Perusahaan China Siap Investasi Rp 2 Triliun di Aerocity Kertajati

Kompas.com - 19/10/2019, 09:11 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

BANDUNG, KOMPAS.com - Perusahaan properti asal China, Homnicen Group Inc berencana membangun kompleks bisnis serta pusat teknologi kreatif di kota pendukung (aerocity) Bandara Kertajati, Kabupaten Majalengka.

Komitmen itu tertuang dalam acara West Java Investment Summit 2019 di Bandung, Jumat (18/10/2019) kemarin.

Direktur PT Bandarudara Internasional Jawa Barat Alfiansyah mengatakan, untuk tahap pertama nilai investasi yang akan dikucurkan senilai 140 juta dollar Amerika serikat atau setara Rp 2 triliun.

Baca juga: Kebakaran di Sekitar Bandara Kertajati, Ini Kata Kemenhub

"Kalau yang creative center 800 hektar, bussines park 500 hektar. Baru tahap komitmen. Setelah ini kita akan lihat kemampuan mereka gimana kompetensi mereka. Ini proyek tahap I sudah dimulai dari 2019-2024 kita harap mitra ini tak sekadar masuk tapi tak punya kemampuan," ungkap Alfiansyah.

Penjajakan kerja sama ini sudah dirintis sejak awal tahun lalu. Alfiansyah optimistis perjanjian kerja sama akan diteken enam bulan mendatang mengingat jumlah investasi yang dikeluarkan Homnicen hanya untuk proses pembebasan lahan.

"Untuk initial investment ya sekitar Rp 2-3 triliun. Baru untuk pembebasan lahan, pematangan lahan dan sebagainya. Kalau pembangunan proyek ini diperkirakan Rp 50-100 triliun," tuturnya.

Menurut Alfi, Homnicen merupakan salah satu perusahaan properti yang punya reputasi cukup baik di China.

"Homnicen ini salah satu perusahaan properti terbesar di China. Mereka itu nomor 7-8 terbesar lah, mereka terbesar di provinsi Guiyang, mereka bikin kota seperti rumah, kantor, rumah sakit. Kita juga sedang cari-cari informasi tentang mereka," kata Alfi.

Baca juga: Runway Bandara Kertajati Terbakar, Ini Sejarah Pembangunannya...

Saat ini, sambung dia, Homnicen dan beberapa perusahaan China lainnya sedang mengembangkan sayap bisnis ke Indonesia.

Jawa Barat jadi salah satu daerah yang diminati lantaran punya pertumbuhan ekonomi yang cukup baik.

"Mereka memang saat ini tertarik di Indonesia beberapa kali approach. Mereka mungkin melihat jumlah penduduk yang besar, dan memang negara yang bisa duduk (pertumbuhan ekonomi) di atas lima persen kan terbatas sekali. Jabar termasuk yang tinggi di atas nasional," jelasnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemerintah Daerah Ini Sediakan WiFi Gratis 24 Jam Bagi Pendaftar CPNS

Pemerintah Daerah Ini Sediakan WiFi Gratis 24 Jam Bagi Pendaftar CPNS

Regional
APBD Jateng 2020 Disahkan Sebesar Rp 28,3 Triliun

APBD Jateng 2020 Disahkan Sebesar Rp 28,3 Triliun

Regional
Trans Jateng Diprotes Awak Mikrobus di Purbalingga, Begini Respons Pemprov

Trans Jateng Diprotes Awak Mikrobus di Purbalingga, Begini Respons Pemprov

Regional
Hujan dan Angin Kencang di Banyuasin, 83 Rumah Rusak

Hujan dan Angin Kencang di Banyuasin, 83 Rumah Rusak

Regional
Pelaku Penggelapan Dana Nasabah BNI Ambon Kirim Toyota Alphard ke Temannya di Surabaya

Pelaku Penggelapan Dana Nasabah BNI Ambon Kirim Toyota Alphard ke Temannya di Surabaya

Regional
Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Lukai 6 Orang, Ini Nama-namanya

Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Lukai 6 Orang, Ini Nama-namanya

Regional
Sungai Anyar di Solo Tercemar Limbah Detergen

Sungai Anyar di Solo Tercemar Limbah Detergen

Regional
Nasib Warga di Daerah Rawan Bencana di Sukabumi Tunggu Hasil Kajian Badan Geologi

Nasib Warga di Daerah Rawan Bencana di Sukabumi Tunggu Hasil Kajian Badan Geologi

Regional
Pasca-bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Seluruh Driver Ojol yang Masuk ke Mapolresta Samarinda Diperiksa

Pasca-bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Seluruh Driver Ojol yang Masuk ke Mapolresta Samarinda Diperiksa

Regional
Sosok Djaduk Ferianto di Mata Dewa Budjana, Juki Kill The DJ, hingga Syaharani

Sosok Djaduk Ferianto di Mata Dewa Budjana, Juki Kill The DJ, hingga Syaharani

Regional
Pasca-bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Linmas di Surabaya Dilengkapi Rompi Anti-Peluru

Pasca-bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Linmas di Surabaya Dilengkapi Rompi Anti-Peluru

Regional
Pendaftar CPNS di Jatim Capai 2.362, Tertinggi Ketiga Nasional

Pendaftar CPNS di Jatim Capai 2.362, Tertinggi Ketiga Nasional

Regional
8 Kabupaten Kota di Jabar Rawan Pelanggaran Pilkada, Mana Saja?

8 Kabupaten Kota di Jabar Rawan Pelanggaran Pilkada, Mana Saja?

Regional
Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Sering Pergi Pagi Pulang Tengah Malam

Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Sering Pergi Pagi Pulang Tengah Malam

Regional
Sekolah Terendam Banjir, Siswa MTsN Matangkuli Terpaksa Diliburkan

Sekolah Terendam Banjir, Siswa MTsN Matangkuli Terpaksa Diliburkan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X