Deklarasikan "Emoh Plastik", FB UKSW Sediakan Galon dari Tanah

Kompas.com - 03/10/2019, 17:42 WIB
Rektor UKSW Neil Semual Rupidara menunjukkan piagam anti penggunaan plastik di FB UKSW. Dok. IstimewaRektor UKSW Neil Semual Rupidara menunjukkan piagam anti penggunaan plastik di FB UKSW.

SALATIGA, KOMPAS.com - Perlawanan terhadap penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari digaungkan Fakultas Biologi Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga.

Dalam peringatan Dies Natalis ke-57, dideklarasikan 'Emoh Plastik' dan penandatanganan piagam yang berisi komitmen untuk pengurangan penggunaan plastik.

Dekan Fakultas Biologi UKSW, Lusiawati Dewi, mengungkapkan salah satu langkah termudah untuk mengurangi plastik adalah tidak menggunakan botol sekali pakai.

“Mari kita berjanji untuk mengurangi penggunaan plastik, kita masih dan akan terus berkomitmen. Fakultas Biologi berkomitmen untuk mengurangi penggunaan minuman dalam kemasan sekali pakai dalam kegiatan akademik dan non akademik," katanya dalam keterangan tertulis, Kamis (3/10/2019).


Baca juga: Ajak Anak Belajar di Ruang Terbuka, Terutama Soal Sampah Plastik

Lusiawati menilai pengurangan plastik dalam kehidupan memang butuh kerja keras. "Ini karena semua yang digunakan manusia saat ini tidak lepas dari plastik. Tapi jika tidak dimulai dari langkah kecil, tidak akan ada perubahan untuk lingkungan," ungkapnya.

Sementara Ketua Panitia Dies Natalies ke-57 FB UKSW, Andreas Binar Aji mengatakan untuk mendukung 'Emoh Plastik' setiap angkatan diberikan galon penampung air minum.

"Setiap angkatan mahasiswa diberi dua galon air minum," paparnya. Andreas mengatakan galon air minum tersebut terbuat dari tanah untuk menghemat energi.

Rektor UKSW, Neil Semuel Rupidara mengungkapkan Fakultas Biologi tidak pernah habis akal untuk maju dengan terus menghadirkan inovasi dalam setiap penemuan dan terus memberikan pengaruh baik bagi lingkungan.

Selain deklarasi 'Emoh Plastik,' dies tahun ini juga diisi lomba vlog tingkat SMP hingga SMA dengan tema 'Membuat Lingkungan Menjadi Lebih Baik' dan juga lomba kreasi daur ulang sampah plastik.

Selain itu juga diadakan Expo Produk Inovasi yang diikuti dua belas stand dan juga dari komunitas luar yang menampilkan beberapa produk olahan bahan alami seperti tempe ikan, bio enterpreneur herbal, keripik daun adas, kerupuk jagung, tempe malami dan lainnya.

Baca juga: Indonesia Pulangkan Sampah Plastik Australia yang Terkontaminasi B3

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X