Ikuti Diksar Menwa, Mahasiswa Taman Siswa Palembang Tewas

Kompas.com - 17/10/2019, 15:26 WIB
Mahasiswa Universitas Taman Siswa (Tamsis) Palembang Muhammad Akbar (19) yang tewas ketika mengikuti pra diksar Menwa saat berada di rumah sakit Bhayangkara Palembang, Kamis (17/10/2019). KOMPAS.COM/AJI YK PUTRAMahasiswa Universitas Taman Siswa (Tamsis) Palembang Muhammad Akbar (19) yang tewas ketika mengikuti pra diksar Menwa saat berada di rumah sakit Bhayangkara Palembang, Kamis (17/10/2019).

PALEMBANG, KOMPAS.com - Muhammad Akbar (19), seorang mahasiswa Universitas Taman Siswa Palembang, Sumatera Selatan, tewas saat mengikuti kegiatan pra Pendidikan Dasar (Diksar) Resimen Mahasiswa (Menwa).

Pra Diksar itu diketahui berlangsung di Desa Tanjung Senai, Kecamatan Inderalaya, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Kamis (17/10/2019).

Komandan Menwa Sumatera Selatan, Rano Karno mengatakan, kegiatan pra diksar itu telah berlangsung sejak beberapa hari terakhir.

Baca juga: Polisi Telusuri Bukti Digital Kasus Diksar UKM Cakrawala Unila

Namun, pada Rabu (16/10/2019), Akbar mengeluhkan keram di kaki sehingga langsung dilarikan ke rumah sakit di Kabupaten Ogan Ilir, untuk menjalani perawatan.

Belum sempat dirawat, korban lalu meninggal hingga akhirnya dibawa ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Palembang untuk dilakukan visum.

Rano menuturkan, rangkaian kegiatan pra diksar itu dilaksanakan oleh dua kampus yakni Universitas Muhammadiyah Palembang dan Universitas Taman Siswa (Unitas) Palembang.

"Karena Unitas hanya ada 4 peserta, jadi digabungkan. Selama pra diksar, hanya pengenalan saja, sifatnya sosial," kata Rano.

Selain itu, Rano pun membantah adanya tindak kekerasan yang dilakukan terhadap korban hingga akhirnya Akbar tewas.

Baca juga: 15 Orang Diduga Mengeroyok Peserta Diksar Unila yang Tewas

"Kegiatan pra diksar berlangsung satu minggu. Hanya sosialisasi saja, kalau kekerasan tidak ada," ujar dia.

Dokter Forensik Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Palembang dr Indra menuturkan, hasil pemeriksaan luar mereka menemukan adanya tanda kekerasan benda tumpul di alat vital korban.

"Ditemukan tanda kekerasan di alat vital. Dugaannya hal itu yang menyebabkan korban tewas," ujar dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X