Wanadri Temukan Dua Mayat Diduga Pendaki Jambi di Kawah Gunung Dempo

Kompas.com - 04/11/2019, 00:22 WIB
Tim SAR gabungan menyisir jalur pendakian Kampung VI gunung Dempo kota Pagaralam, Sumatera Selatan untuk mencari keberadaan dua pendaki asal Jambi yang hilang sejak satu pekan lalu, Kamis (24/10/2019). KOMPAS.COM/AJI YK PUTRATim SAR gabungan menyisir jalur pendakian Kampung VI gunung Dempo kota Pagaralam, Sumatera Selatan untuk mencari keberadaan dua pendaki asal Jambi yang hilang sejak satu pekan lalu, Kamis (24/10/2019).

PALEMBANG, KOMPAS.com- Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung atau Wanadri menemukan dua jenazah di bibir kawah Gunung Dempo, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan.

Penemuan itu setelah sebelumnya tim relawan dari Wanadri melakukan proses pencarian dua pendaki asal Jambi yakni M Fikri Sahdila (17) dan Jumadi (26) yang hilang sejak 15 Oktober 2019.

Koordinator tim Wanadri, Ari Afandi mengatakan, mereka sebelumnya menemukan mayat pertama pada pukul 17.30 WIB, Sabtu (2/11/2019).

Baca juga: Mayat Diduga Pendaki Hilang di Gunung Dempo, Tim SAR Akan Segera Evakuasi

 

Mulanya, pencarian dimulai dengan menyisir puncak Dempo arah timur dan mendapati dari kejauhan terlihat mayat yang dikira adalah plastik warna biru.

Dari penemuan pertama tersebut, tim langsung melakukan evakuasi sekitar pukul 08.00WIB.

"Tim turun ke titik penemuan itu ke bibir kawah dengan kedalaman 350 meter. Saat dilakukan evakuasi, satu mayat lagi ditemukan," kata Ari, Minggu (3/11/2019).

Ari menerangkan, proses evakuasi cukup menyulitkan karena jurang yang curam. Bahkan kantong jenazah yang digunakan untuk membawa jenazah sempat robek ketika hendak dibawa ke atas kawah.

Kondisi kedua jenazah, menurut Ari, masih utuh. Namun, beberapa bagian tubuh korban diduga mengalami patah akibat diduga terjatuh.

"Ciri-ciri benda yang didapati pada tubuh korban, seperti kalung, sepatu, dan pakaian, diduga ini adalah pendaki asal Muaro Bungo, Jambi, yang dinyatakan hilang sejak 15 Oktober lalu. Tapi nanti akan dipastikan lagi,"ujarnya.

Koordinator Pos SAR Pagaralam, Alfariz menambahkan, mereka telah mendapatkan laporan penemuan dua jenazah di gunung Dempo.

Menurutnya, tim telah dikirim untuk membantu proses evakuasi dua jenazah tersebut.

"Tim sudah dikirim, sekarang masih dalam proses evakuasi,"ujarnya.

Baca juga: Tim SAR Tambah Waktu Pencarian 2 Pendaki yang Hilang di Gunung Dempo

Diberitakan sebelumnya,tim SAR gabungan menghentikan proses pencarian dua pendaki asal Jambi yang hilang di Gunung Dempo, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan, Kamis (31/10/2019).

Koordinator Pos SAR Pagaralam Alparis ZM mengatakan, dihentikannya pencarian itu lantaran  fisik seluruh tim SAR gabungan telah menurun karena sudah 10 hari berjibaku menyusuri gunung untuk mencari korban, namun tak juga menemukan keberadaan M Fikri Sahdila (17) dan Jumadi (26) .

"Setelah tim SAR gabungan berupaya selama 10 hari melakukan pencarian, namun tim masih belum berhasil menemukan keberadaan kedua pendaki. Akhirnya, sesuai SOP pelaksanaan Operasi SAR Basarnas dan evaluasi menyeluruh bersama potensi SAR, diputuskan pelaksanaan Operasi SAR pada 31 Oktober 2019 pukul 18.00 WIB ditutup. Namun tetap melakukan pemantau melalui Pos SAR Pagaralam,"kata Alparis.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

DPRD Sumbar Minta BPK Audit Dana Penanganan Covid-19 Rp 49 Miliar

DPRD Sumbar Minta BPK Audit Dana Penanganan Covid-19 Rp 49 Miliar

Regional
Relokasi Korban Longsor Nganjuk Harus Pertimbangkan Aspek Sosial-Budaya

Relokasi Korban Longsor Nganjuk Harus Pertimbangkan Aspek Sosial-Budaya

Regional
BCA Bantah Laporkan Ardi Soal Kasus Salah Transfer Rp 51 Juta: Itu Mantan Karyawan

BCA Bantah Laporkan Ardi Soal Kasus Salah Transfer Rp 51 Juta: Itu Mantan Karyawan

Regional
Asal-usul Tegal, dari Pelaut Portugis hingga Cerita Ki Gede Sebayu

Asal-usul Tegal, dari Pelaut Portugis hingga Cerita Ki Gede Sebayu

Regional
Tradisi Sarapan Para Raja di Keraton Yogyakarta, dari Teh, Susu Cokelat hingga Gudeg

Tradisi Sarapan Para Raja di Keraton Yogyakarta, dari Teh, Susu Cokelat hingga Gudeg

Regional
Hiperaktif, Bocah 9 Tahun Penyandang Disabilitas Diikat ke Pohon dan Dikurung Dalam Rumah

Hiperaktif, Bocah 9 Tahun Penyandang Disabilitas Diikat ke Pohon dan Dikurung Dalam Rumah

Regional
Asal-usul Kue Batang Buruk, Saksi Perjalanan Cinta Sang Putri Kerajaan Bintan

Asal-usul Kue Batang Buruk, Saksi Perjalanan Cinta Sang Putri Kerajaan Bintan

Regional
Pesona Mata Biru dari Siompu

Pesona Mata Biru dari Siompu

Regional
Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Terekam CCTV, Kenakan Hoodie dan Masker

Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Terekam CCTV, Kenakan Hoodie dan Masker

Regional
Gunung Merapi Kembali Keluarkan Awan Panas Guguran, Meluncur hingga 1.000 Meter

Gunung Merapi Kembali Keluarkan Awan Panas Guguran, Meluncur hingga 1.000 Meter

Regional
Imbas Ardi Dipenjara karena Pakai Uang Salah Transfer, Anaknya Tak Bisa Dibawa Berobat

Imbas Ardi Dipenjara karena Pakai Uang Salah Transfer, Anaknya Tak Bisa Dibawa Berobat

Regional
Teriakan “Adikku… Adikku…” Sambut Kedatangan Jenazah Korban Penembakan di Kafe RM Cengkareng

Teriakan “Adikku… Adikku…” Sambut Kedatangan Jenazah Korban Penembakan di Kafe RM Cengkareng

Regional
Bayi 6 Bulan Tinggal Bersama Ibunya di Tahanan, Karutan Lhoksukon Dihubungi Sejumlah Politikus

Bayi 6 Bulan Tinggal Bersama Ibunya di Tahanan, Karutan Lhoksukon Dihubungi Sejumlah Politikus

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 Februari 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 Februari 2021

Regional
Kisah Mbok Jainem, Warga Miskin yang Rumahnya Longsor akibat Luapan Sungai

Kisah Mbok Jainem, Warga Miskin yang Rumahnya Longsor akibat Luapan Sungai

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X