Hujan Lebat Iringi Pemakaman Balita Korban Penikaman oleh Paman Sendiri

Kompas.com - 07/10/2019, 11:25 WIB
SH, balita berusia 2,5 tahun akhirnya menghembuskan nafas terakhir setelah sehari menjalani perawatan intensif. Mendiang dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sambau, Nongsa, Batam, Kepulauan Riau, Minggu (6/10/2019) petang kemarin. KOMPAS.COM/HADI MAULANASH, balita berusia 2,5 tahun akhirnya menghembuskan nafas terakhir setelah sehari menjalani perawatan intensif. Mendiang dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sambau, Nongsa, Batam, Kepulauan Riau, Minggu (6/10/2019) petang kemarin.

BATAM, KOMPAS.com - Hujan lebat iringi pemakaman anak balita putri tunggal Siswanto yang menjadi korban penikaman oleh paman sendiri. SH, anak balita berusia 2,5 tahun, mengembuskan napas terakhir setelah sehari menjalani perawatan intensif.

Mendiang dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sambau, Nongsa, Batam, Kepulauan Riau, Minggu (6/10/2019) petang.

Dalam prosesi pemakaman, terlihat kedua orangtua SH, Siswanto dan Meliati, tidak dapat menahan kesedihan ketika mengantarkan SH ke tempat peristirahatan terakhir.

Baca juga: Bertahan Sehari, Balita 2,5 Tahun Tewas Usai Ditikam Pamannya

Kedua anak pertama mereka yang kembar, Renald (7) dan Renold (7), pun tidak dapat menahan tangis ketika melihat tanah mulai menutupi peti adik perempuan mereka.

"Semua pasti akan berpulang, semoga nanti kita kembali dipertemukan di alam lain," kata pendeta yang mendoakan SH.

Tidak saja sejumlah kerabat terlihat sedih, bahkan sejumlah warga yang turut mengantar ke tempat peristirahatan terakhir juga terlihat sedih.

Sebelumnya, SH ditusuk Dodi Pace Simamora (27) yang tidak lain adalah paman sendiri, Jumat (4/10/2019).

SH kemudian dilarikan ke RS Soedarsono Darmosoewito dan kembali dirujuk ke RS Budi Kemuliaan untuk mendapati penanganan medis yang intensif.

Baca juga: Ditikam Suami, Istri Tewas Tersungkur di Samping Bayinya

Namun, Minggu (6/10/2019) sekitar pukul 11.30 WIB, nyawa SH tidak dapat diselamatkan.

Tiga tusukan di bagian dada kiri dan rusuk kiri tersebut merusak organ vital sehingga korban kehilangan banyak darah dan nyawanya tidak bisa diselamatkan.

Dodi hingga saat ini juga sedang menjalani perawatan di RS Soedarsono Darmosoewito.

Ia berusaha bunuh diri seusai menikam keponakannya.

“Dodi itu sudah lama depresi, tetapi mulai meracau baru-baru ini,” kata Albert, salah satu warga yang turut mengantarkan SH ke peristirahatan terakhir.

 

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketua KPU Positif Covid-19, Debat Pilkada Balikpapan Dibatalkan Mendadak

Ketua KPU Positif Covid-19, Debat Pilkada Balikpapan Dibatalkan Mendadak

Regional
[POPULER NUSANTARA] Detik-detik Perwira Polisi Ditangkap, Bawa Sabu 16 Kg | Demi Membela Diri dan Lindungi Aset Negara, Satpam Ini Dipenjara

[POPULER NUSANTARA] Detik-detik Perwira Polisi Ditangkap, Bawa Sabu 16 Kg | Demi Membela Diri dan Lindungi Aset Negara, Satpam Ini Dipenjara

Regional
 Pinjami Uang Rp 145 Juta, Yulia Dibunuh Rekan Bisnis Secara Sadis

Pinjami Uang Rp 145 Juta, Yulia Dibunuh Rekan Bisnis Secara Sadis

Regional
2 Satpam Dipenjara karena Tak Sengaja Bunuh Terduga Pencuri yang Masuk Obyek Vital Negara

2 Satpam Dipenjara karena Tak Sengaja Bunuh Terduga Pencuri yang Masuk Obyek Vital Negara

Regional
8 Orang Mengungsi karena Rumah Rusak Diguncang Gempa Pangandaran M 5,9

8 Orang Mengungsi karena Rumah Rusak Diguncang Gempa Pangandaran M 5,9

Regional
Keluarga Sengaja Tak Beritahu Pernikahan Siswi SMP ke KUA, Kadus: Takut Dipisahkan

Keluarga Sengaja Tak Beritahu Pernikahan Siswi SMP ke KUA, Kadus: Takut Dipisahkan

Regional
Libur Panjang di Tengah Pandemi, Ini Persiapan Sejumlah Daerah

Libur Panjang di Tengah Pandemi, Ini Persiapan Sejumlah Daerah

Regional
Pestisida Palsu Marak di Indonesia, Rugikan Petani dan Produsen

Pestisida Palsu Marak di Indonesia, Rugikan Petani dan Produsen

Regional
'Saya Bingung Mau Ngapain, 4 Bulan Tak Sekolah, Tak Punya HP, Saya Mau Ketika Dia Ajak Nikah' 

"Saya Bingung Mau Ngapain, 4 Bulan Tak Sekolah, Tak Punya HP, Saya Mau Ketika Dia Ajak Nikah" 

Regional
Asyik Berswafoto di Jembatan Layang, Seorang Pemuda Tewas Terjatuh

Asyik Berswafoto di Jembatan Layang, Seorang Pemuda Tewas Terjatuh

Regional
Tak Sanggup Hidup Susah, Siswi SMP di Lombok Memutuskan Nikahi Remaja 17 Tahun

Tak Sanggup Hidup Susah, Siswi SMP di Lombok Memutuskan Nikahi Remaja 17 Tahun

Regional
Dampak Gempa M 5,9 Pangandaran, Puluhan Rumah di Tasik, Garut, hingga Ciamis Rusak

Dampak Gempa M 5,9 Pangandaran, Puluhan Rumah di Tasik, Garut, hingga Ciamis Rusak

Regional
Reaksi Keras Kapolda Riau Menyikapi Oknum Anggotanya Jadi Kurir Sabu 16 Kg

Reaksi Keras Kapolda Riau Menyikapi Oknum Anggotanya Jadi Kurir Sabu 16 Kg

Regional
5 Demonstran Penolak Omnibus Law Jadi Tersangka Perusakan Kantor DPRD Jember

5 Demonstran Penolak Omnibus Law Jadi Tersangka Perusakan Kantor DPRD Jember

Regional
Dulu Perwira Polisi, Kini Dipecat dan Disebut Pengkhianat Bangsa

Dulu Perwira Polisi, Kini Dipecat dan Disebut Pengkhianat Bangsa

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X