Kisah Desa Menari di Lereng Telomoyo

Kompas.com - 13/10/2019, 22:49 WIB
Penari Rodatin beraksi di Festival Lereng Telomoyo 2019 KOMPAS.com/DIAN ADE PERMANAPenari Rodatin beraksi di Festival Lereng Telomoyo 2019


UNGARAN, KOMPAS.com - Kisah KKN di Desa Penari yang sempat viral beberapa waktu lalu, ternyata bukan isapan jempol belaka.

Di Dusun Tanon, Desa Ngrawan, Kecamatan Getasan, sejak Februari 2012 telah menasbihkan kampungnya sebagai Desa Menari.

Di dusun ini, semua warganya bergairah kala bersentuhan dengan dunia tari.


Dan untuk kedua kalinya, Desa Menari menjadi tuan rumah pagelaran Festival Lereng Telomoyo. Acara ini diinisasi Trisno, yang juga penggagas Tanon menjadi Desa Menari.

"Festival Lereng Telomoyo ini adalah satu sarana untuk para pegiat kesenian. Pada even pertama hanya untuk lokal Desa Menari, tapi tahun ini diikuti sanggar dari Kabupaten Semarang, Salatiga, dan Magelang," jelasnya, Minggu (13/10/2019).

Baca juga: Puncak Gunung Telomoyo di Jawa Tengah, Bisa Dicapai Naik Motor

Festival Lereng Telomoyo 2019 digelar selama dua hari dan ada 17 penampil dengan berbagai background kesenian, mulai dari tari, teater, hingga musik.

Kang Tris, panggilan Trisno, mengatakan, Telomoyo memiliki akar kesenian dan kebudayaan yang kuat, terutama untuk tarian.

Dia mencontohkan, tari asal Tanon seperti Tari Lembu Tanon dan Geculan Bocah. Sementara yang dari daerah lain adalah Rodatin, Ngoser, Gemah Ripah, Kidung Singgah Sikoro, dan Sekar Mayang.

Dalam Festival Lereng Telomoyo 2019, terdapat empat panggung. Yakni panggung utama, dua panggung supporting, dan panggung yang berada di Pasar Srawung.

"Pasar Srawung adalah pasar tradisional di Dusun Tanon yang menjadi area srawung atau interaksi. Ini sangat menarik karena di pasar tersebut kita belajar memanusiakan manusia dalam komunikasi yang setara dan mutualisme," paparnya.
Baca juga: Trisno, Outbound Ndeso di Lereng Telomoyo

Dia menargetkan dalam dua hari penyelenggaraan ada 3000 pengunjung. Menurut Kang Tris jumlah tersebut berasal dari wisatawan dan fans setiap sanggar yang datang secara mandiri.

Kang Tris mengatakan, saat ini kemajuan teknologi sangat pesat dan tidak bisa ditolak. Sehingga, yang bisa dilakukan adalah melakukan penyelarasan teknologi dengan kearifan lokal. Tujuannya agar manusia era modern tidak tercerabut dadi akarnya.

"Dan salah satu caranya adalah dengan tarian ini," paparnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jawaban Aulia Saat Diminta Jadi Wakil Bobby Nasution di Pilkada Medan

Jawaban Aulia Saat Diminta Jadi Wakil Bobby Nasution di Pilkada Medan

Regional
Ini Pengakuan Koki yang Ditangkap Setelah Pesan Ganja dari Inggris untuk Bumbu Masak

Ini Pengakuan Koki yang Ditangkap Setelah Pesan Ganja dari Inggris untuk Bumbu Masak

Regional
Polisi Buru 11 Remaja Anggota Geng 'All Star Timuran' yang Bacok Warga Semarang Tanpa Alasan

Polisi Buru 11 Remaja Anggota Geng "All Star Timuran" yang Bacok Warga Semarang Tanpa Alasan

Regional
Tahun ke-4 Masa Jabatan, Wali Kota Semarang Fokus Benahi Layanan PDAM

Tahun ke-4 Masa Jabatan, Wali Kota Semarang Fokus Benahi Layanan PDAM

Regional
Dinilai Berjasa di Bidang Ekonomi Syariah, UNS Akan Beri Ma'ruf Amin Penghargaan

Dinilai Berjasa di Bidang Ekonomi Syariah, UNS Akan Beri Ma'ruf Amin Penghargaan

Regional
Kronologi Pemburu Burung Tewas Tersetrum Terkena Jebakan Babi

Kronologi Pemburu Burung Tewas Tersetrum Terkena Jebakan Babi

Regional
133 Kasus Diungkap Bea dan Cukai Kuala Namu Selama Januari, 'Sex Toys' Paling Dominan

133 Kasus Diungkap Bea dan Cukai Kuala Namu Selama Januari, "Sex Toys" Paling Dominan

Regional
Penipuan CPNS di Kebumen Terbongkar, Korban Rugi Rp 150 Juta hingga Jadi KPK Gadungan

Penipuan CPNS di Kebumen Terbongkar, Korban Rugi Rp 150 Juta hingga Jadi KPK Gadungan

Regional
Kamis, Pemkab Ciamis Kumpulkan Sejarawan, Budayawan hingga Ulama Bahas Polemik Galuh

Kamis, Pemkab Ciamis Kumpulkan Sejarawan, Budayawan hingga Ulama Bahas Polemik Galuh

Regional
Golkar Umumkan Hasil Survei Internal Pilkada di Jabar, Berikut Daftar Calon Potensial

Golkar Umumkan Hasil Survei Internal Pilkada di Jabar, Berikut Daftar Calon Potensial

Regional
Kebutuhan Masker Tinggi Dampak Virus Corona, Wanita Ini Menjual Masker Fiktif, Tipu Korban Rp 11,4 Juta

Kebutuhan Masker Tinggi Dampak Virus Corona, Wanita Ini Menjual Masker Fiktif, Tipu Korban Rp 11,4 Juta

Regional
[POPULER NUSANTARA] Puluhan Pengantin Korban WO Abal-abal | Pasien Suspect Virus Corona di Babel

[POPULER NUSANTARA] Puluhan Pengantin Korban WO Abal-abal | Pasien Suspect Virus Corona di Babel

Regional
Kasus Penipuan 'Wedding Organizer' di Cianjur, Polisi Bentuk Timsus

Kasus Penipuan "Wedding Organizer" di Cianjur, Polisi Bentuk Timsus

Regional
Pemkab Gresik Berharap Normalisasi Kali Lamong Dapat Segera Dilakukan

Pemkab Gresik Berharap Normalisasi Kali Lamong Dapat Segera Dilakukan

Regional
Cerita Para Pengantin Ditipu Wedding Organizer, Pernikahan Impian pun Akhinya Batal

Cerita Para Pengantin Ditipu Wedding Organizer, Pernikahan Impian pun Akhinya Batal

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X