Tangis Haru Susi Pudjiastuti dan Warga di Kampungnya

Kompas.com - 26/10/2019, 10:07 WIB
Masyarakat Pangandaran mengerumuni Susi Pudjiastuti yang baru tiba di landasan pacu Pamugaran, Sabtu (26/10/2019). KOMPAS.COM/CANDRA NUGRAHAMasyarakat Pangandaran mengerumuni Susi Pudjiastuti yang baru tiba di landasan pacu Pamugaran, Sabtu (26/10/2019).

PANGANDARAN, KOMPAS.com - Pesawat Susi Air yang ditumpangi mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti tiba di landasan pacu Pamugaran, pukul 08.15 WIB, Sabtu (26/10/2019).

Tampak ribaun warga yang menunggu sejak pagi sudah tidak sabar bertemu ingin bertemu dengan Susi.

Anggota kepolisian, Satpol PP, kru Susi Air berkali-kali menghadang warga yang mencoba mendekati pesawat.

"Mundur-mundur, jangan terlalu dekat," kata salah seorang kru Susi Air di landasan pacu Pamugaran, Sabtu (26/10/2019).

Baca juga: Susi Pudjiastuti Pulang Kampung: Welcome Back, Bu

Namun upaya tersebut sia-sia. Warga dan pelajar menyerbu Susi saat dia turun dari pesawat. Pelajar berlomba mendekati untuk menyalami Susi sambil teriak, "Ibuuuu,".

Susi yang melihat antusias warga membalas dengan senyuman dan lambaian tangan.

Petugas keamanan mengawal ketat Susi hingga menuju parkiran mobil, tak jauh dari landasan pacu.

Saat menuju mobil, Susi tampak sesekali menyeka matanya. Dia tak kuasa menahan haru atas sambutan warga.

"Ini kerjaan Pak Jeje (Bupati Pangandaran) dan Pemda, menyambut," kata Susi.

Susi mengatakan, sambutan dari masyarakat Pangandaran sangat luar biasa. Susi mengaku senang.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menolak Dirawat di Bantul, Pasien Covid-19 Pilih Pulang ke Madura

Menolak Dirawat di Bantul, Pasien Covid-19 Pilih Pulang ke Madura

Regional
Ini Kondisi Covid-19 di Surabaya Setelah 2 Pekan Waktu yang Diberikan Jokowi Habis

Ini Kondisi Covid-19 di Surabaya Setelah 2 Pekan Waktu yang Diberikan Jokowi Habis

Regional
Ridwan Kamil: Klaster Secapa AD Adalah Anomali, Akan Ditangani Langsung Mabes TNI

Ridwan Kamil: Klaster Secapa AD Adalah Anomali, Akan Ditangani Langsung Mabes TNI

Regional
Ridwan Kamil Sarankan Pembatasan Akses Warga Sekitar Secapa AD Hegarmanah

Ridwan Kamil Sarankan Pembatasan Akses Warga Sekitar Secapa AD Hegarmanah

Regional
Wali Kota Oded Tak Mau Temuan Klaster Secapa AD Pengaruhi Status Zona Biru Bandung

Wali Kota Oded Tak Mau Temuan Klaster Secapa AD Pengaruhi Status Zona Biru Bandung

Regional
Unik, Pria Gunungkidul Ini Bernama 'Pintaku Tiada Dusta'

Unik, Pria Gunungkidul Ini Bernama 'Pintaku Tiada Dusta'

Regional
Museum Lawang Sewu Kembali Dibuka, Jumlah Pengunjung Dibatasi

Museum Lawang Sewu Kembali Dibuka, Jumlah Pengunjung Dibatasi

Regional
Bupati Karawang Izinkan Ojol Kembali Beroperasi Bawa Penumpang

Bupati Karawang Izinkan Ojol Kembali Beroperasi Bawa Penumpang

Regional
84 Tenaga Medis dan Pegawai RSUD Jayapura Positif Covid-19, Diduga Terpapar dari Pasien

84 Tenaga Medis dan Pegawai RSUD Jayapura Positif Covid-19, Diduga Terpapar dari Pasien

Regional
Kronologi Tewasnya Guru SD, Dibunuh karena Berontak Saat Diperkosa Tetangganya Sendiri

Kronologi Tewasnya Guru SD, Dibunuh karena Berontak Saat Diperkosa Tetangganya Sendiri

Regional
Wanita yang Ngamuk dan Lempar Alquran Dijerat Pasal Penistaan Agama

Wanita yang Ngamuk dan Lempar Alquran Dijerat Pasal Penistaan Agama

Regional
Bahas Klaster Secapa AD, Ridwan Kamil Gelar Rapat Mendadak dengan Wali Kota Bandung

Bahas Klaster Secapa AD, Ridwan Kamil Gelar Rapat Mendadak dengan Wali Kota Bandung

Regional
Razia di Lapas Narkotika Banceuy, Puluhan Ponsel hingga Pisau Rakitan Disita

Razia di Lapas Narkotika Banceuy, Puluhan Ponsel hingga Pisau Rakitan Disita

Regional
Dipercaya Sebagai Penurun Panas Sampai Obat Kesuburan, Buah Tempayang Jadi Primadona Ekspor

Dipercaya Sebagai Penurun Panas Sampai Obat Kesuburan, Buah Tempayang Jadi Primadona Ekspor

Regional
Ribuan Lebah 'Odeng' Serang Belasan Petani Saat di Bekerja Sawah, 2 Meninggal

Ribuan Lebah "Odeng" Serang Belasan Petani Saat di Bekerja Sawah, 2 Meninggal

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X