Cuaca Ekstrem di Palembang, Suhu Udara Mencapai 36 Derajat Celsius

Kompas.com - 11/11/2019, 17:29 WIB
Ilustrasi cuaca panas shutterstockIlustrasi cuaca panas

PALEMBANG, KOMPAS.com - Suhu udara di Palembang, Sumatera Selatan, mencapai 36 derajat celsius sejak beberapa hari terakhir.

Kondisi itu akibat cuaca ekstrem yang melanda Provinsi Sumatera Selatan.

Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang mencatat, suhu udara eksrem itu terjadi akibat posisi matahari yang saat ini berada di sekitar garis khatulistiwa.

Selain itu, efek gas rumah kaca, lantaran kabut asap kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di beberapa wilayah.

Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi SMB II Palembang Bambang Beny Setiaji menjelaskan, kondisi suhu panas ekstrem juga terjadi pada 2015 lalu.

Bahkan, saat itu mencapai 37 derajat celsius.

"Kondisi udara beberapa hari terakhir memang cukup ekstrem, mencapai 36 derajat celsius. Suhu maksimum normal rata-rata yakni 32 derajat celsius," kata Bambang, Senin (11/11/2019).

Baca juga: Viral Video Kapolsek Bersimpuh di Hadapan Massa yang Bawa Golok

Kondisi panas ekstrem tersebut, menurut Bambang, akan menghilang setelah hujan turun. Prediksi hujan pun akan terjadi pada 12 hingga 15 November 2019 mendatang.

"Ada potensi hujan tiga hari ke depan. Suhu ekstrem ini sebelumnya pernah terjadi pada tahun 2015 mencapai 37 derajat. Lalu 3 tahun sesudah itu, kondisi suhu udara cenderung normal. Tapi untuk tahun ini tertinggi 36 derajat," kata dia.

Kepala kantor BMKG stasiun Kenten Palembang Nuga Putratijo menambahkan, musim kemarau di Sumsel akan berlangsung pada dasarian ketiga November.

Hal itu akibat dipengaruhi tiga siklon tropis wilayah laut Andaman, Filipina dan Cina Selatan yang membuat cuaca Sumsel terasa sangat kering.

"Semestinya, pada November, monsun Asia telah banyak membawa masuk uap air ke Sumsel. Namun, monsun Asutralia bersifat lebih kering masih berada di wilayah Sumsel," kata Nuga.

Baca juga: Bandara Samarinda Ditutup 26 Hari, Sopir hingga Penyedia Jasa Ikut Merugi

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemeriksaan Maraton oleh KPK Terkait Kasus Mantan Bupati Mojokerto

Pemeriksaan Maraton oleh KPK Terkait Kasus Mantan Bupati Mojokerto

Regional
Kronologi Bocah 3 Tahun Tewas Dianiaya Ayah Kandungnya karena Rewel Saat Mandi

Kronologi Bocah 3 Tahun Tewas Dianiaya Ayah Kandungnya karena Rewel Saat Mandi

Regional
Menguak Bisnis Pen Gun di Makassar, Fenomena Baru hingga Peluru dari Luar Negeri

Menguak Bisnis Pen Gun di Makassar, Fenomena Baru hingga Peluru dari Luar Negeri

Regional
Mobil Polisi Digembok karena Parkir di Jalan, Ini Penjelasan Polisi

Mobil Polisi Digembok karena Parkir di Jalan, Ini Penjelasan Polisi

Regional
Pawang yang Digigit King Kobra Disebut Lakukan Ritual Jinakkan Ular, Bukan Atraksi

Pawang yang Digigit King Kobra Disebut Lakukan Ritual Jinakkan Ular, Bukan Atraksi

Regional
Cerita Mahasiswa Indonesia yang Keluar dari China Saat Corona Mulai Mewabah

Cerita Mahasiswa Indonesia yang Keluar dari China Saat Corona Mulai Mewabah

Regional
Bolos Kerja 176 Hari, Ini Sanksi bagi 3 Guru SD dan 1 Pegawai Administrasi SMP di Kudus

Bolos Kerja 176 Hari, Ini Sanksi bagi 3 Guru SD dan 1 Pegawai Administrasi SMP di Kudus

Regional
Cerita Ayah Telepon Putrinya di Wuhan 3 Jam Sekali Hanya untuk Tanya Kabar

Cerita Ayah Telepon Putrinya di Wuhan 3 Jam Sekali Hanya untuk Tanya Kabar

Regional
60 Ternak di Gunungkidul Mati Mendadak Sejak Desember 2019, 6 karena Antraks

60 Ternak di Gunungkidul Mati Mendadak Sejak Desember 2019, 6 karena Antraks

Regional
Balita asal China Masih Diisolasi di RSUD NTB

Balita asal China Masih Diisolasi di RSUD NTB

Regional
Zuhri Pantau Istrinya yang Sedang Selesaikan Program Doktor di Wuhan Lewat Telepon

Zuhri Pantau Istrinya yang Sedang Selesaikan Program Doktor di Wuhan Lewat Telepon

Regional
Begini Nasib Siswi SD yang Diculik dan Dicabuli hingga Hamil 9 Bulan

Begini Nasib Siswi SD yang Diculik dan Dicabuli hingga Hamil 9 Bulan

Regional
Cegah Penyebaran Corona, Pemkab Bantul Pantau Warung Makan yang Sajikan Kelelawar

Cegah Penyebaran Corona, Pemkab Bantul Pantau Warung Makan yang Sajikan Kelelawar

Regional
174 Turis China di Solo Akan Segera Dipulangkan

174 Turis China di Solo Akan Segera Dipulangkan

Regional
Diduga Suspect Corona, Seorang Pasien di Malang Ternyata Batuk Biasa

Diduga Suspect Corona, Seorang Pasien di Malang Ternyata Batuk Biasa

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X