Kilas Daerah Semarang
KILAS DAERAH

Bangun Transportasi Kota Berbasis Rel, Pemkot Semarang Gandeng PT. KAI

Kompas.com - 11/10/2019, 23:31 WIB
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi sedangan menandatangani MoU antara Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang dengan PT. Kereta Api Indonesia (KAI) di Kantor Wali Semarang, Jalan Pemuda, Jumat (11/10/2019). DOK. IstimewaWali Kota Semarang Hendrar Prihadi sedangan menandatangani MoU antara Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang dengan PT. Kereta Api Indonesia (KAI) di Kantor Wali Semarang, Jalan Pemuda, Jumat (11/10/2019).


KOMPAS.com
- Sebagai upaya mewujudkan transportasi umum dalam kota berbasis kereta di Kota Semarang, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menggandeng PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Kerja sama antara PT. KAI dan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang ditandai dengan penandatanganan MoU di Kantor Wali Semarang, Jalan Pemuda, Jumat (11/10/2019). 

Dalam kesempatan tersebut, Hendi—panggilan akrab Wali Kota Semarang —mengungkapkan tengah dalam proses pemilihan jenis transportasi umum berbasis kereta yang paling mungkin diterapkan di Kota Semarang.

Dirinya mengaku telah mengerucutkan pada dua pilihan, yaitu antara menghidupkan Semarang Trem, atau menghadirkan Autonomous Rail Transit (ART).

"PT KAI Insya Allah akan membantu mewujudkan transportasi kereta di dalam Kota Semarang berupa Trem atau ART, kami tergantung dari mana yang paling cepat dan paling efisien", ujarnya.

Sektor pariwisata jadi penentu

Hendi menyebutkan pemilihan moda transportasi Trem atau ART yang diputuskan berdasarkan pada pertimbangan agar dapat berdampak pada sektor pariwisata Kota Semarang.

"Kalau kami lihat sukses pariwisata ada tiga, aksesibilitas, akomodasi dan atraksi. Nah ini masuk aksesibilitas, orang ke mana-mana jadi lebih mudah, apalagi kemudian kalau ART atau Trem-nya didesain menjadi sebuah kereta dalam kota yang menarik," ujar Hendi.

Oleh karena itu, Hendi berharap transportasi umum massal yang akan dibangun nanti harus juga mampu menarik turis datang ke Kota Semarang.

Hendi mengungkapkan terdapat beberapa trase atau rute yang dapat dijadikan alternatif.

Pertama mulai dari Tawang sampai Jalan Pemuda, ke arah Simpang Lima melewati MT Haryono kembali ke Tawang.

Kedua, bisa pula sebaliknya mulai Jalan Pemuda ke Tawang melewati Jalan Imam Bonjol. Opsi lain dari bandara sampai Pedurungan. 

"Semuanya sedang dalam proses untuk penyusunan Detail Engineering Design (DED), tinggal nanti dipilih yang mana," jelas politikus PDIP ini.

Adapun MoU dan rencana pembangunan jalur kereta di Kota Semarang menjadi hal penting karena menurut Hendi Kota Semarang belum memiliki aksesbilitas kereta lokal atau dalam kota.

Padahal dalam sejarah perkembangan industri kereta api di Indonesia, stasiun pertama di Indonesia pun berada di Kota Semarang.

Senada dengan Hendi, Corporate Deputy Director of New Business Development and Strategic Project PT. KAI Heru Kuswanto  mengungkapkan keistimewaan Kota Semarang.

"Dari sisi perkeretaapian, Kota Semarang ini istimewa karena lahirnya kereta pertama di Indonesia pada 17 Juni 1864 di Stasiun Kemijen,’ ujar Heri yang juga hadir dalam penandatanganan kerja sama tersebut.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Hari Hilang di Hutan, Pria Ini Makan Beras dan Minum Air dari Lumut untuk Bertahan Hidup

5 Hari Hilang di Hutan, Pria Ini Makan Beras dan Minum Air dari Lumut untuk Bertahan Hidup

Regional
Penanganan Covid-19 Belum Optimal, PSHK Minta Pemerintah Hati-hati Terapkan 'New Normal'

Penanganan Covid-19 Belum Optimal, PSHK Minta Pemerintah Hati-hati Terapkan "New Normal"

Regional
Kalsel Butuh Tiga Bulan Persiapan untuk Terapkan New Normal

Kalsel Butuh Tiga Bulan Persiapan untuk Terapkan New Normal

Regional
Pecat 109 Tenaga Medis, Bupati Ogan Ilir Persilakan Ombudsman Datang

Pecat 109 Tenaga Medis, Bupati Ogan Ilir Persilakan Ombudsman Datang

Regional
Untuk Pertama Kalinya, Jalur Gentong Tasikmalaya Tak Macet Saat Lebaran

Untuk Pertama Kalinya, Jalur Gentong Tasikmalaya Tak Macet Saat Lebaran

Regional
Ditunjuk Jokowi, Gorontalo Kaji Penerapan New Normal agar Masyarakat Tak Bingung

Ditunjuk Jokowi, Gorontalo Kaji Penerapan New Normal agar Masyarakat Tak Bingung

Regional
Polisi Sita 87 Balon Udara Milik Warga, Salah Satunya Berukuran 35 Meter

Polisi Sita 87 Balon Udara Milik Warga, Salah Satunya Berukuran 35 Meter

Regional
Kendaraan yang Diminta Putar Balik di Tol Jakarta-Cikampek Didominasi Mobil Pribadi

Kendaraan yang Diminta Putar Balik di Tol Jakarta-Cikampek Didominasi Mobil Pribadi

Regional
Usai Tabrak Rumah Warga, Kapolsek Ini Sempat Tak Mengaku

Usai Tabrak Rumah Warga, Kapolsek Ini Sempat Tak Mengaku

Regional
Pemprov DIY Susun Aturan Penerapan New Normal

Pemprov DIY Susun Aturan Penerapan New Normal

Regional
Video Viral Warga Desa 'Usir' Pendatang dengan Meriam Bambu, Ini Faktanya

Video Viral Warga Desa "Usir" Pendatang dengan Meriam Bambu, Ini Faktanya

Regional
Bupati Ogan Ilir Tegaskan Tidak Akan Menerima 109 Tenaga Medis yang Sudah Dipecat

Bupati Ogan Ilir Tegaskan Tidak Akan Menerima 109 Tenaga Medis yang Sudah Dipecat

Regional
Wagub Kaltim Sebut APBD Tak Mampu Tangani Banjir Samarinda, Butuh Bantuan Pusat

Wagub Kaltim Sebut APBD Tak Mampu Tangani Banjir Samarinda, Butuh Bantuan Pusat

Regional
Antisipasi Arus Balik Lebaran, Masuk Bali via Pelabuhan Ketapang Harus Punya Surat Bebas Covid-19

Antisipasi Arus Balik Lebaran, Masuk Bali via Pelabuhan Ketapang Harus Punya Surat Bebas Covid-19

Regional
Fakta Mobil Kapolsek Tabrak Rumah Warga, Diduga Mabuk, Satu Balita dan Neneknya Tewas di Lokasi

Fakta Mobil Kapolsek Tabrak Rumah Warga, Diduga Mabuk, Satu Balita dan Neneknya Tewas di Lokasi

Regional
komentar di artikel lainnya