Tukang Ojek Pilih Kabur Usai Hamili Siswi SMK, Ini Akibatnya

Kompas.com - 15/10/2019, 06:10 WIB
ilustrasi kekerasan terhadap perempuan ilustrasi kekerasan terhadap perempuan

KUPANG, KOMPAS.com - YB alias Yaret (21), tukang ojek asal Desa Oenino, Kecamatan Oenino, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), terpaksa berurusan dengan polisi lantaran menghamili gadis yang masih di bawah umur. 

Yaret yang berprofesi sebagai tukang ojek ini dibekuk di rumahnya oleh Kepala Pos Polisi Oenino Aipda Mustakim Umar Tong dan sejumlah anggotanya, karena melakukan pencabulan terhadap GIM (16), siswi kelas II salah satu SMK di Kecamatan Amanuban Tengah, hingga korban hamil. 

"Dia (Yaret) ditangkap, setelah kabur usai mencabuli siswi SMK," ungkap Kasat Reskrim Polres TTS, Iptu Jamari kepada Kompas.com, Senin (14/10/2019) malam.

Yaret lanjut Jamari, ditangkap pada Minggu 13 Oktober 2019 kemarin sore, sekitar pukul 15.00 WITA.

Baca juga: Kakak Hamili Adik Kandung, Berawal dari Curhat soal Bullying hingga Merasa Nyaman

Modus pacaran

Menurut Jamari, Yaret melakukan percabulan terhadap GIM, pada 24 Agustus 2018 lalu, dengan modus pacaran.

"Yaret melakukan pencabulan di sebuah kos-kosan di belakang SMA Negeri 1 Niki Niki," ungkap Jamari.

Selanjutnya, sebanyak tiga kali Yaret mencabuli korban di tempat yang berbeda. Akibat perbuatan Yaret, korban pun akhirnya hamil.

Melihat hal tersebut, orang tua korban tak terima baik, sehingga melaporkan kejadian tersebut ke polisi pada 2 Agustus 2019 lalu.

Baca juga: Hamili Adik Kandung hingga Melahirkan 2 Anak, Kakak Diamankan Polisi

 

Melarikan diri, terancam hukuman hingga 15 tahun

Mengetahui bahwa orang tua korban melapor ke polisi, Yaret lantas melarikan diri ke Kota Atambua, Kabupaten Belu.

"Kemudian pada Minggu 13 Oktober 2019 sekira pukul 15.00 Wita Yaret dibekuk oleh polisi dan selanjutnya dijemput oleh anggota Buser Brigpol Ketut Dana Putra dan Brigpol Fabianus Ando Mere untuk dibawa ke Polres TTS,"kata Jamari.

Saat ini, pelaku telah ditahan di sel Mapolres TTS.

Yaret pun dijerat Pasal 81 ayat 2 UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas Undang-undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

"Ancaman pidana penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar," tutupnya.

Baca juga: Oknum Polisi yang Hamili dan Telantarkan 2 Wanita Terancam Dipecat

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

445 Seniman Meriahkan Festival Asmat Pokman

445 Seniman Meriahkan Festival Asmat Pokman

Regional
Dua Warga Karawang Diduga Meninggal karena DBD

Dua Warga Karawang Diduga Meninggal karena DBD

Regional
Kasus Nenek Palsu di Surabaya Berujung Vonis 2 Tahun Penjara

Kasus Nenek Palsu di Surabaya Berujung Vonis 2 Tahun Penjara

Regional
Bawa Paksa Jenazah Bayi, Driver Ojek Online Minta Maaf secara Tertulis ke RSUP M Djamil Padang

Bawa Paksa Jenazah Bayi, Driver Ojek Online Minta Maaf secara Tertulis ke RSUP M Djamil Padang

Regional
Nonton Bareng Video Porno Meresahkan Warga, Ini Tindakan Pemkab Magetan

Nonton Bareng Video Porno Meresahkan Warga, Ini Tindakan Pemkab Magetan

Regional
Warga Jabar, Nantikan Keseruan Jabar Otofest 2019 Akhir Pekan Nanti

Warga Jabar, Nantikan Keseruan Jabar Otofest 2019 Akhir Pekan Nanti

Regional
Di Baubau, Utusan Kerajaan Korea hingga Thailand Dijamu 1.000 Talang Kuliner, Dihibur 700 Penari Kolosal

Di Baubau, Utusan Kerajaan Korea hingga Thailand Dijamu 1.000 Talang Kuliner, Dihibur 700 Penari Kolosal

Regional
Soal Bali Tak Layak Dikunjungi Tahun 2020, Ini Respons Wishnutama

Soal Bali Tak Layak Dikunjungi Tahun 2020, Ini Respons Wishnutama

Regional
Pemkab Agam Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir dan Longsor

Pemkab Agam Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir dan Longsor

Regional
Kisah Samiyati, Guru Honorer di Ende, 11 Bulan Mengajar Tanpa Digaji

Kisah Samiyati, Guru Honorer di Ende, 11 Bulan Mengajar Tanpa Digaji

Regional
Di Bali, Menteri Wishnutama Bicara Pentingnya Wisatawan Berkualitas

Di Bali, Menteri Wishnutama Bicara Pentingnya Wisatawan Berkualitas

Regional
Data Terbaru, Virus Hog Cholera Menyebar ke 16 Kabupaten, 10.298 Babi Mati di Sumut

Data Terbaru, Virus Hog Cholera Menyebar ke 16 Kabupaten, 10.298 Babi Mati di Sumut

Regional
Lagi, Jateng Dinobatkan Sebagai Provinsi Informatif

Lagi, Jateng Dinobatkan Sebagai Provinsi Informatif

Regional
Masih Ingat Balapan Tradisional Kadaplak? Permainan Ekstrem Ini Kembali Dihidupkan Generasi Milenial

Masih Ingat Balapan Tradisional Kadaplak? Permainan Ekstrem Ini Kembali Dihidupkan Generasi Milenial

Regional
Pembangunan Jalan Bua-Rantepoa Telan Biaya Rp 200 Miliar

Pembangunan Jalan Bua-Rantepoa Telan Biaya Rp 200 Miliar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X