Polda NTB Pulangkan 24 Mahasiswa yang Ditahan Saat Demo Anarkis

Kompas.com - 01/10/2019, 20:41 WIB
Polisi beristirahat mengantisipasi demo di Mataram, NTB. KOMPAS.com/IDHAM KHALIDPolisi beristirahat mengantisipasi demo di Mataram, NTB.

MATARAM, KOMPAS.com - Sebanyak 24 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Lombok, yang ditahan pihak Polda NTB karena diduga melakukan anarkis saat berujuk rasa di depan kantor DPRD telah dipulangkan dengan di jemput pihak kampus.

"Kami kembalikan para mahasiswa yang sempat di tahan karena diduga melakukan anarkis pada saat aksi demo," ungkap Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Purnama, Selasa (1/10/2019)

Purnama menyebutkan penahanan dilakukan dalam hal memintai keterangan terkait dugaan kericuhan yang terjadi saat berdemo.

"Kami tahan selama 24 jam, dalam hal memintai keterangan dari pada pihak-pihak atas keterlibatan saat kerusuhan saat terjadi aksi," ungkap Purnama.

Baca juga: 159 Warga NTB di Papua Menunggu Evakuasi

Sementara itu wakil rektor Universitas Mataram bidang kemahasiswaan dan alumni Dr. Muhammad Natsir menyebutkan, menyayangkan sikap mahasiswa yang melakukan anarkis saat aksi.

"Kami tidak melarang mahasiswa berdemo karena itu haknya mereka, namun kalau samapai berbuat anarkis itu sangat disayangkan," ungkap Natsir menjemput mahasiswanya di Reskrimum Polda NTB.

Natsir menghimbau kepada semua mahasiswa, agar selalu menjaga diri dan selalu menaati aturan.

"Semoga ini menjadi pelajaran kita semua, mahasiswa harus bertanggung jawab atas apa yang mereka perbuat, semoga ini menjadi pelajaran bersama agar bisa menyampaikan aspirasi dengan baik," ungkap Natsir.

Baca juga: Rektor Unram Jenguk 24 Mahasiswa yang Ditahan Polda NTB

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Gubernur Edy Rahmayadi Cegah Peredaran Virus Corona

Cara Gubernur Edy Rahmayadi Cegah Peredaran Virus Corona

Regional
Kerangka Manusia Korban Likuefaksi Palu Ditemukan, Dimakamkan di Pemakaman Massal

Kerangka Manusia Korban Likuefaksi Palu Ditemukan, Dimakamkan di Pemakaman Massal

Regional
Viral Video Mantan Bupati Nias Selatan Dilempar Kotoran Babi

Viral Video Mantan Bupati Nias Selatan Dilempar Kotoran Babi

Regional
Foto Editan Lutfi Alfiandi Pegang Bendera Nasdem Diiklankan Cawalkot Makassar

Foto Editan Lutfi Alfiandi Pegang Bendera Nasdem Diiklankan Cawalkot Makassar

Regional
Istri Musthofa Kamal Pasha Deklarasi Maju di Pilkada Mojokerto

Istri Musthofa Kamal Pasha Deklarasi Maju di Pilkada Mojokerto

Regional
Paus 15 Meter yang Terdampar di Rote Ndao Dikubur Pakai Alat Berat

Paus 15 Meter yang Terdampar di Rote Ndao Dikubur Pakai Alat Berat

Regional
Walhi Tolak Pembangunan Kereta Gantung di Gunung Rinjani, Ini Alasannya

Walhi Tolak Pembangunan Kereta Gantung di Gunung Rinjani, Ini Alasannya

Regional
Kasus Akun Medsos yang Diduga Menghina Risma Naik ke Tingkat Penyidikan

Kasus Akun Medsos yang Diduga Menghina Risma Naik ke Tingkat Penyidikan

Regional
Fakta Pawang Ular di Kalbar Tewas Digigit King Kobra Saat Atraksi, Dikenal Sebagai Dukun

Fakta Pawang Ular di Kalbar Tewas Digigit King Kobra Saat Atraksi, Dikenal Sebagai Dukun

Regional
Kepada DPRD Jember, Para Rekanan Proyek Buka-bukaan soal Kasus Korupsi

Kepada DPRD Jember, Para Rekanan Proyek Buka-bukaan soal Kasus Korupsi

Regional
RSUD Kendal Siapkan Dua Kamar untuk Pasien Penderita Virus Corona

RSUD Kendal Siapkan Dua Kamar untuk Pasien Penderita Virus Corona

Regional
Tim SAR Hentikan Pencarian Kapal Panji Saputra yang Hilang di Maluku

Tim SAR Hentikan Pencarian Kapal Panji Saputra yang Hilang di Maluku

Regional
Mayat Perempuan Berseragam Pramuka di Tasikmalaya Diduga Korban Bullying

Mayat Perempuan Berseragam Pramuka di Tasikmalaya Diduga Korban Bullying

Regional
Virus Corona, Masyarakat Minta Penerbangan China ke Manado Ditutup Sementara

Virus Corona, Masyarakat Minta Penerbangan China ke Manado Ditutup Sementara

Regional
45 Mahasiswa yang Pulang ke Papua Pasca Kerusuhan, Kini Kembali ke Kota Tempat Studi

45 Mahasiswa yang Pulang ke Papua Pasca Kerusuhan, Kini Kembali ke Kota Tempat Studi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X