Oknum Polisi yang Hamili dan Telantarkan 2 Wanita Terancam Dipecat

Kompas.com - 04/07/2019, 16:09 WIB
Ilustrasi pencabulan. Kompas.com/ EricssenIlustrasi pencabulan.

 

AMBON,KOMPAS.com-Sanksi pemecatan menanti Briptu FM, oknum anggota Polres Pulau Buru, Maluku yang terlibat dalam kasus dugaan asusila karena menghamili dua orang wanita sekaligus.

Saat ini, kasus yang menimpa Briptu FM telah dilimpahkan Propam Polres Pulau Buru dan kini telah disidangkan oleh Komisi Kode Etik Profesi Polri (KKEP) Polres setempat.

Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Muhamad Roem Ohoirat menegaskan, penanganan kasus Briptu FM tersebut akan dilakukan secara transparan dan jika yang bersangkutan terbukti bersalah maka akan ditindak tegas.

“Semua proses berjalan transparan, jadi kalau nanti dia bersalah tentu akan ditindak tegas sesuai aturan yang berlaku bahkan hingga sanksi pemecatan,”kata Roem kepada Kompas.com, Kamis (4/7/2019).

Baca juga: Hamili Dua Wanita, Oknum Polisi di Maluku Disidang

Menurut Roem, secara kelembagaan, Polri tidak akan melindungi siapa pun anggota yang berbuat kesalahan, apalagi jika kesalahan itu dapat mencemarkan nama baik institusi Polri di mata masyarakat.

“Jadi tidak ada tolerir soal itu. Kalau salah ya salah saja tetap akan diberi sanksi tegas sesuai perbuatannya,”katanya.

Dia mencontohkan, sudah banyak anggota Polri yang diberi sanksi karena terlibat berbagai kasus seperti narkoba, penganiayaan, pembunuhan dan berbagai kasus lainnya.

Sehingga, dalam kasus tersebut tidak ada upaya untuk melindungi siapapun yang bersalah.

Rencananya sidang lanjutan Komisi Kode Etik Profesi Polri terkait kasus tersebut akan berlangsung pada Kamis 11 Juli 2019 mendatang dengan agenda pembelaan dari Briptu FM.

Menurut Kasubbag Humas Polres Pulau Buru, Ipda Dede Syamsi Rifai dalam sidang tersebut Briptu FM akan  diberikan kesempatan untuk membela diri terkait dengan tuduhan tersebut.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta Lengkap Helikopter TNI AD Jatuh di Kendal, Gelar Misi Latihan hingga 4 Orang Meninggal

Fakta Lengkap Helikopter TNI AD Jatuh di Kendal, Gelar Misi Latihan hingga 4 Orang Meninggal

Regional
Detik-detik Helikopter TNI AD Jatuh dan Meledak di Kendal

Detik-detik Helikopter TNI AD Jatuh dan Meledak di Kendal

Regional
Saksi Mata: Helikopter Terbang Rendah, Semakin Rendah, Lalu Jatuh

Saksi Mata: Helikopter Terbang Rendah, Semakin Rendah, Lalu Jatuh

Regional
Helikopter TNI AD yang Jatuh di Kendal Bawa 9 Penumpang

Helikopter TNI AD yang Jatuh di Kendal Bawa 9 Penumpang

Regional
Diguyur Hujan Deras, 4 Kecamatan di Luwu Terendam Banjir

Diguyur Hujan Deras, 4 Kecamatan di Luwu Terendam Banjir

Regional
Helikopter Jatuh dan Meledak di Kendal, 5 Luka Berat, 4 Meninggal

Helikopter Jatuh dan Meledak di Kendal, 5 Luka Berat, 4 Meninggal

Regional
Helikopter TNI AD Jatuh di Kendal, 4 Orang Meninggal

Helikopter TNI AD Jatuh di Kendal, 4 Orang Meninggal

Regional
Curah Hujan Tinggi, Ratusan Rumah di Tiga Kecamatan Terendam Banjir

Curah Hujan Tinggi, Ratusan Rumah di Tiga Kecamatan Terendam Banjir

Regional
Hendak Pulang ke Negaranya, WNA asal Italia Dinyatakan Positif Corona

Hendak Pulang ke Negaranya, WNA asal Italia Dinyatakan Positif Corona

Regional
Helikopter TNI AD Jatuh, Meledak, dan Terbakar di Kendal

Helikopter TNI AD Jatuh, Meledak, dan Terbakar di Kendal

Regional
2 Warga Purbalingga Ditangkap karena Sebar Hoaks Penampakan Pocong, Berawal dari Status WhatsApp

2 Warga Purbalingga Ditangkap karena Sebar Hoaks Penampakan Pocong, Berawal dari Status WhatsApp

Regional
Pasien Reaktif Mengamuk karena Terlalu Lama Dikarantina, Gugus Tugas: Antrean Sampel Banyak

Pasien Reaktif Mengamuk karena Terlalu Lama Dikarantina, Gugus Tugas: Antrean Sampel Banyak

Regional
Sebelum Tewas Tergeletak di Trotoar, Pria Ini Mengaku Sesak Napas

Sebelum Tewas Tergeletak di Trotoar, Pria Ini Mengaku Sesak Napas

Regional
Kasus 3 Anggota TNI yang Keroyok Pelajar SMA Diselesaikan Secara Kekeluargaan, tapi...

Kasus 3 Anggota TNI yang Keroyok Pelajar SMA Diselesaikan Secara Kekeluargaan, tapi...

Regional
Gubernur Minta Aplikasi Injil Bahasa Minang Dihapus, Kadis: yang Tidak Mengerti Jangan Ikut Komentar

Gubernur Minta Aplikasi Injil Bahasa Minang Dihapus, Kadis: yang Tidak Mengerti Jangan Ikut Komentar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X