Khofifah: Bromo Akan Dilengkapi dengan "Cablecar" dan "Skytrain"

Kompas.com - 08/10/2019, 19:44 WIB
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (tengah) KOMPAS.COM/A. FAIZALGubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (tengah)

MALANG, KOMPAS.com – Pemerintah Provinsi Jawa Timur mulai memetakan pembangunan akses wisata menuju Gunung Bromo yang merupakan bagian dari 10 destinasi wisata prioritas.

Rencananya, di gunung yang berada di dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) itu akan dibangun cable car dan skytrain.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, cable car itu akan dibangun melalui akses masuk Kabupaten Probolinggo. Sedangkan skytrain akan dibangun melalui akses Kabupaten Malang.


Baca juga: Jejak Pendaki Semeru Mulai Berdatangan di TN Bromo Tengger Semeru

TNBTS sendiri terdiri dari empat kabupaten, yakni Kabupaten Malang, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, dan Kabupaten Probolinggo.

Khofifah mengatakan, pembangunan dua mode transportasi wisata itu akan menggandeng investor luar negeri, yakni dari Swiss dan China.

Skytrain dan Cable Car. Yang sudah komitmen menginvestasikan menurut Pak Menteri Bappenas ini dari Swiss itu cable car via Probolinggo. Nah, skytrain ini adalah garapan dari Malang. Skytrain ada investor dari China yang punya ketertarikan,” katanya usai peletakan batu pertama di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari, Kabupaten Malang, Selasa (8/10/2019).

Khofifah memastikan, pembangunan dua mode transportasi wisata itu tidak akan merusak kelestarian hutan di kawasan itu. Menurutnya, sebagai ecotourism, konservasi alam di kawasan TNBTS tidak boleh terganggu.

“Jadi kita melakukan pemetaan. Ecotourism ini tetap terjaga alamnya,” katanya.

Baca juga: Badai Pasir di Bromo Bikin Pandangan Terbatas, Perbukitan Tertutup Abu

Harapannya, pembangunan dua mode transportasi wisata bisa memaksimalkan keberadaan Bromo sebagai 10 destinasi wisata prioritas.

Khofifah mengatakan, rata-rata wisatawan asal Eropa hanya bertahan dua hari di Jawa Timur.

Nantinya, wisatawan mancanegara terutama dari Eropa diharapkan bisa tinggal lebih lama di Jawa Timur.

“Rata-rata wisatawan Eropa ke Indonesia 14 hari. Dua hari ke Borobudur, dua hari di Jawa Timur. Itu hanya sehari di (Gunung) Bromo, sehari di (Gunung) Ijen. Sisanya 10 hari di Bali. Kita sudah merancang bagaimana wisatawan Eropa bisa lebih lama di Jawa Timur. Katakan lah kalau mereka lewat Malang, mereka tinggal di Malang sehari, di Bromo sehari. Sehingga paling tidak dari dua, mereka bisa empat hari di Jawa Timur,” katanya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X