Kilas Daerah Jawa Tengah
KILAS DAERAH

Ganjar: 4 Rekomendasi Kongres Sampah Akan Masuk APBD 2020

Kompas.com - 14/10/2019, 17:56 WIB
Gubernur Jawa Tengah Tengah, Ganjar Pranowo saat menghadiri Kongres Sampah yang berlangsung di Desa Kesongo, Sabtu (12/10/2019) hingga Minggu  (13/10/2019). Dok. Pemprov Jawa TengahGubernur Jawa Tengah Tengah, Ganjar Pranowo saat menghadiri Kongres Sampah yang berlangsung di Desa Kesongo, Sabtu (12/10/2019) hingga Minggu (13/10/2019).

KOMPAS.com - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo memasukkan empat rekomendasi akhir Kongres Sampah ke dalam pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan, dan Belanja Daerah (RAPBD) Jateng 2020.

Keempat rekomendasi yang dimaksud terdiri dari pembentukan satuan tugas (Satgas) Sampah di seluruh Jateng.

Kedua, mencanangkan gerakan pemilahan sampah 3 Ng yaitu ngelongi, nganggo, dan ngolah (mengurangi, memanfaatkan, dan mengolah).

Ketiga, memberi insentif pada inovasi pengolahan. Rekomendasi terakhir yakni membentuk Dewan Konsorsium Sampah Jateng.

Baca juga: 1.500 Orang Akan Hadiri Kongres Sampah di Jateng

"Saya lagi nyusun APBD, untuk kami rancang agar soal penanganan sampah bisa masuk. Terlebih kepala dinas LHK ditunjuk sebagai ketua Dewan Konsorsium Sampah yang juga melibatkan pengusaha, tokoh masyarakat, seniman dan lainnya. Jadi secara kelembagaan ada. Ini yang akan kami jadikan acuan untuk mengeluarkan kebijakan. Jadi (Kongres Sampah) ini bukan sekadar kumpul-kumpul atau pertukaran wacana," kata Ganjar dalam pernyataan tertulis, Senin (14/10/2019).

Ganjar juga membentuk tim kecil yang terdiri dari kalangan pemerintah, akademisi, aktivis, serta inovator terkait persampahan untuk menentukan regulasi.

"Tim ini sudah bekerja, kami siapkan percepatan di tahun depan. Ritmenya mengikuti politik anggaran. Pada pertengahan November, APBD akan diketok," ujar Ganjar

Terkait pembentukan Satgas Sampah, Ganjar mengatakan ini adalah hal mudah karena sudah terjadi di Desa Kesongo, tempat diselenggarakannya Kongres Sampah. 

“Namun ini tidak bisa sak dek sak nyet (tiba-tiba menyelesaikan),” ujar dia.

Baca juga: Ganjar Pranowo Undang Awkarin ke Kongres Sampah Jateng

Ganjar berharap dapat memperoleh data riil soal persampahan dari dalam rumah hingga pengolahan dengan adanya Dewan Konsorsium Sampah.

Bila itu sudah berjalan, imbuh dia, data tersebut akan mempermudah pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), seperti di Cilacap, Semarang, dan Solo.

“Tiga Kota itu bisa dijadikan replikasi pengelolaan TPA di daerah lain,” ucap Ganjar.

Guna menyukseskan aksi tersebut, Ganjar mengajak masyarakat aktif dalam gerakan pemilahan sampah sejak dari rumah.

Baca juga: Kongres Sampah Jateng Hasilkan Rekomendasi Pembentukan Satgas Sampah

Ia pun mengimbau masyarakat membentuk komunitas peduli lingkungan.

"Ayo buat komunitas di setiap daerahmu untuk mulai pemilahan sampah. Kemudian kita olah, atau berikan ke pengelola yang punya cara pengolahan yang benar," katanya.

Baca tentang

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Riset Media Sosial: Netizen Beri Nilai Rapor 66 untuk Kinerja Jokowi

Riset Media Sosial: Netizen Beri Nilai Rapor 66 untuk Kinerja Jokowi

Regional
7 Rumah di Pangandaran Rusak Akibat Diguncang Gempa Magnitudo 5,9

7 Rumah di Pangandaran Rusak Akibat Diguncang Gempa Magnitudo 5,9

Regional
KPU Kota Semarang Sediakan 3.447 Alat Bantu Huruf Braille untuk Pemilih Tunanetra

KPU Kota Semarang Sediakan 3.447 Alat Bantu Huruf Braille untuk Pemilih Tunanetra

Regional
Istri Polisi di Kaltim Jadi Tersangka Investasi Bodong dan Arisan Online Rp 200 Juta

Istri Polisi di Kaltim Jadi Tersangka Investasi Bodong dan Arisan Online Rp 200 Juta

Regional
Ketua KPU Positif Covid-19, Debat Pilkada Balikpapan Dibatalkan Mendadak

Ketua KPU Positif Covid-19, Debat Pilkada Balikpapan Dibatalkan Mendadak

Regional
[POPULER NUSANTARA] Detik-detik Perwira Polisi Ditangkap, Bawa Sabu 16 Kg | Demi Membela Diri dan Lindungi Aset Negara, Satpam Ini Dipenjara

[POPULER NUSANTARA] Detik-detik Perwira Polisi Ditangkap, Bawa Sabu 16 Kg | Demi Membela Diri dan Lindungi Aset Negara, Satpam Ini Dipenjara

Regional
 Pinjami Uang Rp 145 Juta, Yulia Dibunuh Rekan Bisnis Secara Sadis

Pinjami Uang Rp 145 Juta, Yulia Dibunuh Rekan Bisnis Secara Sadis

Regional
2 Satpam Dipenjara karena Tak Sengaja Bunuh Terduga Pencuri yang Masuk Obyek Vital Negara

2 Satpam Dipenjara karena Tak Sengaja Bunuh Terduga Pencuri yang Masuk Obyek Vital Negara

Regional
8 Orang Mengungsi karena Rumah Rusak Diguncang Gempa Pangandaran M 5,9

8 Orang Mengungsi karena Rumah Rusak Diguncang Gempa Pangandaran M 5,9

Regional
Keluarga Sengaja Tak Beritahu Pernikahan Siswi SMP ke KUA, Kadus: Takut Dipisahkan

Keluarga Sengaja Tak Beritahu Pernikahan Siswi SMP ke KUA, Kadus: Takut Dipisahkan

Regional
Libur Panjang di Tengah Pandemi, Ini Persiapan Sejumlah Daerah

Libur Panjang di Tengah Pandemi, Ini Persiapan Sejumlah Daerah

Regional
Pestisida Palsu Marak di Indonesia, Rugikan Petani dan Produsen

Pestisida Palsu Marak di Indonesia, Rugikan Petani dan Produsen

Regional
'Saya Bingung Mau Ngapain, 4 Bulan Tak Sekolah, Tak Punya HP, Saya Mau Ketika Dia Ajak Nikah' 

"Saya Bingung Mau Ngapain, 4 Bulan Tak Sekolah, Tak Punya HP, Saya Mau Ketika Dia Ajak Nikah" 

Regional
Asyik Berswafoto di Jembatan Layang, Seorang Pemuda Tewas Terjatuh

Asyik Berswafoto di Jembatan Layang, Seorang Pemuda Tewas Terjatuh

Regional
Tak Sanggup Hidup Susah, Siswi SMP di Lombok Memutuskan Nikahi Remaja 17 Tahun

Tak Sanggup Hidup Susah, Siswi SMP di Lombok Memutuskan Nikahi Remaja 17 Tahun

Regional
komentar di artikel lainnya