Bandung Masuk Kategori Kota Termacet, Ini Respons Ridwan Kamil

Kompas.com - 09/10/2019, 13:05 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat ditemui di Gedung DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Kamis (3/10/2019). KOMPAS.com/DENDI RAMDHANIGubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat ditemui di Gedung DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Kamis (3/10/2019).

BANDUNG, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil angkat bicara soal hasil survei Asian Development Bank (ADB) yang menyebut Kota Bandung sebagai salah satu kota termacet dunia.

Menurut Ridwan, pengembangan transportasi publik menjadi salah satu solusi untuk mengatasi kemacetan.

Namun, yang menjadi masalah, menurut Ridwan, persoalan transportasi kerap menjadi kewenangan pemerintah pusat.

Baca juga: Cara Arumi Bachsin agar Kerajinan Tangan Jatim Tembus ke Pasar Eropa

Persoalan serupa juga terjadi di kota besar lainnya seperti Jakarta dan Surabaya.

"Saya kira itu lah artinya kebutuhan transportasi publik mengemuka dan ini adalah sebuah masukan kepada pemerintah pusat. Cuma perhatian pusat banyak ke Jakarta," tutur Emil, sapaan akrab Ridwan saat ditemui di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Rabu (9/10/2019).

"Nah transportasi publik enggak bisa pakai APBD, itu problemnya. Kalau gini-gini terus, hanya masalah menunggu waktu," kata Emil.

Emil pun berharap pemerintah pusat bisa memaksimalkan anggaran untuk pembangunan moda transportasi massal seperti di metropolitan Bandung, Depok dan Bekasi.

Sebab, harga penyediaan transportasi massal tak akan mampu ditanggung oleh pemerintah daerah.

"Karena mahal sekali, LRT saja Rp 500 miliar per kilometer, LRT Jakarta Rp 1 triliun per kilometer. Sampai kapanpun berharap Pemda memberi solusi, enggak akan bisa," kata Emil.

Selama ini, menurut Emil, ia seringkali meminta pemerintah pusat untuk turut memikirkan kondisi transportasi publik di daerah.

Baca juga: Kawasan Wisata Kawah Putih Ditutup Sementara, Ini Penyebabnya

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X