Dedi Mulyadi Ingin Purwakarta, Karawang, dan Kabupaten Bekasi Terintegrasi

Kompas.com - 04/10/2019, 16:26 WIB
Anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Karawang, Purwakarta dan Bekasi, Dedi Mulyadi dan Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana. Dalam kunjungan ke Kabupaten Karawang, Jumat (4/10/219), Dedi ingin Purwakarta, Karawang, dan Kabupaten Bekasi terintegrasi. KOMPAS.COM/FARIDAAnggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Karawang, Purwakarta dan Bekasi, Dedi Mulyadi dan Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana. Dalam kunjungan ke Kabupaten Karawang, Jumat (4/10/219), Dedi ingin Purwakarta, Karawang, dan Kabupaten Bekasi terintegrasi.

KARAWANG, KOMPAS.com-Anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Karawang, Purwakarta dan Bekasi, Dedi Mulyadi ingin ketiga daerah tersebut terintegrasi.

Oleh karenanya, ia berharap pembangunan di tiga daerah itu saling berkesinambungan dan mendukung.

"Karawang, Purwakarta dan Bekasi harus menjadi satu kesatuan wilayah. Jadi konsep pembangunan yang direalisasikan di tiga daerah itu tidak saling mengotori dan merusak," kata Dedi Mulyadi, saat berkunjung ke Karawang, Jumat (4/10/2019).

Baca juga: Dedi Mulyadi: Bambang Soesatyo Jadi Ketua MPR Sudahi Rivalitas Politik di Golkar

Menurut Dedi, jika pembangunan di Karawang, Purwakarta dan Bekasi berkesinambungan, maka tercipta suatu kesatuan wilayah.

"Sehingga akan terwujud konsep pembangunan yang lebih baik," kata Dedi.

Di hadapan Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana dan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Karawang, Dedi juga mengingatkan agar konsep pembangunan di daerah diawali di pedesaan atau di wilayah perbatasan.

"Pembangunan di daerah perbatasan jangan sampai dibagian akhir dalam konsep pembangunan. Tapi harus di awal. Konsep pembangunan juga harus ramah lingkungan," kata mantan Bupati Purwakarta itu.

Baca juga: Dedi Mulyadi: Ada Kekacauan Berpikir dalam RUU KUHP

Dedi menyarankan agar di setiap titik perbatasan daerah dibangun gapura yang menyimbolkan potensi dua daerah yang berbatasan.

Gapura itu juga bisa menyimbolkan potensi kekayaan budaya khas daerah.

Kemudian, di titik perbatasan tersebut bisa dibangun rumah pelayanan publik untuk memudahkan masyarakat yang tinggal di daerah perbatasan.

"Jadi konsep pembangunannya harus dibalik. Pembangunan jangan diawali di wilayah perkotaan, tapi diawali di titik perbatasan (wilayah perdesaan)," kata dia.

Sehingga, kata Dedi, akan terwujud konsep wisata yang saling terintegrasi. Apalagi jika ditunjang berbagai fasilitas, seperti LRT, pelabuhan dan bandara.

Sekretaris Daerah Karawang Acep Jamhuri berharap Dedi Mulyadi memperjuangkan pengembangan transportasi atau akses menuju Karawang, salah satunya kereta rel listrik (KRL) atau Commuter Line.

"Selama ini rute KRL hanya sampai Cikarang. Begitu juga dengan rute LRT, dari Jakarta hanya sampai Cikarang. Kami menginginkan rutenya sampai ke Karawang. Mudah-mudahan itu bisa bantu diupayakan oleh Pak Dedi di (pemerintah) pusat," katanya

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Positif Covid-19 di Sulut Capai 1.431 Kasus

Positif Covid-19 di Sulut Capai 1.431 Kasus

Regional
Viral Video Wanita Lempar Alquran di Makassar, Polisi: Pelaku Sudah Diamankan

Viral Video Wanita Lempar Alquran di Makassar, Polisi: Pelaku Sudah Diamankan

Regional
Kepala BPSDM Perhubungan Minta Taruna PKTJ Tegal Jadi Relawan Covid-19

Kepala BPSDM Perhubungan Minta Taruna PKTJ Tegal Jadi Relawan Covid-19

Regional
Polisi Tangkap Pembunuh Guru SD yang Jasadnya Dimasukkan ke Ember

Polisi Tangkap Pembunuh Guru SD yang Jasadnya Dimasukkan ke Ember

Regional
Mataram Episentrum Penyebaran Corona, Wagub NTB Minta Penanganannya Keroyokan

Mataram Episentrum Penyebaran Corona, Wagub NTB Minta Penanganannya Keroyokan

Regional
Penjelasan Bupati Lumajang Tentang Sawah Istri Aktivis Salim Kancil yang Diduga Diserobot

Penjelasan Bupati Lumajang Tentang Sawah Istri Aktivis Salim Kancil yang Diduga Diserobot

Regional
Bandel Tak Pakai Masker, Warga Yogyakarta Siap-siap Didenda Rp 100.000

Bandel Tak Pakai Masker, Warga Yogyakarta Siap-siap Didenda Rp 100.000

Regional
Cabuli, Bunuh, dan Ambil Perhiasan Bocah 5 Tahun, Pelaku: Saya Butuh Uang Beli Sosis dan Kopi

Cabuli, Bunuh, dan Ambil Perhiasan Bocah 5 Tahun, Pelaku: Saya Butuh Uang Beli Sosis dan Kopi

Regional
54 Destinasi Wisata di Semarang Kembali Dibuka, Langgar Protokol Kesehatan Bakal Disanksi

54 Destinasi Wisata di Semarang Kembali Dibuka, Langgar Protokol Kesehatan Bakal Disanksi

Regional
Ada Bekas Penganiayaan pada Jasad WNI yang Disimpan di 'Freezer' Kapal China

Ada Bekas Penganiayaan pada Jasad WNI yang Disimpan di "Freezer" Kapal China

Regional
2 Bocah Tertimpa Pohon Tumbang, 1 Tewas, 1 Patah Tulang

2 Bocah Tertimpa Pohon Tumbang, 1 Tewas, 1 Patah Tulang

Regional
Ini Penjelasan BPPTKG Yogyakarta Soal Kondisi Gunung Merapi yang Menggembung

Ini Penjelasan BPPTKG Yogyakarta Soal Kondisi Gunung Merapi yang Menggembung

Regional
Pulang dari Semarang, Mahasiswi Kedokteran Ini Positif Covid-19

Pulang dari Semarang, Mahasiswi Kedokteran Ini Positif Covid-19

Regional
Rentan Tertular Corona, Ganjar Minta Tenaga Medis Rutin Cek Kesehatan

Rentan Tertular Corona, Ganjar Minta Tenaga Medis Rutin Cek Kesehatan

Regional
Ani Gelapkan Uang Nasabah Rp 7,7 M untuk Biaya Suami Jadi Anggota DPRD

Ani Gelapkan Uang Nasabah Rp 7,7 M untuk Biaya Suami Jadi Anggota DPRD

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X