Pecahkan Tutup Kaca, Ismail Curi Isi Kotak Amal Anak Yatim di Masjid Moeldoko

Kompas.com - 01/10/2019, 12:05 WIB
Ilustrasi Pencurian vchal Ilustrasi Pencurian

JOMBANG, KOMPAS.com - Masjid Islamic Center Dr H Moeldoko atau dikenal dengan nama Masjid Moeldoko, di Desa Kayen, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, disatroni maling.

Aksi pencurian itu berlangsung pada Kamis, 19 September 2019 lalu. Pencuri beraksi dengan cara memecahkan tutup kotak amal di dalam masjid tersebut, lalu mengambil uang yang ada di dalamnya. 

Pelaku pencurian uang kotak amal tersebut adalah Ismail Khudori (32), warga Dusun Karanganyar, Desa Kalibendo, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Baca juga: Pria Ini Curi Kotak Amal 14 Kali demi Jalan-jalan di Yogyakarta

Kapolres Jombang AKBP Bobby Palu'din Tambunan mengatakan, Ismail beraksi saat lingkungan Masjid Moeldoko dalam kondisi sepi. Kala itu, dia datang memasuki kawasan masjid dengan berjalan kaki.

Saat berada di kawasan masjid, ungkap Bobby, Ismail sempat mondar-mandir mengawasi lingkungan sekitar masjid. Setelah itu, dia naik ke lantai 2 kompleks masjid dan mendapati kotak amal berisi uang.

Merasa aman untuk beraksi, pelaku membuka paksa tutup kotak amal dengan alat pahat kayu. Ismail leluasa mengambil uang dalam kotak amal setelah tutup kotak pecah. 

"Kejadian di Masjid Islamic Center Moeldoko itu sekitar pukul 10.00 pagi," katanya saat menggelar siaran pers hasil Operasi Sikat pada September 2019, di Mapolres Jombang yang dihadiri Kompas.com, Selasa (1/10/2019).

Disebutkan, uang yang diambil dari kotak amal di Masjid Moeldoko sebanyak Rp 1.517.000. Uang itu dipindahkan dari kotak amal ke dalam tas ransel yang dibawa pelaku.

Namun, saat akan keluar dari lingkungan masjid, Ismail dicegat dua petugas keamanan masjid. Karena gerak-geriknya yang mencurigakan, tas yang dibawa olehnya pun diperiksa oleh petugas keamanan.

Ismail pun akhirnya diserahkan ke polisi setelah terbukti mencuri isi kotak amal anak yatim yang berada di kawasan masjid Moeldoko di Bandar Kedungmulyo, Kabupaten Jombang.

Bobby mengatakan, Ismail terancam penjara maksimal 7 tahun.

"Pasal yang dikenakan, pasal 363 Ayat (1) ke 5e KUHP," katanya.

Baca juga: Gunakan Seragam Lengkap, Oknum Anggota TNI Curi Kotak Amal Masjid

Bobby menambahkan, terkait hasil Operasi Sikat selama 12 hari pada September 2019, pihaknya mengungkap 14 kasus kejahatan dan mengamankan 13 orang.

Keempat belas kasus tersebut terdiri dari 11 kasus non-TO (bukan target operasi) serta 3 kasus TO (target operasi).

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kebakaran Hanguskan 15 Rumah, 2 Warga Tersengat Listrik Saat Padamkan Api, 1 Tewas

Kebakaran Hanguskan 15 Rumah, 2 Warga Tersengat Listrik Saat Padamkan Api, 1 Tewas

Regional
Tekan Pengangguran, Pemkot Surabaya Tawarkan 551 Lowongan Kerja

Tekan Pengangguran, Pemkot Surabaya Tawarkan 551 Lowongan Kerja

Regional
Jadi Tuan Rumah Hari Aksara Internasional, Hotel di Garut Penuh

Jadi Tuan Rumah Hari Aksara Internasional, Hotel di Garut Penuh

Regional
Pemda Siapkan Bantuan untuk 1.445 Rumah Warga Bojonegoro yang Rusak

Pemda Siapkan Bantuan untuk 1.445 Rumah Warga Bojonegoro yang Rusak

Regional
Gubernur Sulbar Lupa Pakai Kacamata, Teks Pancasila Dibaca Tertukar

Gubernur Sulbar Lupa Pakai Kacamata, Teks Pancasila Dibaca Tertukar

Regional
Pengakuan Begal yang Tusuk Sopir Taksi Online 23 Kali: Saya Mau Bayar Utang Rp 1,5 Juta

Pengakuan Begal yang Tusuk Sopir Taksi Online 23 Kali: Saya Mau Bayar Utang Rp 1,5 Juta

Regional
Pemprov Kaltim Buka CPNS Lulusan SMK untuk Penyuluh Pertanian

Pemprov Kaltim Buka CPNS Lulusan SMK untuk Penyuluh Pertanian

Regional
Evaluasi Pilkada Langsung, PKB Nilai Pilkada Asimetris Lebih Rasional

Evaluasi Pilkada Langsung, PKB Nilai Pilkada Asimetris Lebih Rasional

Regional
Pemuda Cianjur Daur Ulang Kantong Kresek Jadi Paving Blok

Pemuda Cianjur Daur Ulang Kantong Kresek Jadi Paving Blok

Regional
Aksi Pelajar yang 'Prank' Jadi Pocong Berakhir Tanpa Proses Hukum

Aksi Pelajar yang "Prank" Jadi Pocong Berakhir Tanpa Proses Hukum

Regional
Terduga Teroris yang Ditangkap di Kampar Buat Tempat Persembunyian di Kebun Karet

Terduga Teroris yang Ditangkap di Kampar Buat Tempat Persembunyian di Kebun Karet

Regional
Aksi Mogok Protes Trans Jateng Berakhir, Mikrobus di Purbalingga Kembali 'Narik'

Aksi Mogok Protes Trans Jateng Berakhir, Mikrobus di Purbalingga Kembali "Narik"

Regional
Kasus Mahasiswa Unitas Palembang Tewas Saat Diksar Menwa, Polisi: Kemungkinan Tersangka Bertambah

Kasus Mahasiswa Unitas Palembang Tewas Saat Diksar Menwa, Polisi: Kemungkinan Tersangka Bertambah

Regional
Pemutaran Film 'Kucumbu Tubuh Indahku' Dihentikan Paksa di Bandar Lampung

Pemutaran Film "Kucumbu Tubuh Indahku" Dihentikan Paksa di Bandar Lampung

Regional
Bencana Angin Kencang di Bojonegoro Meluas, 1.445 Rumah Warga Rusak

Bencana Angin Kencang di Bojonegoro Meluas, 1.445 Rumah Warga Rusak

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X