5 Fakta Penggerebekan Teroris di Salatiga, Ditembak hingga Dikira Terlibat Curanmor

Kompas.com - 28/09/2019, 11:44 WIB
Ilustrasi Densus 88: Densus 88 mengepung teroris di sebuah rumah di Kampung Batu Rengat, Desa Cigondewah Hilir Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Jabar, Rabu (8/5/2013). AFP PHOTO / USEP USMAN NASRULLAH / PIKIRAN RAKYATIlustrasi Densus 88: Densus 88 mengepung teroris di sebuah rumah di Kampung Batu Rengat, Desa Cigondewah Hilir Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Jabar, Rabu (8/5/2013).

KOMPAS.com - Tim Densus 88 menangkap satu orang terduga teroris, penggerebekan terjadi di Perum Argo Tunggal Ledok Argomulyo, Salatiga, Jawa Tengah, pada Jumat (27/7/2019) sekitar pukul 18.00 WIB

Saat akan ditangkap, terduga teroris berinisial W mengeluarkan parang untuk melawan petugas, hingga akhirnya ditembak petugas.

Sementara itu, Wali Kota Salatiga Yuliyanto mengungkapkan, adanya teroris yang tinggal di Salatiga akan menjadi evaluasi terhadap pola pengamanan lingkungan.

Berikut ini fakta penggerebekan teroris di Salatiga selengkapnya:

1. Digerebek dikediaman keluarga

Suasana penggerebekan terduga teroris di Perum Argo Tunggal Ledok SalatigaKOMPAS.com/DIAN ADE PERMANA Suasana penggerebekan terduga teroris di Perum Argo Tunggal Ledok Salatiga

Terduga teroris yang ditangkap di Salatiga, sudah menginap selama dua hari di rumah saudaranya yang ada di Perum Argo Tunggal Ledok.

Selama ini, terduga teroris berinisial W itu diketahui tinggal di Cirebon.

Menurut keterangan pemilik rumah, Hajid Setyawan, W adalah keponakan dari istrinya.

"Dia dulu juga tinggal di Salatiga, tapi setelah cerai pergi kerja ke Cirebon dan mendapat istri di sana," ujar Hajid, Jumat (27/9/2019).

Baca juga: Penggerebekan Teroris di Salatiga, Ada Tembakan

2. Ditembak karena melawan saat ditangkap

Kamar yang ditempati terduga teroris Wawan Wicaksono usai digeledah Densus 88KOMPAS.com/DIAN ADE PERMANA Kamar yang ditempati terduga teroris Wawan Wicaksono usai digeledah Densus 88

Saat penggerebekan, Hajid sedang berada di luar rumah. Hajid dikabari istrinya ada pengejaran penjahat.

"Saya malah ikut melakukan pengejaran dan sempat mengepung di belakang rumah. Dia dari kamar atas, dia lari ke genteng tetangga. Lalu turun melalui tangga yang sudah dipersiapkan oleh W sendiri. Karena selama ini di belakang rumah itu kebun dan tidak ada tangga," kata Hajid.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X