Polisi Ungkap Dugaan Pemalsuan e-KTP dan KK, Libatkan Tenaga Kontrak Dispendukcapil

Kompas.com - 06/11/2019, 21:55 WIB
Kasat Reskrim Polresta Surakarta, AKP Arwansah di Solo, Jawa Tengah, Rabu (6/11/2019). KOMPAS.com/LABIB ZAMANIKasat Reskrim Polresta Surakarta, AKP Arwansah di Solo, Jawa Tengah, Rabu (6/11/2019).

SOLO, KOMPAS.com - Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Surakarta mengungkap kasus dugaan pemalsuan dokumen kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) dan kartu keluarga (KK) dengan tersangka Rian Riansyah (35).

Tersangka merupakan tenaga kontrak dengan perjanjian kerja (TKPK) Dispendukcapil Surakarta yang ditugaskan sebagai operator di Kantor Kecamatan Laweyan.

Kasat Reskrim Polresta Surakarta AKP Arwansah mengatakan, kasus dugaan pemalsuan dokumen e-KTP dan KK tersebut terjadi pada Maret 2019 di Kantor Kecamatan Laweyan, Solo, Jawa Tengah.

Baca juga: Cegah Pemalsuan Buku Uji KIR, DKI Lakukan Digitalisasi KIR

Kasus tersebut berhasil terungkap pada Juli 2019 ketika ada seseorang yang ingin mengajukan kredit ke sebuah bank di Karanganyar.

"Modusnya, tersangka sebagai operator membuatkan KK dan e-KTP tidak sesuai prosedur di mana tersangka mengetahui orang yang membuat KK dan e-KTP tersebut telah memiliki e-KTP di kota lain, tapi tersangka tetap membuatkannya," katanya kepada wartawan di Solo, Jawa Tengah, Rabu (6/11/2019).

Dalam membuatkan dokumen e-KTP dan KK tersebut tersangka mendapatkan imbalan sebesar Rp 500.000.

Baca juga: Cegah Pemalsuan KIR, Pemprov DKI Digitalisasi Sistem Pengujian Kendaraan

Dalam pembuatan e-KTP, tersangka tidak melalui prosedur yang ditentukan sehingga e-KTP tersebut tidak teregister ke sistem Dispendukcapil. Sementara blangko yang digunakan untuk pembuatan e-KTP adalah material asli.

"Ketahuannya itu pada saat korban mengajukan kredit di bank. Saat dicek (e-KTP) tidak ada di sistem," paparnya.

Tersangka dijerat Pasal 94 dan atau Pasal 96 huruf (a) UU No 24 Tahun 2013 tentang perubahan atas UU No 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan dengan ancaman hukuman enam tahun dan paling lama 10 tahun penjara.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X