Tim SAR Hentikan Pencarian 2 Pendaki Jambi yang Hilang di Gunung Dempo

Kompas.com - 31/10/2019, 19:37 WIB
Proses pencarian dua pendaki asal Jambi yang hlang di Gunung Dempo, kota Pagaralam, Sumatera Selatan. Setelah 10 hari pencarian, tim SAR akhirnya memutuskan menghentikan aktifitas pencarian. DOK.HUMAS BASARNAS PALEMBANGProses pencarian dua pendaki asal Jambi yang hlang di Gunung Dempo, kota Pagaralam, Sumatera Selatan. Setelah 10 hari pencarian, tim SAR akhirnya memutuskan menghentikan aktifitas pencarian.

PALEMBANG, KOMPAS.com - Tim SAR gabungan akhirnya menghentikan proses pencarian dua pendaki asal Jambi yang hilang di Gunung Dempo, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan, Kamis (31/10/2019).

Hal itu setelah 10 hari melakukan pencarian, tim SAR tidak menemukan kedua pendaki nahas itu.

Koordinator Pos SAR Pagaralam Alparis ZM mengatakan, penghentian pencarian diberlakukan lantaran fisik seluruh tim SAR gabungan telah menurun setelah 10 hari berjibaku menyusuri gunung untuk mencari korban M Fikri Sahdila (17) dan Jumadi (26) .

"Setelah tim SAR gabungan berupaya selama 10 hari melakukan pencarian, namun tim masih belum berhasil menemukan keberadaan kedua pendaki. Akhirnya, sesuai SOP pelaksanaan operasi SAR Basarnas dan evaluasi menyeluruh bersama potensi SAR, diputuskan pelaksanaan operasi SAR pada 31 Oktober 2019 pukul 18.00 WIB ditutup. Namun tetap melakukan pemantau melalui Pos SAR Pagaralam," kata Alparis.

Baca juga: Tim SAR Tambah Waktu Pencarian 2 Pendaki yang Hilang di Gunung Dempo

Alparis menerangkan, operasi pencarian bisa saja kembali dilakukan jika ditemukan petunjuk baru.

Saat ini, hanya barang milik korban berupa pakaian dan peralatan lain yang ditemukan di pelataran gunung Dempo.

"Kami berharap keluarga korban dapat berbesar hati dan ikhlas menerima keadaan ini. Namun tak menutup kemungkinan operasi SAR dapat dibuka kembali apabila ada petunjuk akurat akan keberadaan kedua pendaki tersebut," ujarnya.

Tim SAR gabungan yang berjumlah 70 orang terdiri dari Basarnas Pos SAR Pagaralam, BPBD Pagaralam, Tagana Pagaralam, Elemen Pencinta alam dan unsur TNI / Polri ikut dalam proses pencarian.

Pada hari ketiga, tim SAR gabungan berhasil menemukan beberapa barang yang diduga milik salah seorang pendaki, setelah dikonfimasi kepada pihak keluarga. 

Setelah melalui proses pencarian yang cukup panjang selama tujuh hari, Basarnas Palembang sebagai pemegang leading sectoral dalam bidang pencarian dan pertolongan memutuskan menambah pencarian selama tiga hari. Namun tim SAR tak juga menemukan kedua pendaki itu.

Diberitakan sebelumnya, M Fikri Sahdila (17) dan Jumadi (26), dua pendaki asal Muaro Jambi  hilang di gunung Dempo, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan, sejak satu pekan lalu.

Baca juga: 2 Pendaki Asal Jambi Hilang di Gunung Dempo, Juru Kunci Turun Tangan

Kedua pendaki tersebut dikabarkan berangkat ke Kota Pagaralam pada 13 Oktober 2019.

Mereka sempat menghubungi keluarganya pada 15 Oktober 2019 dan memberitahukan kabar bahwa mereka berada di lereng Dempo sebelum menuju ke Puncak. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anggota Brimob Polda Sulteng Tewas Ditembak Usai Laksanakan Shalat Jumat

Anggota Brimob Polda Sulteng Tewas Ditembak Usai Laksanakan Shalat Jumat

Regional
Banyak Temui TKI Terlantar di Luar Negeri, Dedi Mulyadi Usul Petugas KBRI Berjaga di Bandara

Banyak Temui TKI Terlantar di Luar Negeri, Dedi Mulyadi Usul Petugas KBRI Berjaga di Bandara

Regional
Noken hingga Camilan Lokal Disiapkan Jadi Oleh-oleh PON Papua

Noken hingga Camilan Lokal Disiapkan Jadi Oleh-oleh PON Papua

Regional
Bentang Alam Berubah Pasca-gempa di Sigi, Sabo Dam Dibangun untuk Cegah Longsor dan Banjir Bandang

Bentang Alam Berubah Pasca-gempa di Sigi, Sabo Dam Dibangun untuk Cegah Longsor dan Banjir Bandang

Regional
Cemburu, Pemuda Ini Bacok Sopir Truk Tronton Berkali-kali di Kontrakan

Cemburu, Pemuda Ini Bacok Sopir Truk Tronton Berkali-kali di Kontrakan

Regional
Jelang Pilkada 2020, Calon Panwascam Diseleksi Secara Online

Jelang Pilkada 2020, Calon Panwascam Diseleksi Secara Online

Regional
Kisah Rifal Pembudidaya Ular, Berawal dari Hobi Kini Jadi Bisnis Menguntungkan

Kisah Rifal Pembudidaya Ular, Berawal dari Hobi Kini Jadi Bisnis Menguntungkan

Regional
Satu Anggota Brimob Polda Sulteng Gugur Seusai Baku Tembak

Satu Anggota Brimob Polda Sulteng Gugur Seusai Baku Tembak

Regional
750 Rumah di Solok Selatan Terendam Banjir, 469 Warga Mengungsi

750 Rumah di Solok Selatan Terendam Banjir, 469 Warga Mengungsi

Regional
Dompet Dhuafa dan Kabupaten Magetan Berkolaborasi Berantas Kemiskinan

Dompet Dhuafa dan Kabupaten Magetan Berkolaborasi Berantas Kemiskinan

Regional
Polemik Rumah Deret Tamansari, Warga Digusur hingga Komnas HAM Angkat Suara

Polemik Rumah Deret Tamansari, Warga Digusur hingga Komnas HAM Angkat Suara

Regional
Cerita Petani di Kampar yang Rugi Ratusan Juta Rupiah akibat Banjir

Cerita Petani di Kampar yang Rugi Ratusan Juta Rupiah akibat Banjir

Regional
Kronologi Dedi Mulyadi Selamatkan TKI Telantar Asal NTT di Bandara Dubai, Terpisah dari Sang Agen

Kronologi Dedi Mulyadi Selamatkan TKI Telantar Asal NTT di Bandara Dubai, Terpisah dari Sang Agen

Regional
Diguyur Hujan 4 Jam, Sejumlah Wilayah di Samarinda Terendam Banjir

Diguyur Hujan 4 Jam, Sejumlah Wilayah di Samarinda Terendam Banjir

Regional
[POPULER NUSANTARA] Curi iPhone 11, Dosen Ditetapkan Tersangka | Petani Kopi Tewas Diterkam Harimau

[POPULER NUSANTARA] Curi iPhone 11, Dosen Ditetapkan Tersangka | Petani Kopi Tewas Diterkam Harimau

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X