Kompas.com - 16/10/2019, 16:18 WIB
Bos Abu Tours Muhammad Hamzah Mamba (rompi merah) saat menyalami penasihat hukumnya usai sidang kasus pencucian uang yang melibatkan korporasi Abu Tours di Pengadilan Negeri Makassar, Rabu (16/10/2019). KOMPAS.COM/HIMAWANBos Abu Tours Muhammad Hamzah Mamba (rompi merah) saat menyalami penasihat hukumnya usai sidang kasus pencucian uang yang melibatkan korporasi Abu Tours di Pengadilan Negeri Makassar, Rabu (16/10/2019).

MAKASSAR, KOMPAS.com - Korporasi biro perjalanan umrah PT Amanah Bersama Umat atau Abu Tours dituntut membayar didenda sebanyak Rp 1 miliar dalam sidang lanjutan kasus pencucian uang yang digelar di Pengadilan Negeri Makassar, Rabu (16/10/2019).

Dalam sidang tersebut, Jaksa Penuntut Umum Nana Riana menyebut, korporasi Abu Tours telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pencucian uang puluhan ribu jemaah calon umrah Abu Tours. 

Nana mengatakan, Abu Tours melanggar pasal pencucian uang seperti yang didakwakan yakni Pasal 3 juncto Pasal 6 UU Nomor 8 Tahun 2010 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP. 

Baca juga: Permohonan Banding Istri Bos dan 2 Petinggi Abu Tours Ditolak Pengadilan Tinggi Makassar

"Menuntut supaya hakim Pengadilan Negeri Makassar menjatuhkan pidana terhadap terdakwa PT Amanah Bersama Umat dengan pidana denda sebesar Rp 1 miliar," kata Nana, saat membacakan tuntutannya, di hadapan hakim yang dipimpin Denny Lumban Tobing. 

Nana mengatakan, dalam tuntutan tersebut, bila pidana denda tidak terbayarkan, maka bos Abu Tours Muhammad Hamzah Mamba wajib menjalani pidana penjara selama 1 tahun. 

Pertimbangan tuntutan jaksa, kata Nana, didasari oleh banyak aset yang sudah disita oleh pihaknya dan Abu Tours sudah dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga Makassar. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Tapi, bila denda tersebut tidak dibayar, berdasarkan ketentuan UU Pencucian uang itu kita bisa melakukan penyitaan terhadap aset pemilik korporasi Abu Tours dalam hal ini Hamzah Mamba sendiri," kata Nana. 

Saat ini, bos Abu Tours Muhammad Hamzah Mamba sedang menjalani vonis 20 tahun penjara setelah sebelumnya hakim Pengadilan Negeri Makassar memvonisnya dalam kasus penggelapan dan pencucian uang 96.976 calon jemaah umrah pada bulan Januari lalu. 

Baca juga: Banding Ditolak, Bos Abu Tours Tetap Dipenjara Selama 20 Tahun

Sementara, kasasi pria yang akrab disapa Abu Hamzah itu masih bergulir di Mahkamah Agung.

Adapun tiga terdakwa lainnya dalam kasus yang sama divonis berbeda oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Makassar. 

Istri Hamzah, Nursyariah Mansyur divonis 19 tahun penjara. Sedangkan dua kerabat Abu Hamzah yakni M Kasim Sanusi dan Chaeruddin masing-masing divonis 16 dan 14 tahun penjara. 

Sama seperti Hamzah Mamba, kasasi ketiga petinggi Abu Tours ini juga masih bergulir di Mahkamah Agung. 



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X