhasil, selama beberapa bulan ini benjolan itu dalam kondisi yang mengkhawatirkan.

Baca juga: Ditolak Naik Batik Air, Bocah Penderita Tumor Mata Akhirnya Pulang Naik Garuda

Meski begitu, kedua orangtua Dela tak pernah putus harapan. Ia sangat berharap putri pertamanya ini bisa sembuh dan ceria seperti dulu.

Besar harapan kedua orangtua Dela untuk kesembuhan tumor di mata sebelah kiri putrinya.

Keluarga berharap ada uluran tangan untuk meringankan biaya pengobatan Dela agar bisa lancar.

Kompas.com menggalang dana untuk membantu adik Dela.

Sisihkan sebagian rezeki kita untuk membantu sesama, klik di sini untuk donasi melalui Kitabisa.com.

Penggalangan dana dibuka sejak hari ini dan akan berlangsung selama 30 hari ke depan.

(KOMPAS.com/Afdhalul Ikhsan)

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Positif Covid-19 di Sulut Capai 1.431 Kasus

Positif Covid-19 di Sulut Capai 1.431 Kasus

Regional
Viral Video Wanita Lempar Alquran di Makassar, Polisi: Pelaku Sudah Diamankan

Viral Video Wanita Lempar Alquran di Makassar, Polisi: Pelaku Sudah Diamankan

Regional
Kepala BPSDM Perhubungan Minta Taruna PKTJ Tegal Jadi Relawan Covid-19

Kepala BPSDM Perhubungan Minta Taruna PKTJ Tegal Jadi Relawan Covid-19

Regional
Polisi Tangkap Pembunuh Guru SD yang Jasadnya Dimasukkan ke Ember

Polisi Tangkap Pembunuh Guru SD yang Jasadnya Dimasukkan ke Ember

Regional
Mataram Episentrum Penyebaran Corona, Wagub NTB Minta Penanganannya Keroyokan

Mataram Episentrum Penyebaran Corona, Wagub NTB Minta Penanganannya Keroyokan

Regional
Penjelasan Bupati Lumajang Tentang Sawah Istri Aktivis Salim Kancil yang Diduga Diserobot

Penjelasan Bupati Lumajang Tentang Sawah Istri Aktivis Salim Kancil yang Diduga Diserobot

Regional
Bandel Tak Pakai Masker, Warga Yogyakarta Siap-siap Didenda Rp 100.000

Bandel Tak Pakai Masker, Warga Yogyakarta Siap-siap Didenda Rp 100.000

Regional
Cabuli, Bunuh, dan Ambil Perhiasan Bocah 5 Tahun, Pelaku: Saya Butuh Uang Beli Sosis dan Kopi

Cabuli, Bunuh, dan Ambil Perhiasan Bocah 5 Tahun, Pelaku: Saya Butuh Uang Beli Sosis dan Kopi

Regional
54 Destinasi Wisata di Semarang Kembali Dibuka, Langgar Protokol Kesehatan Bakal Disanksi

54 Destinasi Wisata di Semarang Kembali Dibuka, Langgar Protokol Kesehatan Bakal Disanksi

Regional
Ada Bekas Penganiayaan pada Jasad WNI yang Disimpan di 'Freezer' Kapal China

Ada Bekas Penganiayaan pada Jasad WNI yang Disimpan di "Freezer" Kapal China

Regional
2 Bocah Tertimpa Pohon Tumbang, 1 Tewas, 1 Patah Tulang

2 Bocah Tertimpa Pohon Tumbang, 1 Tewas, 1 Patah Tulang

Regional
Ini Penjelasan BPPTKG Yogyakarta Soal Kondisi Gunung Merapi yang Menggembung

Ini Penjelasan BPPTKG Yogyakarta Soal Kondisi Gunung Merapi yang Menggembung

Regional
Pulang dari Semarang, Mahasiswi Kedokteran Ini Positif Covid-19

Pulang dari Semarang, Mahasiswi Kedokteran Ini Positif Covid-19

Regional
Rentan Tertular Corona, Ganjar Minta Tenaga Medis Rutin Cek Kesehatan

Rentan Tertular Corona, Ganjar Minta Tenaga Medis Rutin Cek Kesehatan

Regional
Ani Gelapkan Uang Nasabah Rp 7,7 M untuk Biaya Suami Jadi Anggota DPRD

Ani Gelapkan Uang Nasabah Rp 7,7 M untuk Biaya Suami Jadi Anggota DPRD

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X