Kronologi Bentrok di UNM yang Berujung Penikaman 2 Mahasiswa

Kompas.com - 22/10/2019, 09:48 WIB
Aparat kepolisian saat membersihkan puing motor yang hangus terbakar di kampus UNM Parangtambung, Kecamatan Tamalate, Makassar, Senin (21/10/2019). KOMPAS.COM/HIMAWANAparat kepolisian saat membersihkan puing motor yang hangus terbakar di kampus UNM Parangtambung, Kecamatan Tamalate, Makassar, Senin (21/10/2019).

MAKASSAR, KOMPAS.com - Polisi masih melakukan penyelidikan terkait pelaku penikaman 2 mahasiswa Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) UNM Makassar pada bentrokan yang terjadi Senin (21/10/2019) malam.

Kapolsek Tamalate Kompol Arifuddin yang dikonfirmasi mengatakan, pihaknya kini sudah mengidentifikasi satu terduga pelaku yang melakukan penikaman terhadap dua mahasiswa Fakultas Bahasa dan Sastra berinisial IS dan AR. 

"Terduga pelaku (penikaman) masih dalam penyelidikan. Sementara masih satu orang," kata Arifuddin kepada Kompas.com, Selasa (22/10/2019).

Peristiwa bentrokan dan penyerangan kepada mahasiswa FBS, kata Arifuddin, bermula ketika IS meneriaki rekannya yang ada di Fakultas Seni dan Desain (FSD) UNM yang posisi berada di samping FBS untuk makan di dalam kantin kampusnya. 

Baca juga: Bentrok Polisi dan Demonstran Depan Kampus UNM, Mobil Polisi Dirusak

Namun, kala itu pelaku juga lewat sambil berboncengan motor dengan pacarnya sehingga pelaku mengira dirinya yang diteriaki oleh IS.

Hal ini membuat pelaku turun dari motornya dan mendatangi IS yang menyebabkan terjadinya adu mulut. 

"Lalu teman korban mendatangi pelaku dan menjelaskan bahwa yang dipanggil adalah temannya karena mau diajak makan, kemudian dijawab oleh pelaku 'oh begitu, ya sudah,' lalu teman korban bersalaman dengan pelaku dan meminta maaaf," tutur Arifuddin. 

Arifuddin menambahkan, tidak lama setelah kejadian itu, teman korban kembali melihat pelaku memasuki FBS dengan berbincengan bersama rekannya. Hingga pada akhirnya, ia mendengar keributan di kantin Fakultas Bahasa dan Sastra. 

Setelah menuju kantin tersebut, kata Arifuddin, teman korban sudah didapati IS dan AR mengalami luka akibat benda tajam masing-masing di pinggang dan punggung belakang. 

"Karena luka, korban langsung dibawa ke rumah sakit Haji Makassar," tandas Arifuddin. 

Sebelumnya diberitakan dua kelompok mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) di kampus Parangtambung, Kecamatan Tamalate terlibat bentrok, Senin (21/10/2019) malam. 

Bentrokan terjadi di sekitar Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) dan Fakultas Seni dan Desain (FSD) yang masih saling bersebelahan. 

Baca juga: Bentrok Antarmahasiswa UNM Selama 2 Hari, Busur dan Senjata Rakitan Disita

Dari informasi yang dihimpun Kompas.com, bentrokan diduga terjadi pukul 20.00 Wita.

Kapolsek Tamalate Kompol Arifuddin yang tiba di lokasi mengatakan bahwa ada dua mahasiswa yang menjadi korban penikaman pada bentrokan ini. 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sekda Grobogan Positif Covid-19, Pemkab Gelar Rapid Test dan Swab Massal

Sekda Grobogan Positif Covid-19, Pemkab Gelar Rapid Test dan Swab Massal

Regional
Banjir Genangi Bandara Andi Djemma Masamba, Penerbangan Ditunda 14 Hari

Banjir Genangi Bandara Andi Djemma Masamba, Penerbangan Ditunda 14 Hari

Regional
Kesal Sering Disebut Duda, Pria Ini Bunuh Temannya secara Sadis

Kesal Sering Disebut Duda, Pria Ini Bunuh Temannya secara Sadis

Regional
Kasus Covid-19 Masih Tinggi, MPLS di Jateng Belum Boleh Tatap Muka

Kasus Covid-19 Masih Tinggi, MPLS di Jateng Belum Boleh Tatap Muka

Regional
Kepala Bappeda Jatim Meninggal karena Covid-19, Khofifah: Kami Sangat Kehilangan

Kepala Bappeda Jatim Meninggal karena Covid-19, Khofifah: Kami Sangat Kehilangan

Regional
Asrama Pondok Pesantren di Puncak Bogor Hangus Terbakar

Asrama Pondok Pesantren di Puncak Bogor Hangus Terbakar

Regional
Kasus Dugaan Prostitusi Artis H, Polisi Tetapkan R sebagai Tersangka

Kasus Dugaan Prostitusi Artis H, Polisi Tetapkan R sebagai Tersangka

Regional
Kasus Covid-19 Melonjak Pemkot Gorontalo Akan Lakukan Pembatasan Khusus di Kecamatan

Kasus Covid-19 Melonjak Pemkot Gorontalo Akan Lakukan Pembatasan Khusus di Kecamatan

Regional
Marak Kapal Cantrang di Natuna, Nelayan Mengadu ke Susi

Marak Kapal Cantrang di Natuna, Nelayan Mengadu ke Susi

Regional
Muncul Klaster Pekerja Media di Jatim, Gugus Tugas Covid-19: Kami Yakin Bisa Ditangani

Muncul Klaster Pekerja Media di Jatim, Gugus Tugas Covid-19: Kami Yakin Bisa Ditangani

Regional
Wanita Ini Jual Rumah dan Siap Dinikahi Pembelinya

Wanita Ini Jual Rumah dan Siap Dinikahi Pembelinya

Regional
Ibu-ibu Bawa Anaknya Demo Tuntut Sekolah Dibuka, Ini Tanggapan Disdik Pamekasan

Ibu-ibu Bawa Anaknya Demo Tuntut Sekolah Dibuka, Ini Tanggapan Disdik Pamekasan

Regional
Positif Corona, Sekda Grobogan: Keluhan Saya Tidak Bisa Tidur Nyenyak

Positif Corona, Sekda Grobogan: Keluhan Saya Tidak Bisa Tidur Nyenyak

Regional
Mahasiswanya Gantung Diri Diduga Depresi Skripsi Sering Ditolak Dosen, Ini Penjelasan Universitas

Mahasiswanya Gantung Diri Diduga Depresi Skripsi Sering Ditolak Dosen, Ini Penjelasan Universitas

Regional
2 Pasien Covid-19 di Riau Merasa Nyeri di Perut dan Ulu Hati

2 Pasien Covid-19 di Riau Merasa Nyeri di Perut dan Ulu Hati

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X